Lampu Terpasang 2027, Pemkab Batang Rencana Kerjasama PJU Lebih Efisien

Jumat, 14 November 2025 Jumadi Dibaca 520 kali Acara Pimpinan Daerah
Lampu Terpasang 2027, Pemkab Batang Rencana Kerjasama PJU Lebih Efisien
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat Konsultasi Publik di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi rencana kerjasama pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU). proyek ini akan menjadi terobosan besar dalam percepatan layanan penerangan jalan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Batang.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi rencana kerjasama pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU). proyek ini akan menjadi terobosan besar dalam percepatan layanan penerangan jalan di hampir seluruh wilayah Kabupaten Batang.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menjelaskan, bahwa proyek akan dilaksanakan melalui skema kerja sama dengan badan usaha, didampingi oleh sejumlah kementerian dan lembaga, mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan hingga Pemerintah Provinsi.

“Melalui skema ini, sekitar 90 persen wilayah Kabupaten Batang akan terpasang PJU, totalnya mencapai 11 ribu lampu, dan seluruhnya ditargetkan menyala pada awal 2027,” katanya saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Jumat (14/11/2025).

Faiz menegaskan, Pemkab Batang tidak akan mengeluarkan belanja modal untuk pengadaan lampu maupun tiang. Pemerintah daerah hanya akan membayar layanan pencahayaan setelah lampu beroperasi

“Skema ini disebut memberi efisiensi signifikan. Saat ini Pemda mengeluarkan Rp22,5 miliar per tahun untuk listrik 4.000 titik lampu. Dengan skema baru, biaya diperkirakan turun menjadi sekitar Rp15 miliar untuk layanan yang jauh lebih luas, sehingga menghasilkan efisiensi sekitar Rp7 miliar,” jelasnya.

Selain penghematan anggaran, Pemda juga memproyeksikan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tumbuhnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat berkat penerangan yang lebih baik.

Faiz juga menyebutkan, perbedaan skema kerja sama ini dibandingkan pola pengadaan konvensional. Dalam skema lama, pemerintah harus mengeluarkan biaya besar di awal untuk membeli lampu dan tiang serta menanggung biaya perawatan. Proses pemasangan juga dilakukan bertahap melalui APBD sehingga bisa memakan waktu 2025 tahun.

“Dengan skema kerjasama, Pemda tidak perlu belanja modal. Kalau tidak butuh layanan, kita tidak perlu membayar. Proses pemasangan pun lebih cepat. Target kita, seluruh 11.000 lampu selesai pada 2027,” terangnya.

Secara finansial, Faiz menilai skema terbaru lebih menguntungkan karena memberikan efisiensi langsung serta mendorong pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung.

“Prioritas pemasangan difokuskan pada jalan kabupaten dan jalan lingkungan. Sementara untuk ruas jalan provinsi dan nasional akan dikoordinasikan lebih lanjut,” tegasnya.

Adapun tahapan pelaksanaan dimulai dari sosialisasi dan public hearing, dilanjutkan proses persetujuan oleh Bappenas, Kemendagri, dan Kementerian Keuangan. Market sounding ditargetkan rampung pada Juli 2025. Setelah itu, proses desain dan konstruksi diperkirakan memakan waktu 68 bulan.

“Penjaminan proyek akan melibatkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) sebagai pihak yang memastikan kerja sama antara Pemda dan badan usaha berjalan sesuai kesepakatan. Proyek serupa sebelumnya sudah mendapatkan approval di Madiun dan Denpasar, dan saat ini juga berjalan di Bandung. Untuk Jawa Tengah, Batang menjadi yang pertama mengadopsi skema ini,” pungkasnya.

Dengan skema baru ini, Pemkab Batang berharap kualitas penerangan jalan dapat meningkat signifikan, sekaligus mendukung keamanan, kenyamanan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 17
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 91
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 98
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 50
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 16
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 16