Pemkab Batang Mulai Bangun 7 Gerai Koperasi Desa Merah Putih

Jumat, 17 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 1.794 kali Pembangunan Infrastruktur
Pemkab Batang Mulai Bangun 7 Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Wakil Bupati Batang Suyono (baju korpri), melakukan peletakan batu pertama pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memulai langkah nyata dalam mendukung program nasional pembentukan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dengan melaksanakan peletakan batu pertama di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Jumat (17/10/2025).

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memulai langkah nyata dalam mendukung program nasional pembentukan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dengan melaksanakan peletakan batu pertama di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis Kabupaten Batang, Jumat (17/10/2025).

Peletakan batu pertama ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Batang Suyono bersama Forkopimda Batang, sebagai simbol dimulainya pembangunan koperasi serentak di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan inisiatif nasional untuk memperkuat ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi, dan meningkatkan kemandirian masyarakat melalui gerakan koperasi.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, pembangunan di Batang akan dimulai di tujuh titik terlebih dahulu. Targetnya, tujuh lokasi ini sudah selesai pada akhir Januari 2026. Dari total 248 desa di Kabupaten Batang, seluruhnya telah memiliki koperasi yang berbadan hukum. Tahapan saat ini adalah penyusunan proposal usaha di masing-masing desa.

“Setiap desa memiliki karakter dan kondisi geografis berbeda. Karena itu, penentuan lokasi dilakukan dengan survei langsung untuk memastikan tanah yang digunakan strategis dan sesuai ketentuan. Bangunan koperasi ini akan menjadi aset desa karena berdiri di atas tanah milik desa,” jelasnya.

Menurut Suyono, program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui PT Agrinas (Persero) sebagai mitra pelaksana nasional, dengan dukungan pembiayaan dari Danantara.

“Kami dari Pemda tentu akan terus mendorong dan mengawal keberhasilan program pusat ini melalui Dinas Perindagkop. Koperasi Merah Putih ini harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” terangnya.

Suyono menegaskan, koperasi desa yang terbentuk dapat beroperasi di berbagai bidang, mulai dari koperasi serba usaha, perdagangan, hingga simpan pinjam. Pemerintah daerah akan berperan aktif membantu proses percepatan di lapangan, termasuk penyiapan lahan dan administrasi.

Sementara itu, Dandim Batang Letkol Inf Andhika Baskoro Krishastantyo menambahkan, pembangunan gerai koperasi desa dan kelurahan merah putih udah ada perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah daerah dengan PT Agrinas untuk mempercepat pembangunan.

“Setiap bangunan koperasi dirancang dengan ukuran 20x30 meter di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, agar bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi desa,” tuturnya.

Tugas TNI hanya mengawal proses peletakan batu pertama di tujuh desa tersebut saja sampai target pada akhir Januari 2026.

“Kami tentu akan terus mendorong dan mengawal keberhasilan program pusat ini dengan memantau secara langsung hingga bangunannya selesai. Tidak ada batasan sepanjang tujuannya untuk kesejahteraan warga. Ini adalah instruksi dari pusat agar koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujar dia.

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan gerakan nasional yang digagas pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi rakyat melalui sistem gotong royong.

Ia berharap, program ini di Batang dapat menjadi pendorong ekonomi baru di tingkat akar rumput, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 42
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 87
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 43
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 109
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 37
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 45