Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa

Sabtu, 31 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.898 kali Seni dan Budaya
Festival Karya dan Budaya, Wujud Komitmen SMPN 4 Batang Menjadi Sekolah Pelestari Budaya Jawa
Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Batang - Suara gamelan mengalun lembut dari halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Batang. Lengkap dengan sinden dan penampilan ketoprak, suasana sekolah seolah berubah menjadi panggung kebudayaan Jawa yang megah. Festival Gelar Budaya III tahun 2025 kembali digelar, menegaskan komitmen SMPN 4 Batang sebagai sekolah budaya yang konsisten menanamkan kecintaan terhadap warisan leluhur kepada siswanya.

Festival yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus ujian praktik seni budaya bagi siswa kelas 9. Seluruh siswa diwajibkan terlibat aktif dalam proses kreatif, mulai dari memilih cerita, menyusun naskah, hingga menentukan siapa yang akan menjadi pemain ketoprak, penabuh gamelan, dan sinden.

“Ada tujuh kelas, masing-masing menampilkan pertunjukan selama kurang lebih 40 menit. Setiap kelas punya cerita sendiri yang mereka pilih, dan penampilan mereka benar-benar hasil kerja tim siswa sendiri. Guru seni hanya memfasilitasi,” kata Kepala SMPN 4 Batang Sri Mulyatno saat ditemui di lapangan SMPN 4 Batang, Kabupaten Batang, (31/5/2025).

Dalam pentas tersebut, sekitar 14 siswa memainkan gamelan, sementara empat hingga lima siswa menjadi sinden, dan sisanya berperan dalam lakon ketoprak. Menariknya, seluruh rangkaian acara menggunakan Bahasa Jawa, termasuk pembawa acaranya (pranatacara), yang berasal dari siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.

“Karena ini ujian praktik mata pelajaran seni budaya, maka semua murid harus ikut. Materi pelajaran seni di kelas 9 itu, 90 persen praktik dan 10 persen teori. Lewat kegiatan ini, kami ingin menanamkan warisan budaya luhur dan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kegiatan sekolah, Festival Gelar Budaya ini menjadi wujud kolaborasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan komite sekolah. Dukungan penuh dari paguyuban orang tua murid menjadi fondasi utama terselenggaranya acara ini, mengingat keterbatasan anggaran sekolah.

“Ini bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak. Di dalamnya, siswa, orang tua, dan sekolah terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan,” imbuhnya.

Dukungan pun datang dari Wakil Bupati Batang Suyono, yang hadir langsung dan memberikan apresiasi tinggi atas upaya SMPN 4 Batang mempertahankan budaya bangsa di tengah arus modernisasi.

“Saya sangat apresiasi, karena ini langkah nyata menjaga seni budaya yang mulai ditinggalkan. SMPN 4 Batang layak menjadi contoh. Kegiatan seperti ini harus didukung oleh Disdikbud dan Pemkab Batang agar tetap lestari,” terangnya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus budaya luar yang mudah diakses melalui gawai, yang secara perlahan menggeser minat anak-anak terhadap budaya lokal.

“Kalau tidak ada yang nguri-uri, budaya kita bisa hilang. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya asing dari layar gawai. Saya harap SMPN 4 Batang tidak bosan mempertahankan budaya ini,” tegasnya.

Pemkab Batang melalui Disdikbud dan Dewan Kesenian Daerah pun berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program-program pelestarian budaya seperti yang dilakukan SMPN 4 Batang.

“Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada budaya, SMPN 4 Batang tak hanya menjadi sekolah budaya, tetapi juga pelopor dalam menjaga denyut tradisi di tengah kemajuan zaman,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah
PMI Batang Naikkan Anggaran RTLH Jadi Rp17,5 Juta per Rumah
Batang Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang terus memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kualitas penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, PMI Batang juga berkomitmen memangkas birokrasi agar bantuan bisa langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
10 Jun 2026 Jumadi 26
Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi
Disperindagkop Batang Petakan Dampak Kenaikan Pertamax, Fokus Jaga Stok dan Stabilitas Ekonomi
Batang - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang mulai melakukan pemetaan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamina yang mulai terpantau per 10 Juni 2026. Salah satu penyesuaian harga terjadi pada Pertamax yang naik dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 per liter.
10 Jun 2026 Jumadi 159
Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta
Pemkab Batang Perluas Program Seragam Gratis Hingga Sekolah Swasta
Batang - Memasuki tahun kedua kepemimpinan Bupati Batang M Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono, komitmen untuk meringankan beban orang tua murid baru kembali diwujudkan.  Kabar baiknya, program bantuan seragam gratis tahun ini tidak lagi hanya menyasar sekolah negeri, melainkan meluas hingga ke sekolah swasta.
10 Jun 2026 Jumadi 46
Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Bupati Batang Lantik Pengurus KEK, Targetkan UMKM dan Ekraf Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan melantik pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Batang periode 20262031 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1062026). Pemerintah Kabupaten Batang menargetkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jun 2026 Jumadi 57
Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26 Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26
Samakan Visi, BPS Batang Bekali Materi Calon Petugas SE26
Pekalongan - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menggelar pelatihan bagi calon petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE26) sejak 31 Mei hingga 11 Juni, sebagai upaya menyelaraskan pola dalam bertugas. Pelatihan diberikan bagi 825 calon petugas, untuk menyamakan visi, agar ketika mendata sesuai standarisasi yang ditentukan oleh BPS.
09 Jun 2026 Jumadi 74
Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Kejari Batang Musnahkan Barang Bukti Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Batang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Batang, Kabupaten Batang, Selasa (962026). Kegiatan tersebut turut melibatkan pelajar sebagai bagian dari edukasi hukum dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
09 Jun 2026 Jumadi 96