Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 277 kali Lingkungan
Cerita di Balik TPS3R Batang yang Kembali Dihidupkan
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (topi hitam), meninjau proses TPS3R di Desa Kalipucang Wetan, Kabupaten Batang.
Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Batang - Saat sebagian warga memulai hari dengan rutinitas biasa, beberapa pekerja Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) di Kalipucang Wetan sudah bergelut dengan tumpukan sampah sejak pagi. Tangan mereka lincah memilah plastik, organik, dan residu. Dari tempat sederhana inilah, upaya mengurangi beban sampah Kabupaten Batang pelan-pelan dijalankan.

Aroma khas sampah dan deru mesin menjadi teman setia para pejuang lingkungan ini. Mereka adalah garda terdepan dalam misi besar Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari akarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto mengungkapkan, bahwa saat ini pemerintah daerah tengah serius mengaktifkan kembali sekaligus menambah jumlah TPS3R sebagai solusi hulu.

“Yang sudah aktif saat ini ada di Kalipucang Wetan, Ujungnegoro, Kedawung, dan Kepundung,” katanya saat ditemui di Kantor DLH Batang, Kabupaten Batang, Kamis (8/1/2026).

Lebih dari Sekadar Tumpukan Sampah

Bukan sekadar tempat pembuangan, pusat pengolahan ini dirancang untuk memberi nilai tambah. Di Kecamatan Tersono, misalnya, terdapat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang operasionalnya jauh lebih hidup. Sampah organik tidak dibiarkan membusuk sia-sia, melainkan disulap menjadi kompos hingga pakan budidaya.

“Di Tersono, pengolahan sampah organik sudah terintegrasi dengan kegiatan lain, sehingga nilai manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Meski semangatnya tinggi, realita di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Saat ini, rata-rata TPS3R mampu mengolah 5 hingga 10 ton sampah per hari. Angka ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika jumlah "tangan" yang membantu bertambah.

“Secara umum operasional TPS3R baru berjalan satu shift. Biasanya pengambilan sampah dilakukan pagi hari, lalu pengolahan siangnya,” ungkapnya.

Menatap Masa Depan yang Lebih Bersih

Keterbatasan SDM memang memaksa para pekerja bekerja ekstra efisien. Namun, asa untuk memperluas jangkauan tetap ada. DLH Batang kini tengah merancang strategi agar TPS3R Kalipucang Wetan bisa menyisir sampah di wilayah tetangga seperti Kalipucang Kulon dan Watesalit.

“Ke depan ada rencana koordinasi ke arah sana, tapi tentu harus dibarengi dengan penambahan jam operasional,” ujar dia.

Ambisi hijau Batang tidak berhenti di situ. Menyongsong tahun 2026, titik-titik baru pengolahan sampah akan mulai dibangun di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, hingga Proyonanggan.

“Harapannya, pengelolaan sampah tidak lagi hanya bergantung pada truk pengangkut yang hilir mudik, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di tingkat lingkungan,” pungkasnya.

Di balik mesin pencacah dan tumpukan sampah, terselip cerita tentang dedikasi. Para pekerja dan warga ini terus berupaya mengubah persepsi tentang limbah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sesuatu yang bermanfaat, demi Batang yang lebih bersih dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 67
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 68
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 90
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 64
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 56
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 34