Upaya Stabilkan Harga, Dispaperta Batang Gelar Pangan Murah

Kamis, 07 Agustus 2025 Jumadi Dibaca 708 kali IKM UKM UMKM
Upaya Stabilkan Harga, Dispaperta Batang Gelar Pangan Murah
Sejumlah warga membeli sayuran saat , gelaran produk pangan murah di halaman Pendapa Kabupaten Batang.
Batang - Memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan RI, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar produk pangan murah sekaligus untuk menstabilkan harga sembako. Dispaperta Batang memastikan harga sembako mulai dari beras hingga produk pertanian dan pertanian berada di bawah pasar, sehingga menarik minat konsumen.

Batang - Memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-80 Kemerdekaan RI, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar produk pangan murah sekaligus untuk menstabilkan harga sembako. Dispaperta Batang memastikan harga sembako mulai dari beras hingga produk pertanian dan pertanian berada di bawah pasar, sehingga menarik minat konsumen.

Kabid Ketahanan Pangan Dispaperta Batang Dewi Wuryanti mengatakan, gelaran produk pangan murah ini sangat dinantikan masyarakat karena harga yang lebih murah dibandingkan pasar. Masyarakat tak perlu cemas karena komoditas beras, minyak goreng dan telur dipastikan mencukupi kebutuhan konsumen.

“Kami sudah menyiapkan komoditas beras 2 ton, seharga Rp60 ribu/5 kg, Minyakita 1 liter seharga 15.500/pouch, telur 1kg seharga Rp25 ribu/kg, gula 1 kg seharga Rp17 ribu/kg,” katanya, saat ditemui di halaman Pendapa Kabupaten Batang, Rabu (6/8/2025).

Program ini sebagai langkah Pemda untuk menstabilkan harga, seperti beras medium di pasaran saat ini Rp13.500,00, di gelaran pangan murah hanya Rp12 ribu/kg. Sehingga dipastikan harga jual memiliki selisih hingga Rp2 ribu, yang dinilai lebih efisien dibandingkan di pasar.

“Antusias masyarakat sangat tinggi, karena antrean sudah terjadi sejak pagi. Untuk program ini hanya digelar sehari di halaman Pendapa yang dimeriahkan dengan lomba kreasi makanan sehat memeriahkan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Gelaran tersebut disambut baik pengunjung, salah satunya Tri warga Proyonanggan Tengah yang sangat diuntungkan dengan digelarnya produk pangan murah karena meringankan beban masyarakat.

“Harganya pasti lebih murah dibandingkan pasar, seperti gula Rp19 ribu di sini cuma Rp17.500,00, minyak goreng Rp17.500 di sini cuma Rp15.500,00,” tuturnya.

Pelaku UMKM, Sri Rejeki mengaku senang karena gelaran pasar murah membantu meningkatkan pendapatan dibandingkan jika dipasarkan di warung maupun pusat oleh-oleh.

“Kalau ada bazar omsetnya bisa Rp1 juta sampai Rp2 juta, kalau hari biasa dipasarkan di pusat oleh-oleh,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)


Berita Lainnya

Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 42
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 111
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 123
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 104
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 125
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 190