Rakorda Posyandu, Pemkab Batang Tekankan Percepatan Transformasi 6 SPM

Selasa, 18 November 2025 Jumadi Dibaca 1.065 kali Kesehatan
Rakorda Posyandu, Pemkab Batang Tekankan Percepatan Transformasi 6 SPM
Rakorda Posyandu, Pemkab Batang Tekankan Percepatan Transformasi 6 SPM.
Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Posyandu se-Jawa Tengah menyoroti percepatan transformasi Posyandu menuju penerapan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (18/11/2025).

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Posyandu se-Jawa Tengah menyoroti percepatan transformasi Posyandu menuju penerapan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Selasa (18/11/2025).

Selain memperkuat regulasi, para pemangku kepentingan menekankan perlunya dukungan lintas sektor, pembenahan kaderisasi, serta percepatan registrasi Posyandu di seluruh Kabupaten/Kota.

Ketua TP PKK Batang sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Faelasufa Faiz menyampaikan, bahwa seluruh Posyandu 6 SPM di wilayahnya tengah dalam proses pendaftaran nomor registrasi di Kementerian Dalam Negeri.

“Insyaallah akhir tahun ini, sebelum 2026, kami sudah mengirimkan surat permohonan nomor registrasi Posyandu 6 SPM. Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) wajib bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan ini menjadi pembelajaran penting bagi Kabupaten Batang untuk mensosialisasikan format baru kepada seluruh Posyandu. Dalam Rakorda, persoalan kaderisasi mencuat sebagai isu krusial. Faelasufa menyoroti makin sedikitnya generasi muda yang bersedia menjadi kader PKK maupun Posyandu.

“Kader Posyandu ini tidak boleh sama dengan lembaga kemasyarakatan desa lainnya, padahal kita menghadapi masalah kurangnya kader muda. Perbaikan sistem kaderisasi akan menjadi fokus program PKK dan Posyandu mulai tahun depan.

Hal ini menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan, termasuk akses layanan USG gratis, penyediaan hotline Posyandu 6 SPM, serta penetapan insentif wajib bagi seluruh kader Posyandu yang disebut telah diatur dalam regulasi.

“Pemkab harus hadir memberikan solusi agar insentif kader dapat diberikan secara layak,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menegaskan, bahwa Posyandu kini tidak hanya menjadi unit kesehatan masyarakat, tetapi telah resmi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) setara PKK, Karang Taruna, RT, dan RW.

“Perubahan ini berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang menetapkan bahwa Posyandu kini melayani enam bidang, tidak hanya kesehatan seperti model lima meja sebelumnya. Transformasi ini membutuhkan sinergi yang kuat antara Tim Pembina Posyandu Provinsi dengan TP Posyandu Kabupaten/Kota,” terangnya.

Nawal juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Batang, terutama komitmen Bupati Batang yang menurutnya “luar biasa” dalam mendorong percepatan implementasi. Seluruh 35 Kabupaten/Kota di Jateng telah membentuk Tim Pembina Posyandu, namun belum semuanya menyelesaikan proses registrasi Posyandu.

“Jawa Tengah memiliki 49.149 Posyandu yang tersebar di 7.810 desa dan 753 kelurahan. Namun baru sebagian kecil yang sudah teregistrasi resmi di Ditjen Bina Pemdes Kemendagri yakni 5,7% sudah memperoleh nomor registrasi, 25,7% dalam proses pengajuan, dan 68,6% belum mengajukan sama sekali. Jumlah Posyandu yang belum teregistrasi masih sangat tinggi,” ungkapnya.

Saat ini, Jateng juga telah menyiapkan desa/kelurahan pilot project Posyandu 6 SPM di setiap Kabupaten/Kota, serta melakukan pembinaan di beberapa daerah, termasuk Wonosobo, Sragen, dan Batang. Selain itu, Jateng juga telah meluncurkan website Posyandu sebagai kanal informasi resmi.

Nawal menyebutkan, bahwa kendala lainnya adalah minimnya pemahaman dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat mengenai transformasi Posyandu 6 SPM.

“Selama ini, Dinas Kesehatan menjadi instansi yang paling aktif, sementara OPD lain seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum masih menyesuaikan. Kami meminta komitmen semua dinas terkait untuk mendukung transformasi ini,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Konsep MBG Prasmanan Diujicobakan, Bikin Siswa SMPN 2 Kandeman Ketagihan
Batang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang baru diujicobakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungnegoro, ternyata mendapat sambutan hangat dari pelajar SMP Negeri 2 Kandeman. Meski pola tersebut baru diterapkan dalam lingkup kecil yakni dua kelas, namun berkat sajian menu yang segar dan hangat, menjadikan siswa lebih menikmati di tiap suapannya.
07 Okt 2026 Jumadi 270
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Kemarau Panjang di Batang, Peternak Siapkan Stok Pakan untuk Jaga Produktivitas Sapi
Batang Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan bahan pakan ternak di Kabupaten Batang. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian bahan pakan berasal dari limbah hasil pertanian, seperti tebon jagung, hijauan tanaman, hingga bekatul. Ketika produksi pertanian menurun akibat keterbatasan air, pasokan bahan pakan ternak ikut terdampak.
07 Okt 2026 Jumadi 216
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Pemkab Batang Siapkan Kandang Komunal untuk Dukung Peningkatan Populasi Sapi Perah
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan strategi untuk meningkatkan populasi dan produksi susu sapi perah di daerah tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemetaan lokasi kandang komunal yang nantinya dapat digunakan sebagai kandang rearing atau pembesaran pedet sebelum sapi masuk ke kandang laktasi milik peternak.
07 Okt 2026 Jumadi 193
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Pemkab Batang dan Mabes Polri Garap Seleksi 330 Kursi Perangkat Desa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat menuntaskan kekosongan 330 posisi perangkat desa. Tak tanggung-tanggung, proses pengujian kompetensi manajerial para calon perangkat desa kali ini melibatkan langsung tim Sumber Daya Manusia (SDM) Mabes Polri guna menjamin transparansi serta kualitas hasil seleksi.
07 Okt 2026 Jumadi 245
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Pemkab Batang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Pengelolaan JDIH Pemerintah Desa
Semarang - Pada acara Penyerahan Penghargaan Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Indeks Kepatuhan Daerah Terbaik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Batang meraih penghargaan Pemerintah Kabupaten Pembina Terbaik Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum Pemerintah Desa.
06 Okt 2026 Jumadi 357
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Sidak SPPG Tulis 003, Wabup Batang Temukan Sejumlah Fasilitas Belum Sesuai SOP
Batang Wakil Bupati Batang Suyono, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003, Kabupaten Batang, Selasa (6102026).
06 Okt 2026 Jumadi 332