Gerak Cepat Pemkab Batang, Gandeng Perhutani untuk Relokasi Korban Longsor Pranten

Kamis, 12 Februari 2026 Jumadi Dibaca 614 kali Pembangunan Infrastruktur
Gerak Cepat Pemkab Batang, Gandeng Perhutani untuk Relokasi Korban Longsor Pranten
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah menyampaikan, Gerak Cepat Pemkab Batang, Gandeng Perhutani untuk Relokasi Korban Longsor di Desa Pranten.
Batang Ancaman longsor yang membayangi warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, memacu Pemerintah Kabupaten Batang untuk bertindak cepat. Demi menghindari potensi tragedi, sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini bermukim di zona merah bencana dipastikan akan segera dipindahkan ke Hunian sementara (Huntara).

Batang Ancaman longsor yang membayangi warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, memacu Pemerintah Kabupaten Batang untuk bertindak cepat. Demi menghindari potensi tragedi, sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini bermukim di zona merah bencana dipastikan akan segera dipindahkan ke Hunian sementara (Huntara).

Keputusan ini diambil setelah hasil survei lapangan menunjukkan bahwa kondisi pemukiman warga sudah tidak lagi layak huni akibat risiko pergerakan tanah yang sangat tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah menegaskan, bahwa keselamatan nyawa menjadi pertimbangan tunggal dalam langkah darurat ini.

“Beberapa KK memang harus direlokasi karena tempat tinggalnya sangat-sangat rawan longsor. Prioritas kami adalah keselamatan warga, jangan sampai terjadi korban jiwa,” katanya saat ditemui di Kantornya, Kamis (12/2/2026).

Titik terang untuk lokasi relokasi mulai terlihat. Pemkab Batang telah membidik lahan milik Perhutani sebagai tempat bernaung baru bagi warga. Saat ini, pemerintah desa tengah mengurus proses administrasi agar lahan tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat singgah, tapi bisa menjadi hak milik warga secara permanen.

“Sudah dikomunikasikan dan saat ini sedang diproses oleh pemerintah desa. Harapannya, lahan yang semula milik Perhutani bisa menjadi hak warga,” jelasnya.

Sambil menunggu proses alih fungsi lahan yang panjang, Pemkab Batang menggandeng Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) serta para relawan untuk mulai mendirikan huntara. Meski bersifat darurat, hunian ini dirancang untuk memberikan rasa aman yang selama ini hilang dari benak warga Pranten.

“Namanya juga hunian sementara, tentu bangunannya sangat sederhana. Tapi minimal bisa ditempati dengan aman sambil menunggu hunian tetap (huntap),” tegasnya.

Pastikan Huntara Tepat Sasaran

Wawan memastikan proyek kemanusiaan ini tidak akan mubazir. Sebelum palu pertama diketukkan, pemerintah telah memastikan kesediaan warga untuk pindah. Berdasarkan laporan dari perangkat desa setempat, seluruh 28 KK menyatakan setuju untuk meninggalkan rumah lama mereka demi keamanan.

“Jangan sampai kita bangun tapi tidak dimanfaatkan. Tadi pagi sudah dikonfirmasi Pak Lurah, semuanya bersedia,” ungkapnya.

Rencananya, tim gabungan akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemetaan detail. Setiap unit huntara akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Data jiwa per KK sudah kami inventarisasi. Jadi nanti jumlah kamar akan disesuaikan.

“Meski saat ini fokus pada huntara, pemerintah tidak menutup mata pada keinginan warga untuk memiliki rumah permanen yang layak. Program Hunian Tetap (Huntap) atau yang secara teknis disebut Ruspin tengah diupayakan melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

Namun, Wawan mengingatkan bahwa ada konsekuensi yang harus diambil. Dalam skema tukar kelola lahan yang dibahas, rumah lama warga di zona bahaya tidak boleh lagi ditempati dan idealnya diserahkan kembali ke pihak Perhutani.

“Kalau tetap dihuni, sangat riskan. Karena itu kita upayakan warga pindah ke lokasi yang lebih aman,” pungkasnya.

Langkah relokasi ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman bencana, sekaligus membuka lembaran baru yang lebih tenang bagi masyarakat Pranten di masa depan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 30
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 54
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 31
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 101
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 28
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 32