SEG Solar Mulai Beroperasi di KEK Industropolis, Batang Jadi Pusat Industri Panel Surya Nasional

Jumat, 08 Agustus 2025 Jumadi Dibaca 1.802 kali Acara Pimpinan Daerah
SEG Solar Mulai Beroperasi di KEK Industropolis, Batang Jadi Pusat Industri Panel Surya Nasional
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan sambutan saat resmikan beroperasinya pabrik SEG Solar di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang.
Batang - Kabupaten Batang kembali mencatat sejarah penting dengan beroperasinya pabrik SEG Solar, perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang industri panel surya terintegrasi. Pabrik yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi hijau (green economy) di tingkat nasional.

Batang - Kabupaten Batang kembali mencatat sejarah penting dengan beroperasinya pabrik SEG Solar, perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang industri panel surya terintegrasi. Pabrik yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi hijau (green economy) di tingkat nasional.

Co-Founder dan General Counsel of SEG Solar, Michael Eden mengatakan, bahwa pembukaan operasional membuat banyak peluang di Indonesia dan menjadi pemain besar di sektor energi terbarukan.

“Banyak kerja keras yang dilakukan dalam proyek yang telah bersama-sama membangun pabrik ini dalam waktu yang sangat singkat, dan kami berhasil menyelesaikannya hanya dalam waktu 7 bulan,” katanya saat ditemui di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (8/8/2025).

Kami akan memproduksi 2 gigawatt sel surya untuk fasilitas produksi kami di Amerika Utara, dan kami juga akan mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia dengan menyediakan produk untuk proyek residensial, komersial, dan utilitas. Kami memilih Batang karena beberapa alasan, misalnya insentif pajak yang bisa kami peroleh di sini melalui skema KEK.

“Hal ini akan menghemat banyak biaya bagi kami, terutama pajak impor bahan baku, serta memungkinkan kami mengekspor dengan bebas. Kami sangat puas dengan hasil yang telah dicapai dan menantikan pengembangan fase dua dan fase tiga ke depan, serta memperkuat akar kami di Indonesia,” jelasnya.

Salah satu hal yang sangat kami harapkan dari Indonesia adalah dukungan dari bank-bank lokal. Kami mencari pembiayaan untuk memulai dan mengembangkan proyek ini, serta mewujudkan visi yang kami miliki.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pembangunan tahap pertama pabrik SEG Solar.

“Kehadiran SEG Solar adalah sinyal bahwa Batang ikut serta membangun ekonomi hijau untuk Indonesia. Dampaknya diharapkan terasa langsung bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peluang di rantai pasok,” terangnya.

Dengan ini Kabupaten Batang mencatatkan sejarah baru dalam pengembangan industri hijau dengan mulai beroperasinya pabrik SEG Solar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan menyampaikan, SEG Solar sendiri merupakan salah satu dari hanya dua pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas besar di Pulau Jawa, satunya berada di Kendal, dan satu lagi di Batang.

“Dengan beroperasinya pabrik ini, Jawa Tengah berpotensi menjadi sentral produksi panel surya terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Pabrik yang berdiri sekarang baru memanfaatkan sekitar 20% dari total lahan, dengan nilai investasi sekitar 100 juta dolar AS dari rencana total investasi sebesar 500 juta dolar AS. Sisanya akan dibangun secara bertahap, sehingga dukungan fasilitas dan insentif fiskal dari pemerintah daerah dan pengelola KEK menjadi kunci kelanjutan investasi.

“Hal Ini adalah peluang besar bagi masyarakat Batang dan Jawa Tengah, khususnya generasi muda dan tenaga kerja profesional, untuk terlibat langsung dalam industri energi terbarukan yang strategis,” ujar dia.

Kehadiran SEG Solar diharapkan, membuka lowongan pekerjaan yang banyak bagi masyarakat lokal dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang untuk mempermudah investasi dan memastikan seluruh industri di wilayahnya berkembang bersama.

“Dengan beroperasinya SEG Solar, Batang semakin mengukuhkan diri sebagai bagian penting dari peta industri hijau Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi transformasi daerah menuju pusat energi terbarukan masa depan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)

Berita Lainnya

Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 36
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 110
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 120
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 102
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 125
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 190