Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu

Jumat, 09 Januari 2026 Jumadi Dibaca 474 kali Kesehatan
Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi (kanan) menyampaikan, Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu.
Batang - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Batang - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Batang Suwandi mengatakan, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat 558 warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan dugaan infeksi dengue. Dari jumlah tersebut, 80 orang dinyatakan positif DBD dan dua di antaranya meninggal dunia.

“Kalau yang positif Demam Berdarah ada 80 orang. Dari 80 itu, dua orang meninggal dunia,” katanya saat ditemui di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/1/2026).

Meski masih terdapat kasus, Suwandi menyebut tren DBD di Batang menunjukkan penurunan tajam. Pada 2024, jumlah kasus DBD tercatat mencapai 176 kasus, sementara pada 2025 turun lebih dari separuh.

“Dari 176 kasus di 2024, turun menjadi 80 kasus di 2025. Jadi secara angka memang menurun. Namun, penurunan tersebut tidak membuat petugas kesehatan lengah. Menurut Suwandi, pola sebaran kasus kini berubah dan tidak lagi terfokus di wilayah pesisir Pantura.

Sekarang sebarannya merata. Tidak hanya di Pantura, daerah atas seperti Limpung dan Reban juga sudah ditemukan kasus. Selain DBD, Dinkes Batang juga menerima laporan penyakit lain yang ditularkan nyamuk.

“Beberapa wilayah, seperti Babadan dan Krincing, dilaporkan terdapat kasus Chikungunya. Warga Babadan bahkan telah mengajukan permohonan fogging secara tertulis dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir pekan,” jelasnya.

Meski demikian, Suwandi menegaskan fogging tidak dapat dilakukan tanpa dasar yang jelas. Ada prosedur dan kriteria yang harus dipenuhi agar langkah tersebut efektif dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang.

“Fogging itu untuk memutus penularan DBD. Kalau hanya laporan nyamuk banyak, kami tidak bisa langsung melakukan fogging. Harus ada indikasi kasus DBD di wilayah tersebut,” tegasnya.

Ia mengingatkan, fogging yang dilakukan tanpa dasar justru berpotensi menimbulkan resistensi insektisida pada nyamuk. Kondisi ini dinilai berbahaya karena akan menyulitkan penanganan jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara itu, Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyoroti cuaca sebagai faktor utama yang meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk.

“Cuaca seperti sekarang ini sangat disukai nyamuk Aedes. Panas, hujan, terang, berganti-ganti. Nyamuk ini justru berkembang di genangan air bersih,” terangnya.

Ida mengingatkan bahwa banyak tempat di sekitar rumah yang kerap luput dari perhatian, namun berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti botol plastik bekas, ban bekas, cekungan bambu, hingga tampungan air di belakang kulkas.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN 3M Plus,” ujar dia.

Ia juga mengingatkan kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, seperti menggantung pakaian di kamar atau jarang mengganti air minum burung, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Selain menjaga lingkungan, daya tahan tubuh juga harus dijaga. Cuaca seperti ini mudah menurunkan imunitas,” tandasnya

Meski hingga awal 2026 belum ada laporan resmi kasus DBD yang masuk ke Dinkes Batang, pemerintah daerah berharap partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama pencegahan, agar penurunan kasus DBD tidak sekadar tercatat dalam angka, tetapi benar-benar dirasakan hingga tingkat rumah tangga. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Sigap Tangani Bencana, BPBD Jateng Bekali Lembaga Pendidikan
Batang - Melihat kerawanan bencana yang muncul, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng bekerja sama dengan Disdikbud Batang menggelar Bimtek bagi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat yang rawan terdampak bencana langsung mendapat pembekalan, agar warga sekolah tetap aman dan memiliki kesiapan dalam menghadapi peristiwa kebencanaan.
28 Jul 2026 Jumadi 31
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
DP3AP2KB Batang Berikan Bimbingan Konseling Pasangan Pra Nikah
Batang - Praktik pernikahan usia dini di Kabupaten Batang masih dibayang-bayangi angka yang cukup tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mencatat, sebanyak 61 pasangan anak di bawah umur mengajukan dispensasi kawin sepanjang Januari hingga Juli 2026.
28 Jul 2026 Jumadi 30
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Beban Mental Pengobatan Seumur Hidup, Pejuang Talasemia Batang Dapat Pendampingan Psikologis
Batang - Beban berat pengobatan seumur hidup dan rentannya kelelahan mental (caregiver burnout) mendorong Perhimpunan Orang Tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Cabang Batang menggandeng Rizal Bawazier Center (RB Center) untuk menggelar konseling psikologis gratis. Agenda bertajuk Temu Tumbuh Talasemia tersebut berlangsung di RB Center, Jalan Pemuda Pasekaran, Kabupaten Batang, Selasa (2872026).
28 Jul 2026 Jumadi 43
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Perkuat Tata Kelola Data, Diskominfo Batang Tingkatkan Kapasitas SDM Statistik Sektoral dan Geospasial
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah daerah yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
28 Jul 2026 Jumadi 27
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Pemkab Batang Berikan SP I PKL Jalan Pattimura, Relokasi Dilakukan Secara Persuasif
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mulai memberikan Surat Peringatan Pertama (SP I) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di bahu Jalan Pattimura. Langkah tersebut merupakan bagian dari tahapan penataan kawasan yang akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang ke Pasar Batang dan Pasar Sambong.
28 Jul 2026 Jumadi 44
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
DP3AP2KB Batang Kawal Distribusi MBG untuk Ibu Hamil hingga Balita Non-PAUD
Batang - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang mengawal ketat pendistribusian dan edukasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
27 Jul 2026 Jumadi 97