Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Rabu, 11 Februari 2026 Jumadi Dibaca 787 kali Kesehatan
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti (kiri) mengingatkan, pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.
Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Menurutnya, anak-anak sebenarnya tetap boleh mengonsumsi minuman atau makanan manis. Namun, jumlahnya harus diperhitungkan agar tidak berlebihan.

“Boleh minum teh manis, tapi harus dihitung. Kalau sudah minum teh manis, jangan ditambah lagi permen atau makanan manis lain. Jangan bertumpuk-tumpuk,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).

Dijelaskannya, dalam konsep gizi seimbang, asupan gula, garam, lemak, hingga protein memiliki takaran harian yang perlu diperhatikan. Banyak orang tua maupun anak belum menyadari bahwa kandungan gula dan lemak kerap tersembunyi dalam berbagai jenis jajanan.

“Jadi kita tahu porsinya sehari proteinnya berapa, lemaknya berapa, itu semua ada aturannya. RSUD Batang menemukan kasus diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2 yang umumnya dipicu obesitas,” jelasnya.

Diabetes ada. Biasanya yang tipe 2 ini didapat karena obesitas. Ini juga ada kasusnya dan masih program penurunan berat badan. Setelah berat badan turun, kadar gula darahnya membaik. Selain itu, terdapat pula pasien diabetes bawaan yang membutuhkan pengawasan ketat serta terapi insulin secara rutin.

“Untuk rentang usia, kasus diabetes pada anak di Batang bahkan ditemukan sejak umur 10 tahun hingga remaja 14 tahun. Sementara kasus yang berkaitan dengan obesitas ada pula pada usia sekitar 17 tahun. Ada empat kasus usia 10 sampai 14 tahun. Yang karena obes kemudian menjadi kencing manis juga ada,” ungkapnya.

Ia berharap, edukasi mengenai gizi seimbang terus digencarkan, baik kepada orang tua maupun anak, agar kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dapat dikendalikan sejak dini. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 235
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 179
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 167
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 198
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 345
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 323