Batang - Sekolah swasta di Kabupaten Batang mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Salah satunya, SMK Bintara Batang yang menegaskan tidak menjadikan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat penerimaan peserta didik baru.
Batang - Sekolah swasta di Kabupaten Batang mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Salah satunya, SMK Bintara Batang yang menegaskan tidak menjadikan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat penerimaan peserta didik baru.
Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK Bintara Batang Anna mengatakan, sekolah menerapkan sistem penerimaan berbasis kuota dengan prinsip “siapa cepat dia dapat” sesuai kapasitas yang tersedia.
“Untuk jalur umum, SKTM, maupun yatim piatu, kami tidak menggunakan seleksi nilai seperti TKA atau nilai kelulusan. Yang penting calon siswa memenuhi persyaratan administrasi dan kuota masih tersedia,” katanya saat ditemui di SMK Bintara Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/6/2026).
Pada tahun ajaran ini, SMK Bintara menargetkan penerimaan maksimal 100 siswa yang akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar. Terdapat empat jalur penerimaan yang dibuka, yakni jalur umum, prestasi, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dan jalur yatim piatu.
“Untuk jalur umum, proses pendaftaran dilakukan seperti biasa tanpa potongan biaya pendidikan. Sementara jalur prestasi diperuntukkan bagi calon siswa yang memiliki piagam kejuaraan, baik akademik maupun non-akademik, dengan prioritas penerimaan serta potongan biaya tertentu. Selain itu, biaya uang gedung dan pendaftaran disini juga gratis,” jelasnya.
Kami juga membuka jalur SKTM bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tetapi kuotanya maksimal 30 persen dari total penerimaan. Adapun bagi calon siswa yatim piatu, sekolah memberikan pembebasan biaya pendidikan selama tiga tahun masa belajar, termasuk seragam, SPP, dan kebutuhan pendidikan lainnya.
“Kalau yatim piatu otomatis gratis selama tiga tahun. Meski pendaftaran awal dapat dilakukan secara online melalui formulir digital untuk konfirmasi kuota, seluruh persyaratan administrasi tetap wajib diserahkan langsung ke sekolah,” terangnya.
Anna menyebutkan, beberapa dokumen yang harus dilengkapi di antaranya fotokopi akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, surat keterangan lulus (SKL), pas foto, hingga dokumen pendukung khusus sesuai jalur pendaftaran.
“Di bidang akademik, SMK Bintara membuka tiga program keahlian, yakni Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Program Nautika dan Teknika berfokus pada keterampilan pelayaran dan permesinan kapal penangkap ikan, sedangkan TKR mempersiapkan siswa pada bidang otomotif kendaraan ringan,” ungkapnya.
Menurut Anna, proses pembelajaran di sekolah kejuruan lebih menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktik guna mempersiapkan lulusan siap kerja.
“Kalau anak-anak TKR biasanya praktik kerja di bengkel mobil, sedangkan Nautika dan Teknika bisa praktik langsung di sektor kelautan dan perikanan,” ujar dia.
Selain pembelajaran vokasi, SMK Bintara juga menekankan pembentukan karakter siswa melalui penguatan aspek Mental, Moral, dan Etika (MMA).
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga karakter yang baik sebagai bekal masuk dunia kerja,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)