Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui

Kamis, 08 Januari 2026 Jumadi Dibaca 425 kali Lingkungan
Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui
Kepala DLH Batang Rusmanto menyampaikan, Puluhan Ribu Hektar Lahan Kritis di Batang Mengintai, Potensi Longsor Menghantui.
Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Batang - Ancaman bencana longsor kini bukan sekadar isapan jempol bagi warga di wilayah dataran tinggi. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, hamparan hijau di lereng-lereng perbukitan ternyata menyimpan kerentanan yang mengkhawatirkan. Kondisi lahan yang kian memprihatinkan ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di titik-titik resapan air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang mengungkapkan bahwa degradasi lahan di wilayah ini telah mencapai angka yang cukup signifikan.

“Data kita yang di tahun 2024 itu total lahannya ada 67.260 hektar, tetapi ini terbagi dari beberapa kondisi. Ada yang sangat kritis, kemudian kritis, berpotensi kritis, dan agak kritis,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto saat ditemui di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Jika dirinci lebih dalam, potret kerusakan lahan ini terbagi ke dalam empat kategori tingkat kerawanan:

 * Sangat Kritis: 1.050 hektar

 * Kritis: 3.826 hektar

 * Potensi Kritis: Sekitar 9.500 hektar

 * Agak Kritis: 20.200 hektar

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan alarm bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga yang tinggal di bawah lereng,” jelasnya.

Rusmato menyebutkan, lokasi-lokasi yang masuk dalam zona merah ini mayoritas berada di wilayah tangkapan air yang krusial. Rusmanto menyebutkan bahwa daerah seperti Gerlang Kecamatan Blado, Kecamatan Bawang, Kecamatan Reban dan Kecamatan Bandar menjadi perhatian utama.

“Pemerintah sendiri telah berupaya melakukan langkah mitigasi melalui penghijauan kembali dengan penanaman bibit pohon keras atau tegakan. Kemarin kita lakukan penanaman di sumber resapan air yang di Desa Tombu Kecamatan Bandar, kemudian yang di daerah Bleder itu yang di Gerlang Kecamatan Blado,” terangnya.

Salah satu pemicu utama kerentanan ini adalah alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian semusim. Di wilayah atas yang memiliki kemiringan curam, banyak lahan yang digunakan untuk usaha hortikultura seperti sayur-mayur. Sayangnya, aktivitas ini seringkali mengabaikan aspek konservasi.

Rusmanto juga memperingatkan, bahwa pertanian di wilayah lereng tanpa adanya pohon keras (tegakan) sangat berisiko memicu kerusakan ekosistem yang lebih parah.

“Rata-rata adalah yang digunakan untuk usaha hortikultura itu, ada sayur. Itu nanti berpotensi ya, karena itu di wilayah atas, lereng. Kalau tidak ada tegakan-tegakannya, maka di situ berpotensi untuk terjadi kerusakan lingkungan,” pungkasnya.

Tanpa akar pohon yang kuat untuk mengikat tanah, guyuran hujan deras sewaktu-waktu bisa mengubah lahan sayur yang hijau menjadi aliran longsor yang mematikan. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 67
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 68
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 91
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 64
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 56
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 34