Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian

Rabu, 21 Januari 2026 Jumadi Dibaca 804 kali Kesehatan
Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian
Ketua DPC Persagi Batang Inayati mengungkapkan, Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian.
Batang Di tengah teriknya cuaca, godaan es teh jumbo yang dijajakan di pinggir jalan memang sulit ditampik. Harganya murah, porsinya melimpah. Namun, di balik kesegaran yang ditawarkan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Batang memberikan lampu kuning, terutama bagi para remaja putri.

Batang Di tengah teriknya cuaca, godaan es teh jumbo yang dijajakan di pinggir jalan memang sulit ditampik. Harganya murah, porsinya melimpah. Namun, di balik kesegaran yang ditawarkan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Batang memberikan lampu kuning, terutama bagi para remaja putri.

Ketua DPC Persagi Batang Inayati mengungkapkan, kekhawatirannya saat melakukan sosialisasi edukasi gizi di SMPN 4 Batang, menurutnya tren konsumsi es teh manis yang berlebihan dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang siswa.

Penghambat Zat Besi dan Risiko Anemia

“Masalah utama bukan sekadar pada kadar gula yang tinggi, melainkan sifat teh yang mampu menghambat penyerapan zat penting dalam tubuh. Hal ini menjadi krusial bagi siswi SMP yang mulai memasuki fase menstruasi,” katanya saat ditemui di SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21/1/2026).

Kalau sesuai ilmu yang kami peroleh, es teh itu untuk siswa-siswi, terutama siswi, remaja putri, itu kurang bagus. Karena anak-anak SMP itu kan biasanya sudah mulai menstruasi ya.

Ia menjelaskan bahwa saat menstruasi, tubuh kehilangan banyak darah. Jika tidak diimbangi dengan asupan gizi seimbang, risiko anemia atau kurang darah mengintai.

“Minuman teh itu salah satu penghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kalau kita imbangi dengan minum teh, itu justru tidak akan meningkatkan Hemoglobin (HB) atau tidak akan bisa menyembuhkan anemia, tapi justru malah memperparah,” jelasnya.

Sebagai alternatif, ia menyarankan siswa beralih ke air putih atau minuman kaya vitamin C seperti es jeruk yang justru membantu penyerapan zat besi.

Bukan Hanya Es Teh, Seblak Juga Disorot

Selain tren minuman jumbo, makanan populer seperti seblak juga tak luput dari perhatian ahli gizi. Inayati menyebut seblak memang mengenyangkan, namun secara komposisi belum bisa dikatakan sebagai makanan sehat yang komplit.

“Bukannya kurang bergizi, tapi kurang bergizinya karena komposisi zat gizinya belum komplit. Itu kan lebih banyak karbonya dan rendah serat. Padahal kita kan makan harus mencukupi protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan sebagainya,” terangnya.

Tantangan Gizi dan Pola Asuh di Batang

“Persagi Batang saat ini terus bergerak melakukan pendampingan, terutama pada satuan penyedia makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah. Namun, Inayati mengakui bahwa tantangan terbesar gizi di Kabupaten Batang masih berada pada level balita dan pola asuh orang tua,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya bertugas di Puskesmas, status gizi balita seringkali fluktuatif. Berat badan anak cenderung naik saat mendapat intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, namun kembali turun setelah program berakhir.

“Mungkin porsinya pendekatan ke orang tua, karena juga terkait dengan status ekonomi. Kalau parenting, kita selalu rutin di kegiatan kelas ibu balita dan edukasi di Posyandu,” pungkasnya.

Melalui edukasi ke sekolah-sekolah ini, Persagi berharap generasi muda Batang lebih bijak dalam memilih jajanan, agar pertumbuhan mereka tidak terhambat oleh tren konsumsi yang hanya nikmat di lidah namun minim manfaat. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 25
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 28
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 41
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 26
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 43
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengawal ketat pendistribusian dan edukasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
27 Jul 2026 Jumadi 96