Batang - Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menyerahkan sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin di Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jumat (562026).
Batang - Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang menyerahkan sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil) kepada calon pengantin di Desa Sidayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jumat (5/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini melalui pendampingan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berkeluarga dan kehamilan.
Penyuluh KB DP3AP2KB Batang Dulgani mengatakan, program pendampingan dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai langkah jangka panjang dalam menekan angka stunting.
“Program ini merupakan bagian dari pencegahan stunting yang dilakukan lini lapangan di bawah penyuluh KB. Sasaran utamanya ada tiga, yakni calon pengantin, ibu hamil dan menyusui, serta baduta atau bayi di bawah dua tahun,” jelasnya.
Menurut Dulgani, khusus bagi calon pengantin, proses pendampingan dilakukan melalui aplikasi Elsimil atau Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil yang kini terintegrasi dalam aplikasi Siga Mobile dan dapat diakses melalui Play Store.
“Aplikasi tersebut digunakan untuk melakukan skrining awal kondisi kesehatan calon pengantin guna memastikan kesiapan fisik sebelum memasuki masa kehamilan. Calon pengantin melakukan pengisian data seperti usia, paparan asap rokok, riwayat pemeriksaan kesehatan, berat badan, hingga Lingkar Lengan Atas (LiLA) khusus untuk perempuan,” terangnya.
Jika hasil skrining menunjukkan kondisi yang dinilai aman dan memenuhi standar kesehatan, maka aplikasi akan menerbitkan sertifikat Elsimil sebagai bukti kesiapan awal calon pengantin.
“Dalam pelaksanaannya, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa aktif berkoordinasi dengan perangkat desa maupun petugas urusan pernikahan untuk mendata warga yang akan menikah setiap bulan. Setelah ada data calon pengantin, kader TPK mendatangi sasaran untuk melakukan pendampingan maupun membantu proses pengisian aplikasi jika diperlukan,” tegasnya.
Dulgani menambahkan, program Elsimil tidak hanya berfokus pada administrasi sertifikat, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada calon pengantin agar memahami kondisi fisik dan psikologis sebelum menikah dan hamil.
“Salah satu perhatian utama dalam skrining adalah kondisi gizi calon pengantin perempuan, khususnya pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Jika hasil pengukuran berada di bawah 23,5 sentimeter, calon pengantin akan mendapatkan edukasi terkait perbaikan asupan gizi. Kalau LiLA masih di bawah batas aman, kami berikan edukasi preventif seperti memperbanyak konsumsi protein hewani. Karena nantinya perempuan yang akan mengandung, sehingga kondisi kesehatannya perlu dipersiapkan sejak awal,” ungkapnya.
Selain itu, edukasi juga diberikan kepada calon pengantin laki-laki, khususnya terkait pentingnya mengurangi atau menghindari kebiasaan merokok demi mendukung kesehatan keluarga di masa mendatang.
“Melalui program ini, DP3AP2KB Kabupaten Batang berharap kesiapan pasangan sebelum menikah semakin meningkat sehingga risiko stunting pada anak dapat dicegah sejak tahap perencanaan keluarga. Harapannya, calon pengantin lebih siap secara fisik maupun mental, sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)