SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas

Jumat, 05 Juni 2026 Jumadi Dibaca 18 kali Pendidikan dan Latihan
SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang Tri Tunggal Priasetyo Utomo menyampaikan, SMAN 1 Batang Buka Pintu Kelas Inklusi, Kuota 5 Persen Siap Tampung Siswa Disabilitas.
Batang Sekolah menengah atas negeri kini semakin ramah terhadap keberagaman calon peserta didik. Melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan ruang terhormat untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler melalui jalur afirmasi.

Batang – Sekolah menengah atas negeri kini semakin ramah terhadap keberagaman calon peserta didik. Melalui sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan ruang terhormat untuk mengenyam pendidikan di sekolah reguler melalui jalur afirmasi.

Namun, menerima siswa disabilitas tentu bukan sekadar memenuhi kuota di atas kertas, melainkan sebuah komitmen panjang mengenai kesiapan fasilitas dan sistem belajar. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMA Negeri 1 Batang Tri Tunggal Priasetyo Utomo saat ditemui di SMAN 1 Batang, Kabupaten Batang, Jumat (5/6/2026).

Dijelaskannya, bahwa ruang untuk kelas inklusi selalu terbuka lebar, asalkan calon siswa memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan. Itu memang terbuka untuk inklusi kelas inklusi, tetapi harus memenuhi beberapa syarat. Salah satu yang paling utama adalah ada surat rekomendasi dari dokter maupun dari cabang dinas, terkait bahwa CMB (Calon Murid Baru) tersebut, disabilitas tersebut bisa mengikuti SPMB untuk tingkat SMA, seperti itu," ujar Tri Tunggal saat menjelaskan mekanisme pendaftaran.

“Untuk kuotanya sendiri, SMAN 1 Batang mengalokasikan persentase khusus sesuai ketentuan yang berlaku. SMAN 1 Batang siap menampung calon siswa berkebutuhan khusus dengan porsi sekitar 5% dari total daya tampung. Namun, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai ketika siswa disabilitas tersebut resmi diterima. Pihak sekolah berkewajiban melakukan koordinasi berjenjang dengan dinas pendidikan guna melakukan pendataan berkala,” jelasnya.

Pendataan ini menjadi krusial karena berkaitan langsung dengan persiapan infrastruktur sekolah dan metode pembelajaran di kelas nantinya. Ini terkait dengan persiapan nantinya ketika proses pembelajaran. Di mana fasilitasnya harus bisa memadai, dari toilet, akses, dan ruang kelas tentunya. Kemudian dari struktur pembelajaran, apakah butuh penyesuaian atau tidak.

“Secara garis besar, kategori disabilitas yang diakomodasi terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni disabilitas fisik seperti kelumpuhan, dan disabilitas kejiwaan yang memengaruhi taraf berpikir siswa,” terangnya.

Menurut Tri Tunggal, siswa dengan disabilitas kejiwaan memerlukan perhatian khusus karena terkadang ada ketidaksesuaian antara usia biologis dan kapasitas mentalnya. Mungkin usianya SMA tapi mungkin taraf berpikirnya masih di kelas sekolah dasar. Nah, itu juga butuh tadi itu, untuk dilaporkan sehingga nanti dari dinas terkait bisa memberi arahan. Kira-kira butuh ada pelatihan apa untuk Bapak/Ibu guru agar bisa menyesuaikan pembelajarannya dengan siswa inklusi tersebut.

“Dalam diskusi mengenai anak berkebutuhan khusus, sering kali muncul pertanyaan apakah siswa dengan penyakit kronis seperti penderita Talasemia yang harus rutin berobat ke rumah sakit masuk ke dalam kategori disabilitas inklusi,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Tri Tunggal meluruskan anggapan itu. Siswa dengan kondisi medis kronis tidak dikategorikan sebagai penyandang disabilitas, melainkan akan mendapatkan kebijakan khusus berupa dispensasi belajar. Sekolah memastikan hak pendidikan anak-anak tersebut tidak akan terganggu meski mereka harus sering meninggalkan kelas demi menjalani pengobatan berkala.

