Batang - Kabupaten Batang tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur daerah. Tidak tanggung-tanggung, kabupaten ini diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang mengimplementasikan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Alat Penerangan Jalan (APJ).
Batang - Kabupaten Batang tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur daerah. Tidak tanggung-tanggung, kabupaten ini diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang mengimplementasikan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk Alat Penerangan Jalan (APJ).
Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus
Pambudi mengungkapkan, bahwa fokus utama pembangunan tahun 2027 akan diarahkan
pada proyek-proyek infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada
masyarakat.
“Penekanan kami di 2027
adalah proyek infrastruktur strategis. Melalui KPBU APJ, Batang akan menjadi
kabupaten pertama di Jawa Tengah yang menerapkan skema ini,†katanya saat
ditemui di Kantornya, Kamis (2/4/2026).
Proses transformasi
wajah Batang menjadi "Kota Terang" sudah mulai berjalan. Setelah
penandatanganan kesepakatan induk dengan Kementerian Keuangan pada Maret lalu,
tahapan krusial akan dimulai pada April 2026 ini melalui market sounding.
“Menariknya, proyek ini
mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Project Development
Facility (PDF). Dana pendampingan sebesar Rp10 miliar akan dikucurkan oleh
Kementerian Keuangan untuk mendanai proses lelang, studi kelayakan, hingga
peningkatan kapasitas SDM,†jelasnya.
Artinya, APBD kita
tidak perlu mengeluarkan dana untuk proses awal tersebut. Ini adalah PDF
pertama untuk KPBU skala kecil. Ia menambahkan bahwa pembangunan fisik
ditargetkan mulai akhir 2026.
“Harapan Pak Bupati,
Batang sudah menyala terang pada April 2027, bertepatan dengan HUT Batang. Selain
masalah penerangan, Pemkab Batang juga serius menangani persoalan lingkungan
melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul,†ungkapnya.
Proyek yang didanai
Kementerian PUPR ini dijadwalkan masuk tahap pemenang lelang pada Mei 2026.
Bagus juga menyebutkan,
meski pembangunan fisik dikebut tahun ini, operasional penuh TPST Sentul
diprediksi baru akan dimulai pada November 2027. Pemkab Batang kini tengah
bersiap membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus untuk mengelola fasilitas
tersebut.
“Setelah dibangunkan
pusat, pengelolaan akan diserahkan ke Pemda. Kami harus menyiapkan anggaran
operasionalnya. Nantinya, hasil residu dari TPST ini akan ditangkap oleh Indocement,â€
pungkasnya.
Kehadiran TPST Sentul
ini diharapkan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan carut-marut permasalahan
sampah, khususnya di wilayah Batang bagian timur. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)