Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Rabu, 11 Februari 2026 Jumadi Dibaca 631 kali Kesehatan
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti (kiri) mengingatkan, pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.
Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Menurutnya, anak-anak sebenarnya tetap boleh mengonsumsi minuman atau makanan manis. Namun, jumlahnya harus diperhitungkan agar tidak berlebihan.

“Boleh minum teh manis, tapi harus dihitung. Kalau sudah minum teh manis, jangan ditambah lagi permen atau makanan manis lain. Jangan bertumpuk-tumpuk,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).

Dijelaskannya, dalam konsep gizi seimbang, asupan gula, garam, lemak, hingga protein memiliki takaran harian yang perlu diperhatikan. Banyak orang tua maupun anak belum menyadari bahwa kandungan gula dan lemak kerap tersembunyi dalam berbagai jenis jajanan.

“Jadi kita tahu porsinya sehari proteinnya berapa, lemaknya berapa, itu semua ada aturannya. RSUD Batang menemukan kasus diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2 yang umumnya dipicu obesitas,” jelasnya.

Diabetes ada. Biasanya yang tipe 2 ini didapat karena obesitas. Ini juga ada kasusnya dan masih program penurunan berat badan. Setelah berat badan turun, kadar gula darahnya membaik. Selain itu, terdapat pula pasien diabetes bawaan yang membutuhkan pengawasan ketat serta terapi insulin secara rutin.

“Untuk rentang usia, kasus diabetes pada anak di Batang bahkan ditemukan sejak umur 10 tahun hingga remaja 14 tahun. Sementara kasus yang berkaitan dengan obesitas ada pula pada usia sekitar 17 tahun. Ada empat kasus usia 10 sampai 14 tahun. Yang karena obes kemudian menjadi kencing manis juga ada,” ungkapnya.

Ia berharap, edukasi mengenai gizi seimbang terus digencarkan, baik kepada orang tua maupun anak, agar kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dapat dikendalikan sejak dini. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
DPUPR minta, Indomaret Fres Alun-Alun Batang Kembalikan Fungsi Trotoar
Batang - Polemik keberadaan pedestrian di depan Indomaret Fres, Alun-Alun Batang, akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang.
25 Mei 2026 Jumadi 61
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Dispaperta Batang Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan ternak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak kurban.
25 Mei 2026 Jumadi 78
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Penjualan Hewan Kurban di Batang Cenderung Stabil, Pedagang Kambing Harapkan Pembeli Meningkat
Batang - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban mulai terlihat di sejumlah titik di Kabupaten Batang. Salah satunya di lapak penjual kambing di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang, Senin (2552026), yang mulai dipadati calon pembeli meski belum seramai tahun-tahun sebelumnya.
25 Mei 2026 Jumadi 188
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Dinarpus Jateng Visitasi Perpusdes Prapanca, Wabup Batang Harapkan Penilaian Obyektif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan dukungan dan harapan besar bagi Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar yang saat ini sedang mendapatkan penilaian langsung untuk meraih Perpustakaan Desa Terbaik Tingkat Jateng. Wakil Bupati Batang Suyono mamastikan, apabila setelah dilakukan visitasi, sesuai dengan data, tentu nilai yang murni akan didapat berkat kerja keras yang mengedepankan integritas.
25 Mei 2026 Jumadi 68
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Pemkab Batang Minta Indomaret Fresh Kembalikan Fungsi Trotoar dan Pedestrian
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mendesak pihak manajemen Indomaret Fresh segera mengembalikan fungsi pedestrian dan trotoar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Alun-Alun Batang, setelah area tersebut menuai keluhan masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
25 Mei 2026 Jumadi 61
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Fasilitas Lengkap, Perpustakaan Griya Prapanca Diminati Warga Bandar
Batang - Perpustakaan Griya Prapanca Desa Bandar, berupaya memenuhi layanan literasi dengan kelengkapan fasilitas hingga diminati warga untuk memenuhi kebutuhan literasi maupun pelatihan kewirausahaan. Saat ini, perpustakaan tersebut masuk enam besar dan menjalani visitasi penilaian langsung dari tim juri Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Jawa Tengah.
25 Mei 2026 Jumadi 65