Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa

Sabtu, 31 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.929 kali Seni dan Budaya
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus ujian praktik seni budaya bagi siswa kelas 9. Seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari memilih cerita, menyusun naskah, hingga menentukan siapa yang akan menjadi pemain ketoprak, penabuh gamelan, dan sinden.

“Ada tujuh kelas, masing-masing menampilkan pertunjukan selama kurang lebih 40 menit. Setiap kelas punya cerita sendiri yang mereka pilih, dan penampilan mereka benar-benar hasil kerja tim siswa sendiri. Guru seni hanya memfasilitasi,” kata Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno saat ditemui di lapangan SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, (31/5/2025).

Dalam pentas tersebut, sekitar 14 siswa memainkan gamelan, sementara empat hingga lima siswa menjadi sinden, dan sisanya berperan dalam lakon ketoprak. Menariknya, seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa, termasuk pembawa acaranya (pranatacara), yang berasal dari siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.

“Karena ini ujian praktik mata pelajaran seni budaya, maka semua murid harus ikut. Materi pelajaran seni di kelas 9 itu, 90 persen praktik dan 10 persen teori. Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan warisan budaya luhur dan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, Festival Gelar Budaya ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Dukungan penuh dari paguyuban orang tua murid menjadi fondasi utama terselenggaranya acara ini, mengingat keterbatasan anggaran sekolah.

“Ini bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Di dalamnya, siswa, orang tua, dan sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan,” imbuhnya.

Dukungan pun datang dari Wakil Bupati Batang Suyono, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas upaya SMPN 4 Batang mempertahankan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.

“Saya sangat apresiasi, karena ini langkah nyata menjaga seni budaya yang mulai ditinggalkan. SMPN 4 Batang layak menjadi contoh. Kegiatan seperti ini harus didukung oleh Disdikbud dan Pemkab Batang agar tetap lestari,” terangnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui gawai, yang secara perlahan menggeser minat anak-anak terhadap budaya lokal.

“Kalau tidak ada yang nguri-uri, budaya kita bisa hilang. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya asing dari layar gawai. Saya harap SMPN 4 Batang tidak bosan mempertahankan budaya ini,” tegasnya.

Pemkab Batang melalui Disdikbud dan Dewan Kesenian Daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya seperti yang dilakukan SMPN 4 Batang.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya, SMPN 4 Batang tak hanya menjadi sekolah budaya, tetapi juga pelopor dalam menjaga denyut tradisi di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 20
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 14
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 93
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi langkah Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong digitalisasi pembayaran retribusi parkir dan objek wisata melalui QRIS untuk menekan kebocoran PAD. BI menilai tantangan utama bukan pada penyediaan sarana, melainkan membangun kebiasaan transaksi non-tunai bagi petugas dan masyarakat. Pendapatan yang terkumpul secara transparan diharapkan dapat dikembalikan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan wisata.
30 Okt 2026 Jumadi 163
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 121
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 4172