Wabup Batang Minta, Penghayat Kepercayaan Tetap Dilestarikan Kearifan Lokal

Kamis, 30 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 373 kali Acara Pimpinan Daerah
Wabup Batang Minta, Penghayat Kepercayaan Tetap Dilestarikan Kearifan Lokal
Wakil Bupati Batang Suyono (kiri), memberikan sambutan saat Sosialisasi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Dewi Ratih Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar kegiatan Sosialisasi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Dewi Ratih Batang, Kabupaten Batang, Kamis (30/10/2025).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar kegiatan Sosialisasi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Hotel Dewi Ratih Batang, Kabupaten Batang, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dan bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan, bahwa negara memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh warga negara, termasuk para penghayat kepercayaan.

“Negara hadir, artinya bahwa negara menjaga tentang penghayat kepercayaan, karena itu juga dikuatkan dengan Undang-Undang Dasar 1945, seperti Pasal 29 dan Pasal 28E yang mengatur tentang kebebasan beragama dan berkepercayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, praktik kepercayaan sebenarnya masih banyak dijumpai di masyarakat, bahkan di kalangan umat beragama.

“Saya Muslim, tapi ketika mau melakukan kegiatan besar, kadang masih bertanya pada orang yang bisa menghitung hari atau weton. Ini bagian dari kearifan lokal yang harus dirawat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Soedibyo menambahkan, bahwa kepercayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang tumbuh dan diwariskan oleh leluhur.

“Kepercayaan adalah salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia. Perlu kita pertahankan karena melalui kepercayaan ini banyak hal dari leluhur yang masih kita ikuti sampai sekarang,” terangnya.

Bambang menyebut, di Kabupaten Batang saat ini terdapat delapan kelompok kepercayaan yang teridentifikasi, salah satunya adalah Saptodarmo. Namun, jumlah penghayat yang telah terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) baru 44 orang.

“Saya yakin yang lain masih ada, tapi belum terdaftar,” ungkapnya.

Bambang menegaskan, bahwa para penghayat kepercayaan di Batang tidak merasa terpinggirkan. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah melalui kegiatan ini justru membuat mereka merasa diakui.

“Teman-teman dari kepercayaan ini merasa senang. Mereka tahu bahwa pemerintah masih memperhatikan dan mendukung keberadaan mereka,” ujar dia.

Menariknya, Bambang juga mengungkap bahwa di antara para penghayat kepercayaan terdapat individu yang beragama Islam, bahkan ada yang sudah menunaikan ibadah haji.

“Ada yang Muslim, bahkan haji juga ada. Mereka tetap memiliki kepercayaan,” pungkasnya.

Ia berharap, masyarakat semakin memahami bahwa penghayat kepercayaan merupakan bagian dari keragaman budaya bangsa yang perlu dilestarikan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 50
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 106
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 108
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 61
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 24
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 24