SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas

Jumat, 05 Juni 2026 Jumadi Dibaca 440 kali Pendidikan dan Latihan
SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang Tri Tunggal Priasetyo Utomo menyampaikan, SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas.
Batang Sekolah menengah atas negeri kini semakin ramah terhadap keberagaman calon peserta didik. Melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan ruang terhormat untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler melalui jalur afirmasi.

Batang – Sekolah menengah atas negeri kini semakin ramah terhadap keberagaman calon peserta didik. Melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan ruang terhormat untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler melalui jalur afirmasi.

Namun, menerima siswa disabilitas tentu bukan sekadar memenuhi kuota di atas kertas, melainkan sebuah komitmen panjang mengenai kesiapan fasilitas dan sistem belajar. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang Tri Tunggal Priasetyo Utomo saat ditemui di SMAN 1 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/6/2026).

Dijelaskannya, bahwa ruang untuk kelas inklusi selalu terbuka lebar, asalkan calon siswa memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan. Itu memang terbuka untuk inklusi kelas inklusi, tetapi harus memenuhi beberapa syarat. Salah satu yang paling utama adalah ada surat rekomendasi dari dokter maupun dari cabang dinas, terkait bahwa CMB (Calon Murid Baru) tersebut, disabilitas tersebut bisa mengikuti SPMB untuk tingkat SMA, seperti itu," ujar Tri Tunggal saat menjelaskan mekanisme pendaftaran.

“Untuk kuotanya sendiri, SMAN 1 Batang mengalokasikan persentase khusus sesuai ketentuan yang berlaku. SMAN 1 Batang siap menampung calon siswa berkebutuhan khusus dengan porsi sekitar 5% dari total daya tampung. Namun, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai ketika siswa disabilitas tersebut resmi diterima. Pihak sekolah berkewajiban melakukan koordinasi berjenjang dengan dinas pendidikan guna melakukan pendataan berkala,” jelasnya.

Pendataan ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan persiapan infrastruktur sekolah dan metode pembelajaran di kelas nantinya. Ini terkait dengan persiapan nantinya ketika proses pembelajaran. Di mana fasilitasnya harus bisa memadai, dari toilet, akses, dan ruang kelas tentunya. Kemudian dari struktur pembelajaran, apakah butuh penyesuaian atau tidak.

“Secara garis besar, kategori disabilitas yang diakomodasi terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni disabilitas fisik seperti kelumpuhan, dan disabilitas kejiwaan yang memengaruhi taraf berpikir siswa,” terangnya.

Menurut Tri Tunggal, siswa dengan disabilitas kejiwaan memerlukan perhatian khusus karena terkadang ada ketidaksesuaian antara usia biologis dan kapasitas mentalnya. Mungkin usianya SMA tapi mungkin taraf berpikirnya masih di kelas sekolah dasar. Nah, itu juga butuh tadi itu, untuk dilaporkan sehingga nanti dari dinas terkait bisa memberi arahan. Kira-kira butuh ada pelatihan apa untuk Bapak/Ibu guru agar bisa menyesuaikan pembelajarannya dengan siswa inklusi tersebut.

“Dalam diskusi mengenai anak berkebutuhan khusus, sering kali muncul pertanyaan apakah siswa dengan penyakit kronis seperti penderita Talasemia yang harus rutin berobat ke rumah sakit masuk ke dalam kategori disabilitas inklusi,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Tri Tunggal meluruskan anggapan itu. Siswa dengan kondisi medis kronis tidak dikategorikan sebagai penyandang disabilitas, melainkan akan mendapatkan kebijakan khusus berupa dispensasi belajar. Sekolah memastikan hak pendidikan anak-anak tersebut tidak akan terganggu meski mereka harus sering meninggalkan kelas demi menjalani pengobatan berkala.

“Oh, kalau itu tidak. Cuman nanti ketika memang anak tersebut mengalami seperti itu, nanti sekolah akan menggunakan Dispensasi. Pihak sekolah pun telah menyiapkan skema adaptif agar penderita penyakit kronis tetap bisa mengejar ketertinggalan akademisnya dari rumah sakit atau rumah,” tegasnya.

Dispensasi, misalnya dalam satu minggu dia harus butuh akses berobat ke luar kota, maka sekolah akan memberikan dispensasi untuk dalam proses pembelajarannya.

“Misalnya dengan memberi jam tambahan di waktu yang bisa, kemudian bisa juga memberikan tugas di luar dari jam pembelajaran, sehingga anak tersebut secara materi pembelajaran tidak tertinggal,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang Night Carnival, Suguhkan Budaya Lokal Berbalut Gemerlap Cahaya
Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang menyuguhkan tampilan spektakuler yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertabur cahaya. Untuk pertama kalinya Batang Night Carnival bertajuk "Shining Together" digelar, menciptakan suasana malam akhir pekan yang terasa lebih hidup dengan tampilan gemerlap cahaya dari 25 kontingen lewat keunikan masing-masing di sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2282026) malam.
22 Ags 2026 Jumadi 52
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Serikat Pekerja Yih Quan Gelar Festival Pertama, Tebar Hadiah Motor Hingga Libatkan UMKM
Batang - Suasana peringatan HUT Ke-81 RI di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendadak riuh dan penuh warna. Ratusan buruh tampak antusias memadati area acara, melepaskan penat rutinitas pabrik demi merayakan hari kemerdekaan bersama sesama rekan kerja.
22 Ags 2026 Jumadi 73
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Dandim  Batang Pimpin Bulan Dana PMI 2026, Targetkan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang resmi membuka Gerakan Pengumpulan Sumbangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang Tahun 2026 pada Jumat 21 Agustus 2026. Penggalangan dana publik yang berlangsung hingga 21 November 2026 ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0736Batang, Letkol Inf. Didik Sudarmawan, selaku Ketua Umum Panitia.
22 Ags 2026 Jumadi 59
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026 Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Ketika Budaya, Galangan Kapal, dan Generasi Muda Menyatu di Batang Night Carnival 2026
Batang - Gelap malam di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, mendadak sirna berganti kerlip cahaya dan riuk parade. Gemerlap lampu, gaun-gaun karnaval megah, serta derap langkah 20 kontingen sukses mengubah jalanan kota menjadi panggung pertunjukan terbuka yang menyedot perhatian ribuan pasang mata.
22 Ags 2026 Jumadi 49
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Ribuan Warga Saksikan Batang Night Carnival, Jadi Momentum Kemerdekaan Berbeda
Batang - Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang untuk menyaksikan Batang Night Carnival dalam rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum acara dimulai. Warga memenuhi sepanjang jalur yang menjadi lokasi pelaksanaan karnaval untuk melihat beragam atraksi dari para peserta.
22 Ags 2026 Jumadi 74
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Kembangkan Branding Desa Kecepak Peduli Sampah melalui Media Sosial
Batang Pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang Prodi Informasi dan Humas Rosita Mevia Putri untuk mendukung komunikasi dan publikasi di Desa Kecepak. Melalui program kerja multidisiplin, mahasiswa mengembangkan branding Desa Kecepak Peduli Sampah dengan mengoptimalkan media sosial Instagram dan media informasi sebagai sarana edukasi mengenai kepedulian terhadap sampah.
21 Ags 2026 Jumadi 97