Pemkab Batang Mulai Revitalisasi Jalan RE Martadinata

Rabu, 29 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 1.045 kali Pembangunan Infrastruktur
Pemkab Batang Mulai Revitalisasi Jalan RE Martadinata
Pemerintah Kabupaten Batang Mulai Revitalisasi Jalan RE Martadinata.
Batang Langkah penataan wajah Kota Batang akhirnya terwujud di salah satu jalur vital, Jalan RE Martadinata. Proyek revitalisasi pedestrian dan drainase di kawasan yang juga dikenal sebagai 'Jangkaran' ini resmi memulai kontrak pada 20 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung dalam 60 hari kalender, atau paling lambat 18 Desember 2025, dengan nilai kontrak mencapai Rp1,4 miliar.

Batang Langkah penataan wajah Kota Batang akhirnya terwujud di salah satu jalur vital, Jalan RE Martadinata. Proyek revitalisasi pedestrian dan drainase di kawasan yang juga dikenal sebagai 'Jangkaran' ini resmi memulai kontrak pada 20 Oktober 2025 dan ditargetkan rampung dalam 60 hari kalender, atau paling lambat 18 Desember 2025, dengan nilai kontrak mencapai Rp1,4 miliar.

Namun, penataan ini membawa konsekuensi bagi belasan warga.  Konsekuensi 'Mengembalikan Fungsi Jalan'

Kepala Bidang Prasarana Jalan dan Jembatan DPUPR Batang Endro Suryono mengungkapkan, bahwa pekerjaan saat ini sedang fokus pada penggalian. Konsekuensi dari penataan ini adalah pengembalian fungsi ruang milik jalan (rumija) seutuhnya.

“Kondisi saat ini masih pengerjaan untuk galian, dan kita sudah berkirim surat ke masyarakat yang tanahnya di ruang milik jalan. Itu memang harus dibongkar sendiri. Nanti akan dikembalikan sesuai dengan fungsinya semula,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (29/10/2025).

Diperkirakan, ada sekitar 12 rumah yang terdampak karena bagian bangunannya mulai dari teras hingga pagar berada di atas rumija. Bahkan, ada yang terdampak cukup besar. Yang sangat besar itu nyampai ada yang kena 4 meter.

Ia menegaskan bahwa, langkah ini adalah upaya untuk mengembalikan fungsi trotoar dan drainase sesuai peruntukannya.

“Sekali lagi, kami sampaikan, kita mengembalikan semua yang memang fungsinya di ruang milik jalan, digunakan untuk milik jalan,” jelasnya.

Imbauan Tegas untuk Warga

Menyikapi masalah rumija ini, Endro Suryono juga menyampaikan imbauan keras kepada warga yang berada di pinggir jalan dan tidak memiliki sertifikat kepemilikan.

“Kami imbau, kalau memang yang di pinggir jalan, atau penggirian kalau tidak ada sertifikatnya, sekali lagi, kami imbau jangan dibangun, nanti akan ada kejadian seperti menghilangkan semua, atau mengembalikan fungsi semula,” tegasnya.

Mengenai pembongkaran mandiri, Endro menyebut progresnya cukup baik. Warga telah disurati dengan batas waktu paling lambat 3 November.

“Kita lihat tadi di lapangannya, sudah 60% di dalam pembelaan, sudah lumayan, progresnya bagus. Kalau kita suratnya itu, tanggal 3 November harus bersih. Selain memperindah, proyek pendestrian dan drainase ini diharapkan mampu meminimalisir genangan air saat hujan di kawasan tersebut,” tuturnya.

Endro menyebut penataan ini salah satunya adalah pendukung wajah kota karena kan menyambung semua dari mulai Jalan Yos Sudarso dan RE Martadinata, itu semua akan ditata.

“Secara teknis, revitalisasi ini akan mencakup pekerjaan galian, pemasangan sirtu, pemasangan U-ditch untuk saluran air, dan finishing pedestrian menggunakan batu alam. Panjang trotoar yang dibangun mencapai 250 meter lari untuk sisi utara-selatan (total 500 meter) dengan lebar 1,7 meter,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 42
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 87
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 43
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 109
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 37
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 45