Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang diikuti para pelajar tersebut menjadi ajang pengenalan budaya sekaligus edukasi mengenai teknologi pembangkit listrik dan konservasi lingkungan pesisir. Di tengah penampilan seni para siswa, mulai dari tarian, musik, hingga pertunjukan budaya, tim dari BPI turut memberikan sosialisasi mengenai peran PLTU Batang dalam penyediaan energi nasional serta upaya menjaga kelestarian lingkungan.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia Aryamir H. Sulasmoro mengatakan, dukungan terhadap kegiatan budaya sekolah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berbasis kearifan lokal.
“Dukungan kami pada kegiatan Gelar Budaya di SMPN 4 Batang merupakan wujud nyata komitmen berkelanjutan PT Bhimasena Power Indonesia sebagai pemilik PLTU Batang dalam mendukung penguatan karakter generasi muda berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Menurut Aryamir, pendidikan tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui pemahaman terhadap budaya dan lingkungan sekitar. Kami percaya bahwa pendidikan yang kokoh tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari bagaimana generasi penerus kita memahami, mencintai, dan melestarikan akar budaya mereka sendiri.
“Selain memperkenalkan teknologi pembangkit listrik, BPI juga mengenalkan program konservasi hiu paus atau whale shark yang selama ini menjadi bagian dari perhatian perusahaan. Dalam sosialisasi tersebut, para pelajar diperkenalkan dengan keberadaan hiu paus yang beberapa kali terlihat di sekitar jetty PLTU Batang,” terangnya.
Aryamir juga menyebutkan, keberadaan hiu paus menjadi indikator bahwa ekosistem laut di wilayah pesisir Batang masih terjaga dengan baik. Melalui sinergi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya dan menjaga kelestarian ekosistem laut di pesisir Batang dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih baik.
Dalam sesi interaktif, tim Stakeholder Relation BPI juga mengajak siswa mengenal teknologi PLTU Batang secara lebih dekat. Para pelajar diajak menebak tinggi cerobong PLTU Batang yang terlihat menjulang dari kejauhan. Dari sosialisasi itu diketahui cerobong PLTU Batang memiliki tinggi sekitar 240 meter dan menjadi salah satu bangunan tertinggi di Kabupaten Batang.
Tim BPI menjelaskan tinggi cerobong tersebut dirancang agar emisi gas buang dapat langsung dilepaskan ke atmosfer luar sesuai standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan berbagai program penghijauan yang telah dilakukan di kawasan pesisir Batang. Program tersebut meliputi penanaman mangrove, konservasi kawasan hutan di Ujungnegoro, hingga pelestarian tanaman endemik seperti pohon krasak dan plalar,” tegasnya.
Suasana sosialisasi semakin menarik ketika diputar video mengenai hiu paus yang beberapa kali muncul di sekitar kawasan PLTU Batang. Para pelajar tampak antusias menyimak penjelasan mengenai hewan laut terbesar tersebut yang dapat tumbuh hingga panjang 18 meter.
“Kalau ketemu hiu paus, jangan diburu, jangan dibunuh. Dia itu tidak mengganggu kita. BPI juga mengkampanyekan gerakan Save Whale Shark kepada masyarakat dan nelayan sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut,” ungkapnya.
Perusahaan berharap, jika kelestarian laut tetap terjaga, wilayah pesisir Batang berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata bahari seperti Gorontalo maupun Bali.
Sementara itu, Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno menyampaikan, apresiasi atas dukungan PT Bhimasena Power Indonesia dalam kegiatan tersebut.
“Gelar Budaya tidak hanya menjadi ruang kreativitas siswa dalam melestarikan seni dan budaya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai teknologi energi dan kepedulian lingkungan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)