Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis

Rabu, 11 Februari 2026 Jumadi Dibaca 697 kali Kesehatan
Kasus Diabetes, Dokter RSUD Batang Ingatkan Remaja Batasi Makanan Manis
Dokter spesialis anak RSUD Batang Tan Evi Susanti (kiri) mengingatkan, pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.
Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Batang - Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan pada anak dan remaja menjadi perhatian tenaga medis di Kabupaten Batang. Dokter spesialis anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang Tan Evi Susanti, mengingatkan pentingnya penerapan pola gizi seimbang untuk mencegah munculnya penyakit metabolik sejak usia muda.

Menurutnya, anak-anak sebenarnya tetap boleh mengonsumsi minuman atau makanan manis. Namun, jumlahnya harus diperhitungkan agar tidak berlebihan.

“Boleh minum teh manis, tapi harus dihitung. Kalau sudah minum teh manis, jangan ditambah lagi permen atau makanan manis lain. Jangan bertumpuk-tumpuk,” katanya saat ditemui di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (11/2/2026).

Dijelaskannya, dalam konsep gizi seimbang, asupan gula, garam, lemak, hingga protein memiliki takaran harian yang perlu diperhatikan. Banyak orang tua maupun anak belum menyadari bahwa kandungan gula dan lemak kerap tersembunyi dalam berbagai jenis jajanan.

“Jadi kita tahu porsinya sehari proteinnya berapa, lemaknya berapa, itu semua ada aturannya. RSUD Batang menemukan kasus diabetes pada anak, terutama diabetes tipe 2 yang umumnya dipicu obesitas,” jelasnya.

Diabetes ada. Biasanya yang tipe 2 ini didapat karena obesitas. Ini juga ada kasusnya dan masih program penurunan berat badan. Setelah berat badan turun, kadar gula darahnya membaik. Selain itu, terdapat pula pasien diabetes bawaan yang membutuhkan pengawasan ketat serta terapi insulin secara rutin.

“Untuk rentang usia, kasus diabetes pada anak di Batang bahkan ditemukan sejak umur 10 tahun hingga remaja 14 tahun. Sementara kasus yang berkaitan dengan obesitas ada pula pada usia sekitar 17 tahun. Ada empat kasus usia 10 sampai 14 tahun. Yang karena obes kemudian menjadi kencing manis juga ada,” ungkapnya.

Ia berharap, edukasi mengenai gizi seimbang terus digencarkan, baik kepada orang tua maupun anak, agar kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dapat dikendalikan sejak dini. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 27
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 28
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 41
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 26
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 43
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengawal ketat pendistribusian dan edukasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
27 Jul 2026 Jumadi 96