Batang, Surga Baru Melon Premium : Petik Langsung dari Kebun!

Rabu, 19 November 2025 Jumadi Dibaca 1.168 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Batang, Surga Baru Melon Premium : Petik Langsung dari Kebun!
Batang - Kabupaten Batang diam-diam menyimpan potensi emas baru di sektor pertanian melon premium. Bukan sekadar buah biasa, komoditas ini kini menjelma menjadi unggulan baru yang tak hanya menggiurkan untuk pasar buah domestik, tetapi juga menjanjikan pengalaman agrowisata petik langsung yang menarik.

Batang - Kabupaten Batang diam-diam menyimpan potensi emas baru di sektor pertanian melon premium. Bukan sekadar buah biasa, komoditas ini kini menjelma menjadi unggulan baru yang tak hanya menggiurkan untuk pasar buah domestik, tetapi juga menjanjikan pengalaman agrowisata petik langsung yang menarik.

Lahan di Batang terbukti ideal. Iklim yang bersahabat, curah hujan yang stabil, dan kontur geografisnya yang pas menjadi alasan utama melon-melon di sini tumbuh optimal dengan kualitas tinggi.

Pengelola Creative Farm Pecalungan Harto, menjadi salah satu pelopor yang melihat peluang besar ini. Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Batang berpotensi untuk budidaya melon.

“Batang sangat potensi untuk buah-buahan. Iklim mendukung, curah hujan stabil, apalagi kontur geografisnya cocok,” katanya saat ditemui di Kebun Melon, Desa Pecalungan, Kabupaten Batang, Selasa (18/11/2025).

Ia menambahkan, bahwa fokus wilayah optimal berada di Batang bagian tengah. Apalagi wilayah Batang bagian tengah seperti Pecalungan, Bandar, Reban, Limpung, dan Tersono sebagai lokasi paling optimal untuk budidaya hortikultura. Creative Farm sendiri telah sukses mengembangkan berbagai varian, mulai dari Lavender, Sweet Hamy, Inthanon, Honey Globe, hingga Golden Kinanti.

“Melon dari Batang ini tak main-main soal harga. Dengan masa tanam antara 50 hingga 70 hari, buah yang dipanen dari Creative Farm saat ini dibanderol sekitar Rp35 ribu per kilogram. Kualitasnya yang premium bahkan sudah menembus pasar besar di luar daerah. Kami melayani petik kebun, eceran, grosir, dan juga supermarket,” jelasnya.

Melon-melon ini sudah dikirim ke Pekalongan Raya, Bandung, Jabodetabek, hingga menyeberang pulau ke Kalimantan. Harto melihat antusiasme masyarakat, terutama dari keluarga dan pelajar, sangat tinggi.

“Petik buah ini disukai banyak orang, terutama keluarga dan anak-anak sekolah. Jadi, petani dapat dua manfaat sekaligus: jual buah dan menerima kunjungan wisata. Saat ini, Creative Farm mengatur jadwal panen di beberapa lokasi untuk memastikan buah segar selalu tersedia. Kebun di Selokarto dan Gumawang baru saja selesai panen dan kini memasuki penyemaian Kembali,” terangnya.

Namun, bagi yang ingin segera menikmati sensasi petik buah, kebun di Donorejo sudah siap. Yang di Selokarto dan Gumawang sudah selesai petik, sekarang sedang semai. Untuk Donorejo nanti mulai 22 sampai 25 November bisa petik.

“Selain melon, Creative Farm juga tengah memperluas daya tariknya dengan mengembangkan buah lain seperti alpukat dan jambu. Bagi yang tertarik, Harto menyebut modal awal untuk usaha melon sebenarnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Harto juga menyebutkan, modal untuk awalan bisa 50-an juta, yang mahal itu bikin greenhouse-nya,” ungkapnya. Dengan lahan seluas 1.000 meter persegi, petani bisa menanam hingga 2.500 pohon dan menghasilkan jumlah buah yang sama.

“Melihat tingginya permintaan pasar, jadwal panen yang bergulir, dan respons positif dari wisatawan, masa depan melon Batang diprediksi akan semakin cerah. Strategi menggabungkan penjualan buah premium dengan wisata edukatif petik langsung dinilai menjadi kunci penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

 

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 195
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 167
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 151
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 615
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 86
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 103