Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 520 kali Lingkungan
Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui
Kepala DLH Batang Rusmanto menyampaikan, Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui.
Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang mengungkapkan bahwa degradasi lahan di wilayah ini telah mencapai angka yang cukup signifikan.

“Data kita yang di tahun 2024 itu total lahannya ada 67.260 hektar, tetapi ini terbagi dari beberapa kondisi. Ada yang sangat kritis, kemudian kritis, berpotensi kritis, dan agak kritis,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto saat ditemui di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Jika dirinci lebih dalam, potret kerusakan lahan ini terbagi ke dalam empat kategori tingkat kerawanan:

 * Sangat Kritis: 1.050 hektar

 * Kritis: 3.826 hektar

 * Potensi Kritis: Sekitar 9.500 hektar

 * Agak Kritis: 20.200 hektar

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan alarm bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di bawah lereng,” jelasnya.

Rusmato menyebutkan, lokasi-lokasi yang masuk dalam zona merah ini mayoritas berada di wilayah tangkapan air yang krusial. Rusmanto menyebutkan bahwa daerah seperti Gerlang Kecamatan Blado, Kecamatan Bawang, Kecamatan Reban dan Kecamatan Bandar menjadi perhatian utama.

“Pemerintah sendiri telah berupaya melakukan langkah mitigasi melalui penghijauan kembali dengan penanaman bibit pohon keras atau tegakan. Kemarin kita lakukan penanaman di sumber resapan air yang di Desa Tombu Kecamatan Bandar, kemudian yang di daerah Bleder itu yang di Gerlang Kecamatan Blado,” terangnya.

Salah satu pemicu utama kerentanan ini adalah alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian semusim. Di wilayah atas yang memiliki kemiringan curam, banyak lahan yang digunakan untuk usaha hortikultura seperti sayur-mayur. Sayangnya, aktivitas ini seringkali mengabaikan aspek konservasi.

Rusmanto juga memperingatkan, bahwa pertanian di wilayah lereng tanpa adanya pohon keras (tegakan) sangat berisiko memicu kerusakan ekosistem yang lebih parah.

“Rata-rata adalah yang digunakan untuk usaha hortikultura itu, ada sayur. Itu nanti berpotensi ya, karena itu di wilayah atas, lereng. Kalau tidak ada tegakan-tegakannya, maka di situ berpotensi untuk terjadi kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

Tanpa akar pohon yang kuat untuk mengikat tanah, guyuran hujan deras sewaktu-waktu bisa mengubah lahan sayur yang hijau menjadi aliran longsor yang mematikan. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
TMMD Reguler Dimulai, Buka Akses Jalan Alternatif Desa Sembung ke KITB
Batang - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis yang terus bertumbuh dalam mendukung lahirnya kota baru, di timur Kabupaten Batang, membawa dampak perbaikan infrastruktur di Desa Sembung Kecamatan Banyuputih. Hal tersebut dibuktikan dengan dipilihnya desa tersebut sebagai prioritas perbaikan infrastruktur dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-130, yang berfokus untuk membuka akses jalan penghubung baru dari Desa Sembung menuju KEK Industropolis.
13 Okt 2026 Jumadi 79
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
TMMD Ke-130, Bangun Jalan Hampir 1 Kilometer untuk Percepat Akses ke KITB
Batang Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736Batang menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 di Lapangan Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 105
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
DPRD Batang Bahas Lima Raperda Inisiatif, Mulai Pilkades hingga Kesejahteraan Sosial
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban fraksi gabungan atas pendapat Bupati Batang terhadap lima rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD tahun 2026 di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 75
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
DPRD Batang Tetapkan Propemperda 2027, Ada 10 Raperda yang Masuk Prioritas
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menetapkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Batang Tahun 2027 dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 94
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Lepas 258 Kontingen Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Berpesan Enjoy Your Process
Batang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13102026).
13 Okt 2026 Jumadi 98
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Lepas 258 Kontingen ke Porprov 2026, Bupati Batang Siapkan Rp1 Miliar Plus Bonus Emas Rp45 Juta
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi melepas 258 anggota kontingen yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Dalam pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Batang, Selasa 13 Oktober 2026, Pemkab Batang menegaskan komitmen dukungannya dengan mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk operasional kontingen serta menyiapkan bonus bagi atlet peraih medali.
13 Okt 2026 Jumadi 72