“Oh, kalau itu tidak. Cuman nanti ketika memang anak tersebut mengalami seperti itu, nanti sekolah akan menggunakan Dispensasi. Pihak sekolah pun telah menyiapkan skema adaptif agar penderita penyakit kronis tetap bisa mengejar ketertinggalan akademisnya dari rumah sakit atau rumah,” tegasnya.

Dispensasi, misalnya dalam satu minggu dia harus butuh akses berobat ke luar kota, maka sekolah akan memberikan dispensasi untuk dalam proses pembelajarannya.

“Misalnya dengan memberi jam tambahan di waktu yang bisa, kemudian bisa juga memberikan tugas di luar dari jam pembelajaran, sehingga anak tersebut secara materi pembelajaran tidak tertinggal,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Jadi Pilihan Kedua, Mutu SMAN 2 Batang Tak Kalah Saing Jadi Pilihan Kedua, Mutu SMAN 2 Batang Tak Kalah Saing
Jadi Pilihan Kedua, Mutu SMAN 2 Batang Tak Kalah Saing
Batang - Mendapat predikat pilihan Kedua, sebagai rujukan pendidikan lanjutan, nyatanya justru membuat SMA Negeri 2 Batang membuktikan konsistensi dalam membangun kualitas pendidikan. Tahun ajaran 20262027, menjadi ajang pembuktian SMA Negeri 2 Batang, dengan ragam prestasi, untuk menggaet calon siswa baru.
05 Jun 2026 Jumadi 21
Pemkab Batang Matangkan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah Pemkab Batang Matangkan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah
Pemkab Batang Matangkan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Celapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat (562026). Saat ini, progres pemenuhan dokumen administrasi dan kesiapan lahan disebut telah mencapai hampir 100 persen.
05 Jun 2026 Jumadi 57
DP3AP2KB Batang Serahkan Sertifikat Elsimil kepada Calon Pengantin, Upaya Cegah Stunting Sejak Dini DP3AP2KB Batang Serahkan Sertifikat Elsimil kepada Calon Pengantin, Upaya Cegah Stunting Sejak Dini
DP3AP2KB Batang Serahkan Sertifikat Elsimil kepada Calon Pengantin, Upaya Cegah Stunting Sejak Dini
Batang - Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menyerahkan sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin di Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jumat (562026).
05 Jun 2026 Jumadi 17
SMAN 1 Batang Minta Wali Murid Cermat Saat Daftar SPMB SMAN 1 Batang Minta Wali Murid Cermat Saat Daftar SPMB
SMAN 1 Batang Minta Wali Murid Cermat Saat Daftar SPMB
Batang - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 di SMA Negeri 1 Batang mulai memasuki tahapan krusial. Saat ini, panitia tengah sibuk melayani pendampingan pengajuan akun sekaligus verifikasi berkas para Calon Murid Baru (CMB) yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni mendatang.
05 Jun 2026 Jumadi 22
SMK Bintara Batang Tak Jadikan Nilai TKA Syarat SPMB 2026 SMK Bintara Batang Tak Jadikan Nilai TKA Syarat SPMB 2026
SMK Bintara Batang Tak Jadikan Nilai TKA Syarat SPMB 2026
Batang - Sekolah swasta di Kabupaten Batang mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Salah satunya, SMK Bintara Batang yang menegaskan tidak menjadikan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai syarat penerimaan peserta didik baru.
05 Jun 2026 Jumadi 22
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
SMPN 2 Bandar Siapkan PMB 2026, Targetkan 144 Siswa Baru
Batang - SMP Negeri 2 Bandar mulai mempersiapkan pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ajaran 2026 dengan target penerimaan sebanyak 144 siswa. Pada tahun ini, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi berganti istilah menjadi PMB.
04 Jun 2026 Jumadi 66