Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Dukung Industri dan Investasi

Rabu, 18 Maret 2026 Jumadi Dibaca 491 kali Acara Mentri
Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Dukung Industri dan Investasi
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (kanan), meninjau jalur pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi CirebonSemarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Batang - Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi CirebonSemarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan, bahwa sebelum diresmikan, seluruh ruas Cisem 2 telah melalui proses uji teknis. Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran sehingga infrastruktur dinyatakan aman dan siap mengalirkan gas ke konsumen industri.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” jelasnya.

Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242245 kilometer, sehingga secara keseluruhan dengan Cisem 1 mencapai kurang lebih 305 kilometer. Meski lebih panjang dibandingkan Cisem 1, penyelesaiannya hanya berselisih dua bulan dari tahap pertama. Hal ini dimungkinkan karena strategi pembangunan dilakukan dengan pembagian beberapa ruas sehingga dapat dikerjakan secara paralel.

“Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer sebelumnya diselesaikan dalam waktu 17 bulan, sementara Cisem 2 rampung dalam 19 bulan. Pembangunan pipa transmisi ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Infrastruktur ini juga mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga kawasan Andaman ke dalam sistem transmisi gas nasional,” terangnya.

PT PGN (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet pemanfaatan gas bumi yang mengalir di Pipa Cisem dengan mengintegrasikan pipa transmisi tersebut ke jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan. Dalam pengoperasiannya, PGN didukung oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), yang bertindak sebagai operator infrastruktur transmisi tersebut.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan, Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri. Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga.

“Menurut Wamen ESDM, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, serta kawasan komersial yang membutuhkan pasokan energi stabil dan berkelanjutan. Ketersediaan energi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Selain mendukung industri, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas. Keberadaan infrastruktur gas dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kegiatan ekspor, memperkuat devisa negara, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui multiplier effect yang signifikan.

Arief menambahkan, bahwa konektivitas ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keseimbangan pasokan (supply) dan penyaluran (demand). PGN berkomitmen memberikan layanan yang andal demi mewujudkan kemandirian energi dan mendukung roda ekonomi negeri.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga diminta untuk mempercepat layanan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, seperti persetujuan bangunan dan persetujuan lingkungan. Karena KITB telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sejumlah perizinan dari pemerintah pusat telah memperoleh kemudahan, sehingga diharapkan proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Wamen ESDM menegaskan bahwa infrastruktur gas merupakan fondasi penting energi nasional yang harus dijaga dan dioptimalkan secara berkelanjutan. Keandalan pasokan energi, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mendekati 8 persen.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Pemkab Batang Sosialisasikan Program KPR Sejahtera FLPP bagi ASN
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Sosialisasi Program Perumahan melalui Pembiayaan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 142
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 61
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 82
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 104
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 86
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 72