Batang - Batang Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan tiang listrik roboh. Dampaknya, jalur Pantura di wilayah Kecamatan Subah sempat lumpuh selama beberapa jam.
Batang - Batang Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Batang menyebabkan puluhan pohon tumbang dan tiang listrik roboh. Dampaknya, jalur Pantura di wilayah Kecamatan Subah sempat lumpuh selama beberapa jam.
Kapolres
Batang AKBP Veronica mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.40
WIB dan berdampak di beberapa wilayah, terutama Kecamatan Subah dan Gringsing.
“Di
wilayah Subah menjadi perhatian khusus karena jalur Pantura sempat terputus.
Tercatat ada 33 pohon tumbang dan sekitar 30 tiang listrik roboh. Kejadian ini
juga menyebabkan dua korban jiwa meninggal dunia,†katanya usai meninjau di
Jalur Pantura, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (4/3/2026) malam.
Menurutnya,
proses evakuasi dilakukan secara cepat melalui koordinasi antara Polri, BPBD,
dan PLN. Berkat kolaborasi tersebut, jalur Pantura yang sempat tertutup pohon
tumbang dapat kembali dibuka setelah sekitar lima jam penanganan.
“Kami
bersama BPBD dan PLN melakukan penanganan semalaman. Dalam waktu sekitar lima
jam, jalur yang sempat terputus berhasil dibuka kembali sehingga mobilitas
masyarakat dapat berjalan normal,†jelasnya.
Selain
di Subah, kejadian pohon tumbang juga terjadi di wilayah Gringsing. Di daerah
tersebut terdapat dua pohon tumbang dan dua tiang listrik roboh yang juga
mengakibatkan satu korban jiwa.
Sementara
itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Wawan Nurdiansyah
menyebutkan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di dua wilayah
tersebut, tetapi juga dirasakan di sejumlah kecamatan lainnya.
“Secara
keseluruhan ada sekitar 10 kecamatan yang terdampak dari wilayah barat hingga
timur Batang. Namun yang paling parah memang di wilayah Subah karena banyak
pohon jati besar tumbang dan menutup akses jalan nasional,†terangnya.
Ia
menjelaskan, fokus penanganan awal dilakukan di jalur Pantura Subah karena
merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Setelah proses pembersihan dilakukan, arus lalu lintas di jalur tersebut kini
telah kembali normal.
Meski
demikian, BPBD masih melakukan pembersihan sisa material pohon tumbang serta
pendataan dampak bencana di sejumlah wilayah.
“Hari
ini tim BPBD diterjunkan untuk melakukan asesmen dan memvalidasi laporan dari
10 kecamatan yang terdampak,†ujar dia.
Pihak
kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan
mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi menimbulkan
kejadian serupa. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)