Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro

Rabu, 15 Oktober 2025 Jumadi Dibaca 669 kali Acara Pimpinan Daerah
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro
Tangani Rob dan Abrasi, 1,3 Juta Bibit Mangrove Ditanam di Batang dalam Program Mageri Segoro di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang.
Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Batang - Upaya penyelamatan pesisir Utara Jawa Tengah kembali digalakkan melalui program “Mageri Segoro” (Menjaga Negeri dari Segara) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kabupaten Batang menjadi salah satu titik penting pelaksanaan kegiatan ini dengan penanaman 1,3 juta bibit mangrove yang tersebar di 17 lokasi pesisir, termasuk 57.000 bibit di kawasan Batang Kota.

Program yang turut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) ini menjadi langkah konkret dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan air laut (rob) dan abrasi yang mulai mengancam permukiman warga.

“Program ini bagian dari upaya mengantisipasi perubahan iklim yang dampaknya sudah nyata, yaitu rob yang masuk ke daratan. Di Batang, ada sekitar 370 titik lahan terdampak, baik milik masyarakat maupun pemerintah daerah,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat ditemui usai penanaman mangrove di Desa Denasri Kulon, Kabupaten Batang, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, kondisi di lapangan sudah cukup mengkhawatirkan. Air laut kini telah mencapai teras-teras rumah warga di wilayah Kecamatan Batang, sementara sekitar 350 hektare lahan pertanian sudah tidak bisa ditanami karena tergenang air asin.

“Harapannya, dengan penanaman mangrove ini, kerusakan tidak semakin meluas,” harapnya.

Selain upaya konservasi lahan, pemerintah daerah juga berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat pesisir. Sebab, penanaman mangrove tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga sekitar.

“Sejak puluhan tahun kita sudah melakukan penanaman, tapi yang bertahan hanya di beberapa titik. Karena itu, pendekatannya sekarang tidak hanya fisik, tapi juga sosial membangun kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah menyalurkan CSR-nya untuk mendukung konservasi mangrove di Batang. Meski demikian, upaya rehabilitasi ini tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pengaman pantai yang lebih besar.

“Pemerintah daerah berharap, program tanggul laut nasional seperti yang telah berjalan di Pekalongan dapat segera diperluas hingga ke Batang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang Rusmanto menyampaikan, bahwa penanganan rob di Kabupaten Batang terus dilakukan dengan penanaman mangrove dan juga soal tanggul laut, nanti akan kami koordinasikan lebih lanjut, karena juga membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“DLH Batang mencatat, proses penanaman mangrove secara masif di wilayah pesisir sudah dimulai sejak tahun 2021, sebelum rob semakin parah. Kini, sekitar 3 kilometer garis pantai di Batang telah terdampak abrasi dari titik awal kegiatan,” terangnya.

Program Mageri Segoro di Batang menjadi bagian dari gerakan besar penyelamatan pesisir yang dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Tengah. Selain menanam mangrove, kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman perubahan iklim di kawasan pesisir utara Jawa.

“Ini contoh baik dalam membina ekosistem lingkungan, khususnya di wilayah maritim. Dampaknya akan terasa langsung bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Sri Rahayu)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 62
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 114
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 115
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 65
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 27
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 34