Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian

Rabu, 21 Januari 2026 Jumadi Dibaca 841 kali Kesehatan
Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian
Ketua DPC Persagi Batang Inayati mengungkapkan, Ancaman Anemia di Balik Segarnya Minuman Kekinian.
Batang Di tengah teriknya cuaca, godaan es teh jumbo yang dijajakan di pinggir jalan memang sulit ditampik. Harganya murah, porsinya melimpah. Namun, di balik kesegaran yang ditawarkan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Batang memberikan lampu kuning, terutama bagi para remaja putri.

Batang Di tengah teriknya cuaca, godaan es teh jumbo yang dijajakan di pinggir jalan memang sulit ditampik. Harganya murah, porsinya melimpah. Namun, di balik kesegaran yang ditawarkan, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Batang memberikan lampu kuning, terutama bagi para remaja putri.

Ketua DPC Persagi Batang Inayati mengungkapkan, kekhawatirannya saat melakukan sosialisasi edukasi gizi di SMPN 4 Batang, menurutnya tren konsumsi es teh manis yang berlebihan dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang siswa.

Penghambat Zat Besi dan Risiko Anemia

“Masalah utama bukan sekadar pada kadar gula yang tinggi, melainkan sifat teh yang mampu menghambat penyerapan zat penting dalam tubuh. Hal ini menjadi krusial bagi siswi SMP yang mulai memasuki fase menstruasi,” katanya saat ditemui di SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, Rabu (21/1/2026).

Kalau sesuai ilmu yang kami peroleh, es teh itu untuk siswa-siswi, terutama siswi, remaja putri, itu kurang bagus. Karena anak-anak SMP itu kan biasanya sudah mulai menstruasi ya.

Ia menjelaskan bahwa saat menstruasi, tubuh kehilangan banyak darah. Jika tidak diimbangi dengan asupan gizi seimbang, risiko anemia atau kurang darah mengintai.

“Minuman teh itu salah satu penghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh. Kalau kita imbangi dengan minum teh, itu justru tidak akan meningkatkan Hemoglobin (HB) atau tidak akan bisa menyembuhkan anemia, tapi justru malah memperparah,” jelasnya.

Sebagai alternatif, ia menyarankan siswa beralih ke air putih atau minuman kaya vitamin C seperti es jeruk yang justru membantu penyerapan zat besi.

Bukan Hanya Es Teh, Seblak Juga Disorot

Selain tren minuman jumbo, makanan populer seperti seblak juga tak luput dari perhatian ahli gizi. Inayati menyebut seblak memang mengenyangkan, namun secara komposisi belum bisa dikatakan sebagai makanan sehat yang komplit.

“Bukannya kurang bergizi, tapi kurang bergizinya karena komposisi zat gizinya belum komplit. Itu kan lebih banyak karbonya dan rendah serat. Padahal kita kan makan harus mencukupi protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan sebagainya,” terangnya.

Tantangan Gizi dan Pola Asuh di Batang

“Persagi Batang saat ini terus bergerak melakukan pendampingan, terutama pada satuan penyedia makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah. Namun, Inayati mengakui bahwa tantangan terbesar gizi di Kabupaten Batang masih berada pada level balita dan pola asuh orang tua,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya bertugas di Puskesmas, status gizi balita seringkali fluktuatif. Berat badan anak cenderung naik saat mendapat intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, namun kembali turun setelah program berakhir.

“Mungkin porsinya pendekatan ke orang tua, karena juga terkait dengan status ekonomi. Kalau parenting, kita selalu rutin di kegiatan kelas ibu balita dan edukasi di Posyandu,” pungkasnya.

Melalui edukasi ke sekolah-sekolah ini, Persagi berharap generasi muda Batang lebih bijak dalam memilih jajanan, agar pertumbuhan mereka tidak terhambat oleh tren konsumsi yang hanya nikmat di lidah namun minim manfaat. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 250
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 193
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 174
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 211
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 351
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 327