Aksi Bersih Pantai Jodo, Jateng Kejar Target Zero Sampah 2029

Selasa, 24 Februari 2026 Jumadi Dibaca 336 kali Acara Pimpinan Daerah
Aksi Bersih Pantai Jodo, Jateng Kejar Target Zero Sampah 2029
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi memberikan sambutan saat aksi bersih sampah di Pantai Jodo, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota menggelar aksi bersih sampah di Pantai Jodo, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menekan persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Batang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota menggelar aksi bersih sampah di Pantai Jodo, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menekan persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengatakan, penanganan sampah di Jawa Tengah perlu langkah nyata dari seluruh daerah, tidak hanya sebatas penandatanganan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU). Hingga saat ini baru 16 kabupaten/kota yang telah melakukan MoU terkait pengelolaan sampah. Namun, langkah tersebut harus segera diikuti dengan rencana aksi yang jelas.

“Jangan hanya sebatas MoU, tetapi harus ada action plan. Besok saya akan rapat dengan Menko, jadi saya minta para bupati dan wali kota segera memberikan data terkait sampah untuk kita bawa ke Jakarta,” jelasnya.

Ia menjelaskan, produksi sampah di Provinsi Jawa Tengah mencapai sekitar 6,36 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 60 persen yang dapat diproses, sementara sisanya belum tertangani secara optimal. Karena itu, penanganan darurat sampah menjadi perhatian pemerintah pusat dengan target pada 2029 Indonesia dapat mencapai kondisi zero sampah.

Lutfi juga menegaskan, bahwa Gerakan Jateng Asri yang melibatkan 35 kabupaten/kota bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan edukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap persoalan sampah.

“Kegiatan ini harus menjadi budaya bersama, bahwa sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama. Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong program penghijauan di wilayah pesisir melalui penanaman mangrove. Hal ini dilakukan mengingat sekitar 920 kilometer garis pantai di Jawa Tengah terdampak rob,” terangnya.

Ia juga meminta kabupaten/kota yang memiliki wilayah pesisir untuk kembali menggalakkan penanaman mangrove. Targetnya, penanaman mangrove dan tanaman pesisir dapat mencapai sekitar dua juta pohon.

Menurut Lutfi, upaya tersebut tidak hanya untuk menjaga lingkungan pesisir, tetapi juga sebagai langkah pencegahan bencana sekaligus mendukung pengendalian sampah di wilayah pantai.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, Pemkab Batang mendukung penuh gerakan penanganan sampah dari hulu hingga hilir melalui program kebersihan yang lebih masif.

Menurut dia, kegiatan bersih-bersih lingkungan sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap Jumat pagi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Ke depan akan kita masifkan lagi sampai ke tingkat kecamatan maupun desa. Apalagi menjelang Idul Fitri, kegiatan bersih-bersih akan kita lakukan secara rutin,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa produksi sampah di Kabupaten Batang mencapai sekitar 428 ton per hari. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Batang menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul dengan kapasitas 100 hingga 120 ton per hari.

“Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan dan perencanaan teknis, dengan target pembangunan dimulai pada Agustus dan diperkirakan selesai pada 2027. TPST Sentul nantinya diproyeksikan dapat melayani sekitar empat hingga lima kecamatan. Sementara itu, sebagian sampah lainnya masih akan ditangani di TPA Randukuning,” ungkapnya.

Pemkab Batang juga berencana bekerja sama dengan wilayah Pekalongan Raya serta pihak swasta dalam pengelolaan sampah, termasuk pengiriman sebagian sampah ke Pekalongan.

“Dengan langkah tersebut, kami optimistis sekitar 80 sampai 85 persen persoalan sampah di Kabupaten Batang bisa terselesaikan,” ujar Faiz.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan perkotaan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan sejak tingkat kelurahan dan desa.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur pemerintah dan masyarakat turut terlibat membersihkan sampah di kawasan Pantai Jodo. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus melempar sinyal hijau bagi pengembangan kawasan industri dan penyangga, tanpa perlu mengorbankan sektor ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dibuktikan melalui akselerasi pembahasan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini tengah digodok secara intensif.
23 Sep 2026 Jumadi 41
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Batang - Pemerintah Kabupaten  Batang mendorong pengembangan peternakan sapi perah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan susu di daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri puncak Bulan Bakti Peternak dan Kesehatan Hewan Ke-190 yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan (Dispaperta) Batang di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 51
149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun 149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
Batang - Sebanyak 149 nelayan dari lima wilayah pesisir Kabupaten Batang mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Kelima wilayah tersebut yakni Desa Ujungnegoro, Desa Ponowareng, Desa Karanggeneng, Dukuh Roban Timur Desa Sengon, dan Dukuh Roban Barat Desa Kedungsegog. Penyerahan kepesertaan di Kantor Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 18
Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Menatap Wajah Baru Gringsing, Skenario Kota Satelit Pendukung Kawasan Industri Batang
Batang - Berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membawa angin segar bagi penataan wilayah di sekitarnya. Kecamatan Gringsing kini mulai bersiap menata diri, bersolek menuju kawasan perkotaan modern yang akan menjadi pusat keramaian baru di timur Kabupaten Batang.
22 Sep 2026 Jumadi 113
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Pemkab Batang Siapkan Rp 52 Miliar untuk Perbaikan 20 Paket Jalan Prioritas
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui perubahan APBD 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah paket pekerjaan jalan yang menjadi prioritas dan dinilai menjawab kebutuhan masyarakat.
22 Sep 2026 Jumadi 107
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
RSUD Batang Gerak Cepat Tangani 34 Warga Keracunan
Batang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang bergerak cepat menangani warga yang mengalami keluhan mengarah pada keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam kegiatan Posyandu di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang. Sejumlah pasien mulai berdatangan ke RSUD Batang sejak Senin (2192026) malam hingga Selasa (2292026) dini hari.
22 Sep 2026 Jumadi 158