Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro

Rabu, 15 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 686 kali Acara Pimpinan Daerah
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang.
Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten Batang menjadi salah satu titik penting pelaksanaan kegiatan ini dengan penanaman 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi pesisir, termasuk 57.000 bibit di kawasan Batang Kota.

Program yang turut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) ini menjadi langkah konkret dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan air laut (rob) dan abrasi yang mulai mengancam permukiman warga.

“Program ini bagian dari upaya mengantisipasi perubahan iklim yang dampaknya sudah nyata, yaitu rob yang masuk ke daratan. Di Batang, ada sekitar 370 titik lahan terdampak, baik milik masyarakat maupun pemerintah daerah,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat ditemui usai penanaman mangrove di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, kondisi di lapangan sudah cukup mengkhawatirkan. Air laut kini telah mencapai teras-teras rumah warga di wilayah Kecamatan Batang, sementara sekitar 350 hektare lahan pertanian sudah tidak bisa ditanami karena tergenang air asin.

“Harapannya, dengan penanaman mangrove ini, kerusakan tidak semakin meluas,” harapnya.

Selain upaya konservasi lahan, pemerintah daerah juga berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat pesisir. Sebab, penanaman mangrove tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga sekitar.

“Sejak puluhan tahun kita sudah melakukan penanaman, tapi yang bertahan hanya di beberapa titik. Karena itu, pendekatannya sekarang tidak hanya fisik, tapi juga sosial membangun kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah menyalurkan CSR-nya untuk mendukung konservasi mangrove di Batang. Meski demikian, upaya rehabilitasi ini tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pengaman pantai yang lebih besar.

“Pemerintah daerah berharap, program tanggul laut nasional seperti yang telah berjalan di Pekalongan dapat segera diperluas hingga ke Batang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto menyampaikan, bahwa penanganan rob di Kabupaten Batang terus dilakukan dengan penanaman mangrove dan juga soal tanggul laut, nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut, karena juga membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“DLH Batang mencatat, proses penanaman mangrove secara masif di wilayah pesisir sudah dimulai sejak tahun 2021, sebelum rob semakin parah. Kini, sekitar 3 kilometer garis pantai di Batang telah terdampak abrasi dari titik awal kegiatan,” terangnya.

Program Mageri Segoro di Batang menjadi bagian dari gerakan besar penyelamatan pesisir yang dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Tengah. Selain menanam mangrove, kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman perubahan iklim di kawasan pesisir utara Jawa.

“Ini contoh baik dalam membina ekosistem lingkungan, khususnya di wilayah maritim. Dampaknya akan terasa langsung bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun 149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
149 Nelayan Batang Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Ditanggung BPI Selama Setahun
Batang - Sebanyak 149 nelayan dari lima wilayah pesisir Kabupaten Batang mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan. Kelima wilayah tersebut yakni Desa Ujungnegoro, Desa Ponowareng, Desa Karanggeneng, Dukuh Roban Timur Desa Sengon, dan Dukuh Roban Barat Desa Kedungsegog. Penyerahan kepesertaan di Kantor Desa Kedungsegog, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 90
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Penyusunan Perda RTRW dan Perpres Kota Baru Gringsing Berjalan Simultan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang terus melempar sinyal hijau bagi pengembangan kawasan industri dan penyangga, tanpa perlu mengorbankan sektor ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut dibuktikan melalui akselerasi pembahasan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kini tengah digodok secara intensif.
23 Sep 2026 Jumadi 90
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Pemkab Batang Dorong Peternakan Sapi Perah Berbasis Rakyat, Siapkan Kandang Komunal
Batang - Pemerintah Kabupaten  Batang mendorong pengembangan peternakan sapi perah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memenuhi kebutuhan susu di daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menghadiri puncak Bulan Bakti Peternak dan Kesehatan Hewan Ke-190 yang digelar Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan (Dispaperta) Batang di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2392026).
23 Sep 2026 Jumadi 111
Lindungi Pesisir Batang dari Abrasi, Para Pihak Dorong Pendekatan Berbasis Alam Lindungi Pesisir Batang dari Abrasi, Para Pihak Dorong Pendekatan Berbasis Alam
Lindungi Pesisir Batang dari Abrasi, Para Pihak Dorong Pendekatan Berbasis Alam
Batang - Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial menggelar Pertemuan Tim Koordinasi Pengelolaan Pesisir Terpadu (PMO) Kabupaten Batang sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan, di Hotel Kiyana Batang, Kabupaten Batang, Selasa (2292026).
22 Sep 2026 Jumadi 74
Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola
Tak Perlu Repot Urus Paspor, Kemenhaj Siapkan Layanan Jemput Bola
Batang - Jemaah calon haji kini makin dimudahkan dalam mempersiapkan paspor untuk keberangkatan ke Tanah Suci, karena Kantor Kemenhaj Batang telah mendekatkan layana, melalui Izzi paspor. Layanan tersebut diberikan secara jemput bola, sehingga sangat efektif karena jemaah tidak perlu datang langsung ke Kantor Imigrasi dan Kemasyarakatan Kelas 1 Pemalang.
22 Sep 2026 Jumadi 95
Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT
Luncurkan Koneksi, BPKPAD Batang Efektifkan Kinerja ASN Berbasis IT
Batang - Menghadapi efektivitas kinerja para Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang menjawab tantangan itu dengan diluncurkannya aplikasi Koneksi atau Knowledge and Office Collaboration System. Aplikasi Koneksi merupakan inovasi agar layanan kepegawaian maupun berbagai data, diperoleh secara lebih cepat karena seluruhnya terkoneksi melalui sistem.
22 Sep 2026 Jumadi 101