Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu

Jumat, 09 Januari 2026 Jumadi Dibaca 537 kali Kesehatan
Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi (kanan) menyampaikan, Kasus DBD di Batang Turun Sepanjang 2025, Dinkes Tetap Waspada Hadapi Cuaca Tak Menentu.
Batang - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Batang - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang menegaskan kewaspadaan tetap ditingkatkan, seiring kondisi cuaca yang sulit diprediksi dan masih mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Batang Suwandi mengatakan, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat 558 warga yang menjalani perawatan di rumah sakit dengan dugaan infeksi dengue. Dari jumlah tersebut, 80 orang dinyatakan positif DBD dan dua di antaranya meninggal dunia.

“Kalau yang positif Demam Berdarah ada 80 orang. Dari 80 itu, dua orang meninggal dunia,” katanya saat ditemui di Kantor Dinkes Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/1/2026).

Meski masih terdapat kasus, Suwandi menyebut tren DBD di Batang menunjukkan penurunan tajam. Pada 2024, jumlah kasus DBD tercatat mencapai 176 kasus, sementara pada 2025 turun lebih dari separuh.

“Dari 176 kasus di 2024, turun menjadi 80 kasus di 2025. Jadi secara angka memang menurun. Namun, penurunan tersebut tidak membuat petugas kesehatan lengah. Menurut Suwandi, pola sebaran kasus kini berubah dan tidak lagi terfokus di wilayah pesisir Pantura.

Sekarang sebarannya merata. Tidak hanya di Pantura, daerah atas seperti Limpung dan Reban juga sudah ditemukan kasus. Selain DBD, Dinkes Batang juga menerima laporan penyakit lain yang ditularkan nyamuk.

“Beberapa wilayah, seperti Babadan dan Krincing, dilaporkan terdapat kasus Chikungunya. Warga Babadan bahkan telah mengajukan permohonan fogging secara tertulis dan dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir pekan,” jelasnya.

Meski demikian, Suwandi menegaskan fogging tidak dapat dilakukan tanpa dasar yang jelas. Ada prosedur dan kriteria yang harus dipenuhi agar langkah tersebut efektif dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang.

“Fogging itu untuk memutus penularan DBD. Kalau hanya laporan nyamuk banyak, kami tidak bisa langsung melakukan fogging. Harus ada indikasi kasus DBD di wilayah tersebut,” tegasnya.

Ia mengingatkan, fogging yang dilakukan tanpa dasar justru berpotensi menimbulkan resistensi insektisida pada nyamuk. Kondisi ini dinilai berbahaya karena akan menyulitkan penanganan jika terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sementara itu, Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi menyoroti cuaca sebagai faktor utama yang meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk.

“Cuaca seperti sekarang ini sangat disukai nyamuk Aedes. Panas, hujan, terang, berganti-ganti. Nyamuk ini justru berkembang di genangan air bersih,” terangnya.

Ida mengingatkan bahwa banyak tempat di sekitar rumah yang kerap luput dari perhatian, namun berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti botol plastik bekas, ban bekas, cekungan bambu, hingga tampungan air di belakang kulkas.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN 3M Plus,” ujar dia.

Ia juga mengingatkan kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, seperti menggantung pakaian di kamar atau jarang mengganti air minum burung, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit.

“Selain menjaga lingkungan, daya tahan tubuh juga harus dijaga. Cuaca seperti ini mudah menurunkan imunitas,” tandasnya

Meski hingga awal 2026 belum ada laporan resmi kasus DBD yang masuk ke Dinkes Batang, pemerintah daerah berharap partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama pencegahan, agar penurunan kasus DBD tidak sekadar tercatat dalam angka, tetapi benar-benar dirasakan hingga tingkat rumah tangga. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 262
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 206
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 185
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 229
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 354
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 330