Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 244 kali Lingkungan
Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), meninjau proses TPS3R di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang.
Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Aroma khas sampah dan deru mesin menjadi teman setia para pejuang lingkungan ini. Mereka adalah garda terdepan dalam misi besar Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari akarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa saat ini pemerintah daerah tengah serius mengaktifkan kembali sekaligus menambah jumlah TPS3R sebagai solusi hulu.

“Yang sudah aktif saat ini ada di Kalipucang Wetan, Ujungnegoro, Kedawung, dan Kepundung,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Lebih dari Sekadar Tumpukan Sampah

Bukan sekadar tempat pembuangan, pusat pengolahan ini dirancang untuk memberi nilai tambah. Di Kecamatan Tersono, misalnya, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang operasionalnya jauh lebih hidup. Sampah organik tidak dibiarkan membusuk sia-sia, melainkan disulap menjadi kompos hingga pakan budidaya.

“Di Tersono, pengolahan sampah organik sudah terintegrasi dengan kegiatan lain, sehingga nilai manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Meski semangatnya tinggi, realita di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Saat ini, rata-rata TPS3R mampu mengolah 5 hingga 10 ton sampah per hari. Angka ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika jumlah "tangan" yang membantu bertambah.

“Secara umum operasional TPS3R baru berjalan satu shift. Biasanya pengambilan sampah dilakukan pagi hari, lalu pengolahan siangnya,” ungkapnya.

Menatap Masa Depan yang Lebih Bersih

Keterbatasan SDM memang memaksa para pekerja bekerja ekstra efisien. Namun, asa untuk memperluas jangkauan tetap ada. DLH Batang kini tengah merancang strategi agar TPS3R Kalipucang Wetan bisa menyisir sampah di wilayah tetangga seperti Kalipucang Kulon dan Watesalit.

“Ke depan ada rencana koordinasi ke arah sana, tapi tentu harus dibarengi dengan penambahan jam operasional,” ujar dia.

Ambisi hijau Batang tidak berhenti di situ. Menyongsong tahun 2026, titik-titik baru pengolahan sampah akan mulai dibangun di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, hingga Proyonanggan.

“Harapannya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya bergantung pada truk pengangkut yang hilir mudik, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di tingkat lingkungan,” pungkasnya.

Di balik mesin pencacah dan tumpukan sampah, terselip cerita tentang dedikasi. Para pekerja dan warga ini terus berupaya mengubah persepsi tentang limbah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, demi Batang yang lebih bersih dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 49
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 54
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 59
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.
08 Apr 2026 Jumadi 459