Telusuri Sejarah Makam Astana Pasekaran, Perlu Kajian Mendalam

Senin, 06 April 2026 Jumadi Dibaca 525 kali Seni dan Budaya
Telusuri Sejarah Makam Astana Pasekaran, Perlu Kajian Mendalam
Juru Kunci Makam Astana Pasekaran Suparno membersihkan pusara Makam Adipati Batang, KRT. Soero Hadiningrat (Pangeran Sedarawuh), Kabupaten Batang.
Batang - Mendekati peringatan hari kembalinya Kabupaten Batang dari Kabupaten Pekalongan (hari jadi) Ke-60, komplek Makam Astana Pasekaran mulai dipersiapkan oleh juru kunci, untuk menyambut kehadiran pemangku kebijakan berziarah ke para leluhur. Dialah Suparno yang mendapat amanat mengurus segala sesuatu terkait makam para adipati yang telah ada sejak era Mataram Islam.

Batang - Mendekati peringatan hari kembalinya Kabupaten Batang dari Kabupaten Pekalongan (hari jadi) Ke-60, komplek Makam Astana Pasekaran mulai dipersiapkan oleh juru kunci, untuk menyambut kehadiran pemangku kebijakan berziarah ke para leluhur. Dialah Suparno yang mendapat amanat mengurus segala sesuatu terkait makam para adipati yang telah ada sejak era Mataram Islam.

Sejak tujuh tahun lalu, ia diamanati menggantikan ayahandanya yang telah wafat untuk meneruskan tugas mengurus komplek Makam Astana Pasekaran yang telah ada sejak tahun 1600-an.

“Tidak ada wejangan apapun dari mendiang bapak (Nur Khasan) pokoknya, jadi juru kunci di sini sudah turun-menurun sejak simbah (Mbah Muchari),” katanya, saat ditemui di samping pusara Makam Adipati Batang, KRT. Soero Hadiningrat (Pangeran Sedarawuh), Kabupaten Batang, Senin (6/4/2026).

Setiap harinya ia secara istiqomah membersihkan setiap sudut di area  Makam Astana Pasekaran mulai dari menyapu halaman komplek hingga membersihkan makam para adipati. Khususnya yang menjadi fokus para peziarah, ada beberapa pusara yang sering dikunjungi dan menjadi tempat berdoa kepada Allah serta meneladani perjuangan pendiri Kadipaten Batang.

“Tidak ada waktu khusus atau hari pantangan untuk berziarah ke sini, semua boleh dan buka 24 jam. Hampir setiap harinya ada yang berziarah, bahkan banyak pula dari luar kota, seperti kemarin dari Surabaya, ada pula beberapa tahun lalu kerabat Keraton Kasultanan Yogyakarta yang berziarah ke Makam Adipati Toemenggung Poespo Negoro,” jelasnya.

Sebagai juru kunci, ia pun tak bosan-bosannya mengingatkan generasi muda untuk senantiasa menghormati dan menghargai perjuangan para pendiri Kabupaten Batang.

“Generasi muda harus meneruskan kebiasaan para sesepuh dengan menziarahi pendiri Kabupaten Batang, untuk mengingat kemajuan saat ini berawal dari perjuangan para adipati sejak ratusan tahun lalu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia pun mengharap agar infrastruktur di area komplek Makam Astana Pasekaran perlu dilakukan perbaikan.

“Ada beberapa cungkup makam yang perlu direnovasi, contohnya di makam Adipati Raden Toemenggung Tjokrodjojo, yang harus dilakukan perbaikan, lantai, atap dinding sudah rusak,” terangnya.

Yang tak kalah pentingnya lampu penerangan yang masih harus ditambahkan di beberapa titik. Hal ini untuk memudahkan para peziarah yang seringkali berkunjung saat malam hari dari berbagai wilayah.

Ditemui secara terpisah, pemerhati sejarah Batang, Sodikin membenarkan betapa penting dan sakralnya makam tersebut karena di dalamnya dimakamkan para adipati sejak 1614. Di dalamnya dimakamkan KRT Soero Hadinigrat (Pengeran Sedarawuh), Kandjeng Pangeran Ario Soero Adiningrat, Toemenggoeng Poespo Negoro, Raden Toemenggoeng Tjokrodjojo, KR Adipati Ario Soerjo Diningrat.

“Tak hanya itu, bahkan ada pula Adipati Batang Tumenggung Upasanta yang dimakamkan di daerah Depok Jawa Barat saat melawan VOC di Batavia. Adapula peran Ratu Batang yang sempat memimpin sementara di Kadipaten Batang sebelum menjadi istri dari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang dimakamkan di Imogiri Yogyakarta,” ujar dia.

Masih banyak sejarah yang perlu dibedah untuk mengetahui siapa saja yang dinamakamkan di sana sejak 1614.

“Saat ini tim pengkaji sejarah Batang masih terus menelusuri bukti-bukti otentik bahkan berencana mengulik dokumen yang tersimpan di Perpustakaan Leiden Belanda,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Tumbuhkan Kepekaan Sosial, SMA Wonotunggal Suarakan Pesan Berbalut Sastra Tumbuhkan Kepekaan Sosial, SMA Wonotunggal Suarakan Pesan Berbalut Sastra
Tumbuhkan Kepekaan Sosial, SMA Wonotunggal Suarakan Pesan Berbalut Sastra
Batang - Memeriahkan Bulan Bahasa, SMA Negeri 1 Wonotunggal menggelar sejumlah perlombaan dengan mengangkat tema "Merangkai Kata, Menyuarakan Makna, Menghidupkan Dunia. Perlombaan yang diikuti oleh pelajar kelas X dan XI ini merupakan upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, sehingga dapat membentuk karakter positif, saat terjun di tengah masyarakat sepenuhnya nanti.
23 Okt 2026 Jumadi 48
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Industropolis Batang Tanam 2.500 Pohon Aren, Targetkan Jadi Bahan Baku Bioetanol
Batang Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengembangkan gerakan penghijauan melalui penanaman pohon aren di kawasan Reservoir Timur Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 545
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Bupati Batang Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Tembus Rp8,5 Triliun
Batang Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan. Penghargaan tersebut diserahkan di Ballroom Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (23102026).
23 Okt 2026 Jumadi 257
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Cegah Abrasi dan Rob, Kapolda Jateng Tanam Mangrove di Batang
Batang - Ancaman abrasi dan terjangan banjir rob bukan lagi cerita baru bagi masyarakat di kawasan pesisir Jawa Tengah. Di Kabupaten Batang saja, tamparan gelombang air laut kini telah merambah dan merendam lebih dari 400 hektare lahan pesisir. Menghadapi tantangan alam yang kian mengkhawatirkan ini, penanganan tidak lagi bisa mengandalkan satu pihak semata.
23 Okt 2026 Jumadi 321
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah
Batang - Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMASMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23102026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta'alim karangan KH Hasyim Asy'ari.
23 Okt 2026 Jumadi 174
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Tembus Rp8,5 Triliun dan Lampaui Target, Bupati Batang Sabet Award Figur Akselerator Kemajuan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meraih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan kategori Investasi Inklusif dan Kesempatan Kerja Berkeadilan dari detikjateng-jogja. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkab Batang mendorong realisasi investasi hingga Rp8,5 triliun, melampaui target RPJMD, melalui kemudahan perizinan dan pemberian insentif bagi investor. Pemkab Batang juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal melalui program Dapat Kerja (Daker), yang turut mendukung penurunan pengangguran dan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,29 pada kuartal II 2026.
23 Okt 2026 Jumadi 220