Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 320 kali Lingkungan
Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), meninjau proses TPS3R di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang.
Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Aroma khas sampah dan deru mesin menjadi teman setia para pejuang lingkungan ini. Mereka adalah garda terdepan dalam misi besar Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari akarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa saat ini pemerintah daerah tengah serius mengaktifkan kembali sekaligus menambah jumlah TPS3R sebagai solusi hulu.

“Yang sudah aktif saat ini ada di Kalipucang Wetan, Ujungnegoro, Kedawung, dan Kepundung,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Lebih dari Sekadar Tumpukan Sampah

Bukan sekadar tempat pembuangan, pusat pengolahan ini dirancang untuk memberi nilai tambah. Di Kecamatan Tersono, misalnya, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang operasionalnya jauh lebih hidup. Sampah organik tidak dibiarkan membusuk sia-sia, melainkan disulap menjadi kompos hingga pakan budidaya.

“Di Tersono, pengolahan sampah organik sudah terintegrasi dengan kegiatan lain, sehingga nilai manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Meski semangatnya tinggi, realita di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Saat ini, rata-rata TPS3R mampu mengolah 5 hingga 10 ton sampah per hari. Angka ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika jumlah "tangan" yang membantu bertambah.

“Secara umum operasional TPS3R baru berjalan satu shift. Biasanya pengambilan sampah dilakukan pagi hari, lalu pengolahan siangnya,” ungkapnya.

Menatap Masa Depan yang Lebih Bersih

Keterbatasan SDM memang memaksa para pekerja bekerja ekstra efisien. Namun, asa untuk memperluas jangkauan tetap ada. DLH Batang kini tengah merancang strategi agar TPS3R Kalipucang Wetan bisa menyisir sampah di wilayah tetangga seperti Kalipucang Kulon dan Watesalit.

“Ke depan ada rencana koordinasi ke arah sana, tapi tentu harus dibarengi dengan penambahan jam operasional,” ujar dia.

Ambisi hijau Batang tidak berhenti di situ. Menyongsong tahun 2026, titik-titik baru pengolahan sampah akan mulai dibangun di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, hingga Proyonanggan.

“Harapannya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya bergantung pada truk pengangkut yang hilir mudik, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di tingkat lingkungan,” pungkasnya.

Di balik mesin pencacah dan tumpukan sampah, terselip cerita tentang dedikasi. Para pekerja dan warga ini terus berupaya mengubah persepsi tentang limbah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, demi Batang yang lebih bersih dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
Batang - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.
13 Okt 2026 Jumadi 79
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 105
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban fraksi gabungan atas pendapat Bupati Batang terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tahun 2026 di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 75
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Batang Tahun 2027 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 94
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 98
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi melepas 258 anggota kontingen yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dalam pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 13 Oktober 2026, Pemkab Batang menegaskan komitmen dukungannya dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk operasional kontingen serta menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali.
13 Okt 2026 Jumadi 72