Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan lelang dini (early tender) untuk sejumlah proyek fisik strategis tahun anggaran 2026.
Batang Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengambil langkah proaktif dengan melaksanakan lelang dini (early tender) untuk sejumlah proyek fisik strategis tahun anggaran 2026.
Langkah
ini bertujuan untuk mempercepat realisasi pembangunan, meningkatkan pertumbuhan
ekonomi, dan memastikan masyarakat dapat menikmati manfaat infrastruktur lebih
cepat.
Kepala
DPUPR Batang Endro Suryono mengungkapkan, bahwa salah satu proyek yang saat ini
sedang dalam proses lelang dini adalah pembangunan Jembatan Kali Belo dengan
alokasi anggaran sekitar Rp9 miliar.
“Lelang
dini yang sudah masuk saat ini, baik di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ)
dan review di Inspektorat, itu salah satunya adalah Jembatan Kali Belo,
anggaran Rp9 miliar,†katanya saat ditemui usai meninjau di GOR Moh Sarengat
Batang, Kabupaten Batang, Selasa (16/12/2025).
Selain
Jembatan Kali Belo, DPUPR juga tengah memproses lelang dini untuk proyek
lainnya, termasuk perbaikan Jalur Joking Track dengan nilai sekitar Rp3,9
miliar, serta beberapa paket pekerjaan di bidang jalan dan pengairan yang
perencanaannya telah selesai di tahun sebelumnya (H-1).
“Semua
bidang yang sudah ada perencanaannya di DPUPR akan lelang dini. Kita targetnya
bulan Januari, Desember 2025, Januari sudah kontrak semua. Bahwa pelaksanaan
lelang dini ini didasari oleh tiga alasan utama yang bersifat strategis,â€
jelasnya
Pertama,
peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dengan kontrak yang dimulai sejak
Januari, akan ada pekerjaan konstruksi yang berjalan di awal tahun. Hal ini
diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian lokal.
“Harapan
kami, pekerja-pekerja di lingkungan sektor konstruksi itu adalah teman-teman
Batang semua,†harapnya.
Lelang
dini juga ditujukan agar pada momen penting seperti Puasa (Februari) dan
Lebaran (Maret), sudah terjadi pertumbuhan ekonomi dan peredaran uang di
masyarakat.
“Kedua,
pemanfaatan infrastruktur yang lebih cepat. Jika pembangunan dilaksanakan di
awal tahun, masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari infrastruktur yang
dibangun, seperti jalan, jembatan, atau gedung, tanpa harus menunggu hingga
akhir tahun anggaran,†ungkapnya.
Endro
juga menyinggung adanya perubahan total dalam standar konstruksi DPUPR. Semua
konstruksi, bismillah, di DPU PR nanti menggunakan pasir Muntilan, sehingga
akan berubah total. Jadi, baik pasangan, plesteran, dan lain-lain, karena
kajian secara ekonomis itu dan hasil akan menjadi lebih bagus.
Dengan
adanya lelang dini ini, DPUPR Kabupaten Batang berkomitmen untuk memastikan
kualitas, kuantitas, dan regulasi tetap terjaga, meskipun proses dipercepat.
“Langkah
ini juga menjadi sebuah inovasi baru yang diharapkan akan terus diterapkan
untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Batang,†pungkasnya. (MC
Batang, Jateng/Edo/Siska)