Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Dukung Industri dan Investasi

Rabu, 18 Maret 2026 Jumadi Dibaca 659 kali Acara Mentri
Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Dukung Industri dan Investasi
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung (kanan), meninjau jalur pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi CirebonSemarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Batang - Pemerintah secara resmi melakukan gas in atau pengaliran gas perdana pada proyek pipa transmisi gas bumi CirebonSemarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Langkah ini menandai siap beroperasinya ruas transmisi yang menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan, bahwa sebelum diresmikan, seluruh ruas Cisem 2 telah melalui proses uji teknis. Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kebocoran sehingga infrastruktur dinyatakan aman dan siap mengalirkan gas ke konsumen industri.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” jelasnya.

Proyek Cisem 2 memiliki panjang sekitar 242245 kilometer, sehingga secara keseluruhan dengan Cisem 1 mencapai kurang lebih 305 kilometer. Meski lebih panjang dibandingkan Cisem 1, penyelesaiannya hanya berselisih dua bulan dari tahap pertama. Hal ini dimungkinkan karena strategi pembangunan dilakukan dengan pembagian beberapa ruas sehingga dapat dikerjakan secara paralel.

“Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer sebelumnya diselesaikan dalam waktu 17 bulan, sementara Cisem 2 rampung dalam 19 bulan. Pembangunan pipa transmisi ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam rangka memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Infrastruktur ini juga mengintegrasikan berbagai sumber gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga kawasan Andaman ke dalam sistem transmisi gas nasional,” terangnya.

PT PGN (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet pemanfaatan gas bumi yang mengalir di Pipa Cisem dengan mengintegrasikan pipa transmisi tersebut ke jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan. Dalam pengoperasiannya, PGN didukung oleh anak usahanya, PT Pertamina Gas (Pertagas), yang bertindak sebagai operator infrastruktur transmisi tersebut.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto mengatakan, Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat mencapai manfaat yang optimal untuk memastikan sumber gas bumi domestik dapat dinikmati secara langsung oleh industri dalam negeri. Beroperasinya Pipa Cisem yang dioperasikan oleh Pertagas ini nantinya berpotensi besar untuk menjangkau kawasan industri, sektor komersial, retail, usaha kecil menengah serta memperluas akses jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga.

“Menurut Wamen ESDM, integrasi tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan ekonomi, serta kawasan komersial yang membutuhkan pasokan energi stabil dan berkelanjutan. Ketersediaan energi yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Selain mendukung industri, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi luas. Keberadaan infrastruktur gas dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kegiatan ekspor, memperkuat devisa negara, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui multiplier effect yang signifikan.

Arief menambahkan, bahwa konektivitas ini akan memberikan fleksibilitas dalam menjaga keseimbangan pasokan (supply) dan penyaluran (demand). PGN berkomitmen memberikan layanan yang andal demi mewujudkan kemandirian energi dan mendukung roda ekonomi negeri.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga diminta untuk mempercepat layanan perizinan yang menjadi kewenangan daerah, seperti persetujuan bangunan dan persetujuan lingkungan. Karena KITB telah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sejumlah perizinan dari pemerintah pusat telah memperoleh kemudahan, sehingga diharapkan proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Wamen ESDM menegaskan bahwa infrastruktur gas merupakan fondasi penting energi nasional yang harus dijaga dan dioptimalkan secara berkelanjutan. Keandalan pasokan energi, menurutnya, menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mendekati 8 persen.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” pungkasnya.

Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas untuk kawasan industri di Jawa bagian Barat dan sekitarnya diharapkan semakin stabil. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 222
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 78
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 147
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 9083
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 115
Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita
Cegah Kekerasan di Sekolah, DP3AP2KB Batang Buka Ruang Bercerita
DP3AP2KB Kabupaten Batang melalui program UPTD Menyapa menghadirkan Ruang Cerita dan Ruang Tumbuh sebagai wadah aman bagi pelajar untuk menyampaikan permasalahan, berkonsultasi dengan psikolog, serta mendapatkan edukasi hukum. Program ini bertujuan mencegah kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan keberanian remaja dalam menjaga kesehatan mental dan melaporkan tindakan kekerasan.
30 Okt 2026 Jumadi 79