DPUPR Batang Janji Evaluasi Proyek Drainase

Senin, 02 Februari 2026 Jumadi Dibaca 323 kali Pembangunan Infrastruktur
DPUPR Batang Janji Evaluasi Proyek Drainase
Kepala DPUPR Batang Endro Suryono menyampaikan, akan benahi drainase di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Batang.
Batang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang menanggapi kritik dari DPRD Kabupaten Batang terkait sejumlah proyek infrastruktur pengendalian banjir yang dinilai belum memberikan dampak maksimal. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang di Pendopo Kecamatan Batang, Selasa (2/2/2026).

Batang - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang menanggapi kritik dari DPRD Kabupaten Batang terkait sejumlah proyek infrastruktur pengendalian banjir yang dinilai belum memberikan dampak maksimal. Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang di Pendopo Kecamatan Batang, Selasa (2/2/2026).

Anggota DPRD Kabupaten Batang dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Tofani Dwi Ariyanto, menilai pembangunan irigasi sungai dan drainase untuk penanggulangan banjir seharusnya direncanakan secara utuh, tidak dilakukan secara bertahap tanpa kejelasan kelanjutan.

“Saya memberikan masukan kepada DPUPR, dalam melakukan pembangunan irigasi sungai untuk penanggulangan banjir jangan setengah-setengah. Dampaknya jadi tidak terlalu kelihatan, seperti yang kemarin viral di Jalan Ahmad Yani Kauman,” ujarnya.

Ia menilai secara teknis pekerjaan yang dilakukan sudah baik, namun hasilnya belum terasa signifikan karena proyek belum terselesaikan secara menyeluruh.

“Pengerjaannya sebenarnya sudah bagus, tapi karena pembangunannya masih setengah jalan akibat keterbatasan anggaran, dampaknya tidak terlihat maksimal,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan DPRD.

“Sebenarnya kami oke dengan masukan dan kritik. Kritik tadi masuk akal semua dan menjadi evaluasi bagi TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan dinas teknis kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat sejumlah proyek harus dikerjakan secara bertahap dengan pembagian alokasi dana setiap tahun.

“Sekarang kenyataannya anggaran dibagi-bagi, istilahnya satu miliar, satu miliar, satu miliar. Jadi memang belum bisa langsung tuntas,” ucapnya.

Saat ditanya kemungkinan penerapan sistem baru, seperti lelang dini atau penyelesaian proyek dalam satu kali penganggaran, Endro mengatakan hal itu masih dalam tahap kajian.

“Itu menjadi kajian. Keputusan nantinya akan dilihat dari TAPD dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti tingkat kebutuhan mendesak, visi-misi bupati, efisiensi, dan keberlanjutan program,” jelasnya.

Ia juga menyinggung proyek drainase di Jalan Pattimura yang pembangunannya belum tersambung secara menyeluruh. Menurut dia, kondisi tersebut juga dipengaruhi keterbatasan anggaran.

“Catatannya memang posisi saat ini masih bertahap, satu miliar, satu miliar. Anggarannya masih terbatas,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengakui adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat turut berdampak pada kemampuan pembiayaan proyek infrastruktur di Batang.

“Pengurangan TKD itu signifikan. Di dinas kami sendiri efisiensinya kurang lebih sampai Rp16 miliar,” ujarnya.

Menurut Endro, pemangkasan tersebut setara dengan 14 hingga 15 persen dari total anggaran di DPUPR Kabupaten Batang. Namun, angka finalnya masih dalam pembahasan.

“Ini masih digodok dan masih dirapatkan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 29
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 54
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 31
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 100
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 28
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 31