Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 267 kali Lingkungan
Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), meninjau proses TPS3R di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang.
Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Aroma khas sampah dan deru mesin menjadi teman setia para pejuang lingkungan ini. Mereka adalah garda terdepan dalam misi besar Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari akarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa saat ini pemerintah daerah tengah serius mengaktifkan kembali sekaligus menambah jumlah TPS3R sebagai solusi hulu.

“Yang sudah aktif saat ini ada di Kalipucang Wetan, Ujungnegoro, Kedawung, dan Kepundung,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Lebih dari Sekadar Tumpukan Sampah

Bukan sekadar tempat pembuangan, pusat pengolahan ini dirancang untuk memberi nilai tambah. Di Kecamatan Tersono, misalnya, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang operasionalnya jauh lebih hidup. Sampah organik tidak dibiarkan membusuk sia-sia, melainkan disulap menjadi kompos hingga pakan budidaya.

“Di Tersono, pengolahan sampah organik sudah terintegrasi dengan kegiatan lain, sehingga nilai manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Meski semangatnya tinggi, realita di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Saat ini, rata-rata TPS3R mampu mengolah 5 hingga 10 ton sampah per hari. Angka ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika jumlah "tangan" yang membantu bertambah.

“Secara umum operasional TPS3R baru berjalan satu shift. Biasanya pengambilan sampah dilakukan pagi hari, lalu pengolahan siangnya,” ungkapnya.

Menatap Masa Depan yang Lebih Bersih

Keterbatasan SDM memang memaksa para pekerja bekerja ekstra efisien. Namun, asa untuk memperluas jangkauan tetap ada. DLH Batang kini tengah merancang strategi agar TPS3R Kalipucang Wetan bisa menyisir sampah di wilayah tetangga seperti Kalipucang Kulon dan Watesalit.

“Ke depan ada rencana koordinasi ke arah sana, tapi tentu harus dibarengi dengan penambahan jam operasional,” ujar dia.

Ambisi hijau Batang tidak berhenti di situ. Menyongsong tahun 2026, titik-titik baru pengolahan sampah akan mulai dibangun di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, hingga Proyonanggan.

“Harapannya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya bergantung pada truk pengangkut yang hilir mudik, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di tingkat lingkungan,” pungkasnya.

Di balik mesin pencacah dan tumpukan sampah, terselip cerita tentang dedikasi. Para pekerja dan warga ini terus berupaya mengubah persepsi tentang limbah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, demi Batang yang lebih bersih dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
PEXI Batang Membidik Emas Porprov hingga Asia
Batang Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Kabupaten Batang sukses menelurkan nakhoda baru. Afif Rahman terpilih secara resmi untuk menduduki kursi ketua umum, menggantikan pejabat lama, Ali Sadikin.
23 Mei 2026 Jumadi 67
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
SMPN 4 Batang Gelar Budaya IV, Lestarikan Seni Tradisional Lewat Pagelaran Ketoprak
Batang - SMP Negeri 4 Batang menggelar Gelar Budaya IV. Kegiatan tersebut menjadi panggung apresiasi seni sekaligus ujian akhir mata pelajaran seni budaya bagi siswa yang menampilkan pertunjukan ketoprak lengkap dengan iringan gamelan.
23 Mei 2026 Jumadi 313
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Tampilkan Seni Ketoprak, SMP 4 Batang Bersiap Menuju Sekolah Budaya
Batang - Ratusan pelajar SMP Negeri 4 Batang khususnya kelas 9, mengasah kemampuannya dalam berkesenian lewat even Gelar Budaya IV. Mengusung tema "Jejak Sejarah dan Legenda, Mewarisi Budaya Menguatkan Jati Diri Bangsa", para siswa menampilkan ketoprak lewat ragam cerita rakyat, sebagai upaya mewujudkan Sekolah Budaya.
23 Mei 2026 Jumadi 128
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Potensi Sapi Perah Reban, Tingkatkan Ekonomi Lokal
Batang - Pengembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, terus menunjukkan perkembangan positif. Desa Semampir menjadi salah satu wilayah yang aktif mengembangkan usaha sapi perah karena memiliki kondisi alam yang mendukung serta berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
23 Mei 2026 Jumadi 62
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
BPI Kenalkan Teknologi PLTU dan Pelestarian Lingkungan ke Pelajar SMPN 4 Batang
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) memberikan edukasi mengenai energi dan pelestarian lingkungan dalam kegiatan Gelar Budaya IV di halaman SMP Negeri 4 Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2352026).
23 Mei 2026 Jumadi 122
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Sale Pisang Bang Zae Wakili Produk Batang di Pameran IPB University
Batang - Produk olahan khas Kabupaten Batang, Sale Pisang Bang Zae, mendapat kesempatan tampil dalam kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Diseminasi dan Pameran Inovasi yang digelar Sekolah Vokasi IPB University di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (2052026).
22 Mei 2026 Jumadi 84