Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 354 kali Lingkungan
Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui
Kepala DLH Batang Rusmanto menyampaikan, Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui.
Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang mengungkapkan bahwa degradasi lahan di wilayah ini telah mencapai angka yang cukup signifikan.

“Data kita yang di tahun 2024 itu total lahannya ada 67.260 hektar, tetapi ini terbagi dari beberapa kondisi. Ada yang sangat kritis, kemudian kritis, berpotensi kritis, dan agak kritis,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto saat ditemui di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Jika dirinci lebih dalam, potret kerusakan lahan ini terbagi ke dalam empat kategori tingkat kerawanan:

 * Sangat Kritis: 1.050 hektar

 * Kritis: 3.826 hektar

 * Potensi Kritis: Sekitar 9.500 hektar

 * Agak Kritis: 20.200 hektar

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan alarm bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di bawah lereng,” jelasnya.

Rusmato menyebutkan, lokasi-lokasi yang masuk dalam zona merah ini mayoritas berada di wilayah tangkapan air yang krusial. Rusmanto menyebutkan bahwa daerah seperti Gerlang Kecamatan Blado, Kecamatan Bawang, Kecamatan Reban dan Kecamatan Bandar menjadi perhatian utama.

“Pemerintah sendiri telah berupaya melakukan langkah mitigasi melalui penghijauan kembali dengan penanaman bibit pohon keras atau tegakan. Kemarin kita lakukan penanaman di sumber resapan air yang di Desa Tombu Kecamatan Bandar, kemudian yang di daerah Bleder itu yang di Gerlang Kecamatan Blado,” terangnya.

Salah satu pemicu utama kerentanan ini adalah alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian semusim. Di wilayah atas yang memiliki kemiringan curam, banyak lahan yang digunakan untuk usaha hortikultura seperti sayur-mayur. Sayangnya, aktivitas ini seringkali mengabaikan aspek konservasi.

Rusmanto juga memperingatkan, bahwa pertanian di wilayah lereng tanpa adanya pohon keras (tegakan) sangat berisiko memicu kerusakan ekosistem yang lebih parah.

“Rata-rata adalah yang digunakan untuk usaha hortikultura itu, ada sayur. Itu nanti berpotensi ya, karena itu di wilayah atas, lereng. Kalau tidak ada tegakan-tegakannya, maka di situ berpotensi untuk terjadi kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

Tanpa akar pohon yang kuat untuk mengikat tanah, guyuran hujan deras sewaktu-waktu bisa mengubah lahan sayur yang hijau menjadi aliran longsor yang mematikan. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 49
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 54
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 59
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.
08 Apr 2026 Jumadi 463