BGN Sebut 55 Juta Penerima Manfaat Dilayani Mulai Januari 2026

Selasa, 30 Desember 2025 Jumadi Dibaca 911 kali Pelayanan Publik
BGN Sebut 55 Juta Penerima Manfaat Dilayani Mulai Januari 2026
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan sambutan saat Peresmian SPPG di Pondok Pesantren Al Hasani, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Batang - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tim Koordinasi Akselerasi (TKA) PBNU tahap ketiga di Pondok Pesantren Al Hasani, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (30/12/2025).

Batang - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tim Koordinasi Akselerasi (TKA) PBNU tahap ketiga di Pondok Pesantren Al Hasani, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Selasa (30/12/2025).

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, bahwa program pemenuhan gizi nasional terus mengalami peningkatan signifikan sejak pertama kali diluncurkan.

“Pada 6 Januari 2025, BGN meluncurkan program ini dengan 190 SPPG di 26 provinsi, melayani sekitar 570.000 penerima manfaat dengan dana harian Rp8,55 miliar,” jelasnya.

Menurutnya, hingga akhir 2025 jumlah SPPG telah berkembang pesat. Saat ini, sebanyak 19.000 SPPG telah terbentuk dan siap melayani sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

“Seluruh SPPG yang diresmikan hari ini akan mulai operasional pada 8 Januari 2026. Dana akan masuk ke rekening tanggal 2 Januari 2026, kemudian kita lakukan persiapan, dan pada 8 Januari kita launching bersama-sama,” terangnya.

Dadan menyebutkan, pada hari peluncuran nasional tersebut, dana sebesar Rp855 miliar akan disalurkan dalam satu hari untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebanyak 70 persen dari dana itu digunakan untuk membeli bahan baku seperti beras, telur, ayam, minyak, dan bumbu. Kemudian 20 persen digunakan untuk membayar tenaga kerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 800.000 orang yang bekerja langsung di SPPG. Selain itu, setiap SPPG melibatkan rata-rata 15 pemasok atau supplier yang mempekerjakan 2 hingga 15 orang. Jika dihitung secara keseluruhan, pada 8 Januari nanti lebih dari 1,6 juta orang akan terlibat, belum termasuk petani, peternak, dan nelayan.

Menurut Dadan, satu SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja langsung dan mengelola anggaran operasional hingga Rp900 juta per bulan di wilayah Jawa. Sementara di Papua, anggaran per bulan dapat mencapai Rp4 miliar.

“Dalam satu tahun, satu SPPG akan mengelola sekitar Rp11 miliar,” imbuhnya.

Ia juga memaparkan kebutuhan pangan yang harus dipenuhi untuk mendukung keberlangsungan satu SPPG. Setiap bulan, satu SPPG membutuhkan sekitar 5 ton beras, yang setara dengan hasil panen dari dua hektare lahan padi.

“Kalau tanam dua kali setahun, maka dibutuhkan minimal 12 hektare lahan. Kalau tiga kali tanam, sekitar 8 hektare. Selain beras, kebutuhan telur juga cukup besar. Untuk satu kali pemberian makan, dibutuhkan sekitar 3.000 butir telur. Artinya, satu SPPG idealnya memiliki sekitar 4.000 ayam petelur agar pasokan telur tetap terjaga,” ujar dia.

Ia berharap, tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya santri dan pelajar, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha di sekitar lokasi SPPG. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Tanpa Senioritas dan Kekerasan, Disdikbud Batang Instruksikan MPLS Ramah Anak
Batang - Pada 13 Juli, para siswa baru sudah mulai masuk sekolah untuk memulai lembaran baru di tahun ajaran yang baru. Menyambut kedatangan mereka, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan berjalan dengan aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik perpeloncoan.
09 Jul 2026 Jumadi 73
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Jarak Jadi Pertimbangan, Pemkab Batang Pastikan Tak Ada Merger SD Negeri Tahun Ini
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memastikan tidak akan ada penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri untuk tahun ajaran ini. Meski beberapa sekolah tercatat minim pendaftar, keberadaan fasilitas pendidikan dasar di setiap desa dinilai krusial agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar akibat kendala jarak.
09 Jul 2026 Jumadi 76
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
SE26 di Batang Capai 33,73 Persen, BPS Optimalkan Pendataan Door to Door
Batang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah maupun usaha ke usaha. Hingga Rabu (772026) pagi, progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.
09 Jul 2026 Jumadi 107
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026 Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Pemkab Batang Sosialisasikan Hibah Keagamaan 2026
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Sosialisasi Bantuan Hibah Bidang Keagamaan Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (972026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima hibah mengenai mekanisme pencairan, kelengkapan administrasi, serta pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku.
09 Jul 2026 Jumadi 76
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Kemarau Mulai Menyengat, BPBD Batang Pastikan Pasokan Air Bersih Siap dan Gratis
Batang Suasana siang di Kabupaten Batang belakangan ini mulai terasa menggigit. Terik matahari yang menyengat seolah menjadi alarm alami bahwa musim kemarau telah benar-benar tiba. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam yang dihadapi tahun ini bukan sekadar kemarau biasa, melainkan ada istilah khusus yang membayangi Godzilla.
09 Jul 2026 Jumadi 63
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Jadi Destinasi Favorit, Wisata Curug Genting Batang Bludak Sehari Capai 100 Wisatawan
Batang - Momentum libur sekolah membawa berkah bagi destinasi wisata alam Curug Genting di Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, dengan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari.
09 Jul 2026 Jumadi 43