Batang Harapan baru bagi para pengusaha muda kembali mengemuka di Kabupaten Batang. Hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Batang tak hanya jadi magnet investasi, tetapi juga membuka banyak potensi usaha, mulai dari sektor logistik, pangan, hingga pariwisata.
Batang Harapan baru bagi para pengusaha muda kembali mengemuka di Kabupaten Batang. Hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Batang tak hanya jadi magnet investasi, tetapi juga membuka banyak potensi usaha, mulai dari sektor logistik, pangan, hingga pariwisata.
Bupati
Batang M. Faiz Kurniawan, menegaskan hal itu saat melantik pengurus Badan
Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Batang periode
20252028 di Pendapa Kabupaten Batang, Selasa (6/5/2025) malam.
“Peluang
usaha di Batang sangat banyak, apalagi dengan adanya KEK Industri. HIPMI kami
harapkan bisa berperan aktif, khususnya dalam penguatan sektor swasta yang
berkelanjutan,†jelasnya.
Menurutnya,
sektor pertanian dan perikanan di Batang menyimpan potensi besar jika dikelola
dengan strategi hilirisasi. Bahkan, kebutuhan dasar pangan untuk program makan
bergizi gratis juga dapat menjadi peluang usaha baru.
“Setiap
hari, 825 ribu warga Batang minimal mengonsumsi dua butir telur. Artinya,
kebutuhan harian mencapai sekitar 1,6 juta telur. Kalau suplai itu bisa
dipenuhi dari Batang sendiri, secara logistik tentu lebih efisien,†terangnya.
Faiz
menyebutkan, telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima wilayah percontohan
oleh Badan Gizi Nasional di Jawa Tengah. Rencananya, akan dibangun dapur
bergizi seluas 1,8 hektare untuk mendukung program tersebut.
“Bahwa
KEK Batang bukan hanya soal industri, tapi juga sektor lain seperti pariwisata,
properti, logistik, dan pengembangan SDM. Turisme pasti butuh hotel, hotel
butuh katering, katering butuh bahan pangan, dan semuanya butuh tenaga kerja
yang terampil. Di sinilah kita harus siapkan SDM-nya,†tegasnya.
Sementara
itu, Ketua Umum HIPMI Jawa Tengah Wulan Rudy Prasetiyo menyebut, bahwa
pelantikan ini tidak sekadar seremonial, melainkan momen penting untuk membaca
peta peluang usaha di Batang.
“Tadi
malam Pak Bupati menjelaskan sangat visioner. Dengan adanya kawasan industri
terpadu, HIPMI tertarik untuk menyiapkan diri lebih serius. Sudah ada roadmap
yang disiapkan, dan kami ingin ikut berkolaborasi,†tuturnya.
Ketua
BPC HIPMI Batang Angga Whidi Saputra, menyampaikan komitmennya untuk mendukung
pengembangan UMKM dan membangun wirausaha muda yang mandiri. Ia juga menyoroti
pentingnya sinergi antara HIPMI dan pemerintah daerah.
“Kami
siap berkontribusi penuh dalam program-program pemerintah. Misalnya dalam
sektor pariwisata, bagaimana agar wisata Batang bisa dikenal secara nasional.
Kami akan menjalin kolaborasi, termasuk dengan media dan influencer,†ujar dia.
Ia
juga menambahkan, bahwa sebagian anggota HIPMI Batang telah menunjukkan
kemandirian, misalnya di sektor peternakan ayam. Ke depan, pelatihan-pelatihan
kewirausahaan akan digalakkan bekerja sama dengan CSR perusahaan agar para
pengusaha muda tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
“HIPMI
Batang siap menjadi jembatan lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan
mandiri,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Sri Rahayu)