Gandeng Investor Global, Pemkab Batang Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi

Rabu, 28 Januari 2026 Jumadi Dibaca 646 kali Lingkungan
Gandeng Investor Global, Pemkab Batang Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi
Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih tandatangani MoU dengan 4 daerah Pekalongan Raya di Hotel Aston Syariah Pekalongan.
Batang - Empat pemerintah daerah di wilayah Pantura, khususnya Pekalongan Raya, sepakat mengelola sampah bersama menjadi listrik. Langkah besar ini diambil untuk mengakhiri krisis sampah yang kian menghimpit kawasan pesisir Jawa Tengah melalui pembangunan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) regional berbasis Waste to Energy (WTE).

Batang - Empat pemerintah daerah di wilayah Pantura, khususnya Pekalongan Raya, sepakat mengelola sampah bersama menjadi listrik. Langkah besar ini diambil untuk mengakhiri krisis sampah yang kian menghimpit kawasan pesisir Jawa Tengah melalui pembangunan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) regional berbasis Waste to Energy (WTE).

Komitmen ini ditegaskan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh pimpinan Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang di Hotel Aston Syariah Pekalongan, Rabu (28/1/2026).

Nantinya, Kecamatan Karangdadap di Kabupaten Pekalongan akan menjadi "jantung" pengolahan sampah bagi keempat daerah tersebut. Menariknya, proyek raksasa dengan nilai investasi mencapai 300 juta dolar AS (lebih dari Rp1 triliun) ini murni didanai oleh investor swasta, bukan dari kantong pemerintah.

Staf Khusus Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Erwin Izzarudin menjelaskan, bahwa PLTSa ini ditargetkan mampu melahap minimal 1.000 hingga 1.200 ton sampah per hari. Dari "diet" sampah sebanyak itu, energi listrik sebesar 15 hingga 20 megawatt (MW) siap dihasilkan.

“Ini investasi murni swasta, bukan dari pemerintah Tiongkok maupun Indonesia. Bahwa kunci keberhasilan proyek ini bukan pada teknologi semata, melainkan kekompakan daerah. Kalau satu daerah macet mengirim sampah, dampaknya besar. Maka yang paling krusial itu komitmen dan keharmonisan antar daerah,” jelasnya.

Mengakhiri Era TPA "Open Dumping"

Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto menyambut baik langkah ini. Menurutnya, Pekalongan Raya menjadi pionir kedua di Jawa Tengah setelah Tegal Raya dalam transformasi sampah menjadi energi. Mengingat dari 6,3 juta ton sampah di Jawa Tengah per tahun, baru 41 persen yang tertangani dengan layak.

“Masih banyak TPA yang open dumping (sampah dibiarkan terbuka), dan itu tidak bisa lagi dipertahankan. Namun, ini juga memberikan catatan kritis soal logistik. Daerah harus siap anggaran dan armada, jangan sampai sampahnya ada, tapi tidak bisa dikirim,” terangnya.

Senada dengan itu, perwakilan mitra investasi dari Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC), Xin Jun, menyebut teknologi WTE adalah jawaban konkret atas fenomena "pengepungan sampah" di perkotaan.

“Kami percaya, dengan sistem yang jelas dan kebijakan profesional, sampah bisa menjadi solusi berkelanjutan, bukan beban,” tuturnya.

Dengan sistem Build Operate Transfer (BOT), seluruh aset megah ini nantinya akan diserahkan kembali menjadi milik pemerintah daerah setelah masa kontrak 25-30 tahun berakhir.

Harapan Baru Untuk Kabupaten Batang

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Batang Asri Hermawan mengatakan, bagi Kabupaten Batang, proyek ini adalah napas segar. Kesiapan Batang untuk menyuplai 200 ton sampah per hari dari total potensi 430 ton yang dihasilkan warga Batang.

“Persiapan Batang setelah ini adalah menghitung potensi secara detail, dan meminta secara rigid apa saja kontribusi yang akan diterima Batang setelah MoU ini berjalan,” ungkapnya.

Meski masih terkendala armada, Asri Hermawan optimistis bantuan hibah truk sampah akan segera mengalir. Jika proyek ini berjalan mulus, pemandangan gunung sampah di TPA Batang akan tinggal kenangan.

“Kalau ini berjalan, TPA kita bisa ditambang dan tidak menggunung lagi,” ujar dia.

Kini, setelah dokumen diteken, publik menanti kapan groundbreaking dilakukan. Pasalnya, masih ada tahapan krusial mulai dari kajian kelayakan, analisis dampak lingkungan, hingga memastikan kesiapan sosial warga di sekitar lokasi proyek. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 63
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 67
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 80
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 61
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 54
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 29