Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa

Sabtu, 31 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.876 kali Seni dan Budaya
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus ujian praktik seni budaya bagi siswa kelas 9. Seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari memilih cerita, menyusun naskah, hingga menentukan siapa yang akan menjadi pemain ketoprak, penabuh gamelan, dan sinden.

“Ada tujuh kelas, masing-masing menampilkan pertunjukan selama kurang lebih 40 menit. Setiap kelas punya cerita sendiri yang mereka pilih, dan penampilan mereka benar-benar hasil kerja tim siswa sendiri. Guru seni hanya memfasilitasi,” kata Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno saat ditemui di lapangan SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, (31/5/2025).

Dalam pentas tersebut, sekitar 14 siswa memainkan gamelan, sementara empat hingga lima siswa menjadi sinden, dan sisanya berperan dalam lakon ketoprak. Menariknya, seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa, termasuk pembawa acaranya (pranatacara), yang berasal dari siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.

“Karena ini ujian praktik mata pelajaran seni budaya, maka semua murid harus ikut. Materi pelajaran seni di kelas 9 itu, 90 persen praktik dan 10 persen teori. Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan warisan budaya luhur dan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, Festival Gelar Budaya ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Dukungan penuh dari paguyuban orang tua murid menjadi fondasi utama terselenggaranya acara ini, mengingat keterbatasan anggaran sekolah.

“Ini bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Di dalamnya, siswa, orang tua, dan sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan,” imbuhnya.

Dukungan pun datang dari Wakil Bupati Batang Suyono, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas upaya SMPN 4 Batang mempertahankan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.

“Saya sangat apresiasi, karena ini langkah nyata menjaga seni budaya yang mulai ditinggalkan. SMPN 4 Batang layak menjadi contoh. Kegiatan seperti ini harus didukung oleh Disdikbud dan Pemkab Batang agar tetap lestari,” terangnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui gawai, yang secara perlahan menggeser minat anak-anak terhadap budaya lokal.

“Kalau tidak ada yang nguri-uri, budaya kita bisa hilang. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya asing dari layar gawai. Saya harap SMPN 4 Batang tidak bosan mempertahankan budaya ini,” tegasnya.

Pemkab Batang melalui Disdikbud dan Dewan Kesenian Daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya seperti yang dilakukan SMPN 4 Batang.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya, SMPN 4 Batang tak hanya menjadi sekolah budaya, tetapi juga pelopor dalam menjaga denyut tradisi di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 49
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 54
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 59
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 42
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.
08 Apr 2026 Jumadi 465