Batang Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan capaian positif dalam sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam koordinasi daerah, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Batang mengalami penurunan berkelanjutan hingga menyentuh angka 5,07% pada tahun 2025.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan capaian positif dalam sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan dalam koordinasi daerah, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Batang mengalami penurunan berkelanjutan hingga menyentuh angka 5,07% pada tahun 2025.
Kepala Badan
Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus
Pambudi menyampaikan, bahwa realisasi ini menunjukkan tren positif dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya. Tercatat pada tahun 2021 angka TPT berada di level
6,59%, sempat naik tipis ke 6,64% di 2022, namun terus konsisten menurun di
tahun 2023 (6,06%) dan 2024 (5,67%).
“Capaian TPT kita di
tahun 2025 sebesar 5,07% ini telah berhasil melampaui target yang ditetapkan
sebelumnya sebesar 5,27%. Ini adalah hasil dari kerja keras lintas sektoral
dalam menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja yang baik di Batang,†katanya
saat ditemui di Kantornya, Rabu (4/2/2026).
Analisis
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Meskipun secara umum
menurun, Bagus Pambudi memberikan catatan khusus pada struktur pengangguran berdasarkan
tingkat pendidikan. Data menunjukkan bahwa lulusan Diploma memegang persentase
pengangguran tertinggi yakni 11,28%, disusul oleh lulusan SMK (10,95%) dan SMA
(9,49%). Sementara itu, pengangguran di tingkat SD justru yang terendah di
angka 1,77%.
“Ada fenomena gap
antara kualifikasi lulusan pendidikan menengah dan tinggi dengan kebutuhan
industri. Hal ini yang terus kita intervensi melalui program-program strategis,â€
jelasnya.
Keberhasilan Program
Bupati Batang, M Faiz Kurniawan seperti Dapat Kerja (Daker) Salah satu kunci penurunan
angka pengangguran ini adalah efektivitas program Daker. Hingga 15 Desember
2025, tercatat sebanyak 2.531 calon tenaga kerja telah mengikuti program ini.
“Dari total peserta
tersebut, sebanyak 2.115 orang (83,56%) telah berhasil terserap masuk ke dunia
kerja, sementara sisanya masih dalam proses penempatan atau status belum
bekerja,†terangnya.
Bagus juga menyoroti
adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan di Batang. Penduduk yang bekerja di
sektor formal naik menjadi 43,39% (meningkat 2,12% dibanding periode
sebelumnya). Sebaliknya, sektor informal mengalami penurunan sebesar 2,12%
menjadi 56,61%.
“Peningkatan di sektor
formal ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga kita yang mendapatkan jaminan
kerja yang lebih stabil dan terlindungi secara regulasi,†pungkasnya.
Dengan total angkatan
kerja mencapai 508.642 orang di tahun 2025, Pemkab Batang optimis pertumbuhan
ekonomi melalui Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan terus menjadi motor
utama dalam menekan angka pengangguran di masa mendatang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)