Wujudkan Ketahanan Pangan, BPI Bersama Dispaperta Panen Raya Padi di Lahan Pengganti

Rabu, 07 Mei 2025 Jumadi Dibaca 1.515 kali Pertanian Perikanan Perkebunan Peternakan
Wujudkan Ketahanan Pangan, BPI Bersama Dispaperta Panen Raya Padi di Lahan Pengganti
Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Panen Raya Padi di area Lahan Pengganti, Desa Sembojo, Kabupaten Batang, Selasa (6/5/2025).

Batang - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang menggelar Panen Raya Padi di area Lahan Pengganti, Desa Sembojo, Kabupaten Batang, Selasa (6/5/2025).

Direktur Operasional BPI Naofumi Yasuda menyampaikan, Program Lahan Pengganti ini merupakan contoh nyata komitmen kami untuk mendukung pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program CSR Bhimasena Lentera Ekonomi.

“Saya mengapresiasi kerja keras para petani penggarap yang telah menghasilkan panen melimpah. Hasil panen ini dapat memberikan pendapatan tambahan bagi petani dan mendukung ketahanan pangan lokal,” katanya.

Lahan Pengganti merupakan program mitigasi sosial yang disiapkan oleh BPI bagi para petani penggarap yang lahannya terdampak pembangunan PLTU Batang.

Ia menyebutkan, Program lahan pengganti memiliki luas kurang lebih 32 hektar dan telah dicanangkan sejak tahun 2016. Selama lebih dari 9 tahun, lahan pengganti BPI telah mendukung penghidupan para petani penggarap dan memastikan bahwa mereka tetap menjalankan kegiatan pertanian yang telah digeluti selama ini.

“Dengan adanya kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” jelasnya.

Kepala Dispaperta Batang melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Rini Diana Anggriani mengatakan, bahwa kontribusi BPI sangat luar biasa pihak swasta yang bersama-sama dengan pemerintah untuk mendampingi petani penggarap dari proses penanaman hingga panen dan membeli hasilnya untuk diberikan kepada masyarakat pra-sejahtera.

“Program ini wujud dari kami dengan mendukung langsung ketahanan pangan secara nasional yang menjadi Program Presiden Prabowo Subiyanto,” terangnya.

Kebijakan Presiden Prabowo terkait panen gabah yang harus diserap Bulog senilai minimal Rp6.500,00/Kg.

“Saya harap dengan keberadaan BPI di Kabupaten Batang bisa senatiasa sinergi dalam mewujudkan swasembada pangan dan program-program yang dilaksanakan oleh BPI ini dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lainnya di Kabupaten Batang,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Stakeholder Relation BPI Aryamir H. Sulasmoro menambahkan, bahwa kegiatan Panen Raya yang merupakan bagian dari Program Bhimasena Lentera Ekonomi ini akan memanen padi seluas satu hektar dengan proyeksi akan menghasilkan kurang lebih 4,5 ton gabah.

“Hasil panen akan dibeli oleh perusahaan untuk mensejahterakan petani dan dibagikan kepada masyarakat pra-sejahtera untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program pencegahan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem,” terangnya.

Hal ini menjadi komitmen dalam memfasilitasi hulu programnya dengan menyediakan lahan, memberikan fasilitas pertanian, dan pendampingan intensif dan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ketahanan pangan, kami berinovasi dengan menyiapkan hilir pemasaran dan penyerapan hasil pertaniannya.

“Selain itu, di lahan pengganti seluas 32 hektar terdapat beberapa tanaman lainnya seperti jagung, kacang, dan singkong,” tandasnya.

Perwakilan Kelompok Tani Lahan Pengganti Sartono menyampaikan, bahwa BPI melalui program Bhimasena Lentera Ekonomi telah mendampingi dan memfasilitasi petani penggarap sejak tahun 2016 dan di tahun ini BPI membeli langsung hasil panen yang memberikan manfaat langsung kepada para petani di area lahan pengganti.

“terima kasih kepada BPI yang telah membantu para petani penggarap sejak 2016, harapannya hasil panen ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat di Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Proyek Berkualitas Harga Mati, DPUPR Batang Minta Pengawas Tak Boleh Merangkap
Batang - Kualitas proyek infrastruktur yang kokoh tidak hanya lahir dari material yang bagus, melainkan juga dari pengawasan yang ketat di lapangan. Demi menjaga komitmen tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang memperketat aturan main bagi para konsultan pengawas.
10 Jul 2026 Jumadi 214
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
MBG Rehat Tiga Pekan, Harga Ayam Potong di Batang Melorot
Batang -  Tiga pekan libur sekolah, ternyata berdampak pada penurunan harga ayam potong dan telur ayam negeri yang siginifikan. Sebagian besar pedagang menyambut positif karena selama libur sekolah yang disertai liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut diikuti pula dengan turunnya harga kebutuhan pokok seperti ayam dan telur.
10 Jul 2026 Jumadi 174
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Capai 80 Persen Pekerja, Disnaker Batang Terus Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Batang Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat tata kelola ketenagakerjaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) melalui kebijakan yang mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus memastikan proses rekrutmen berlangsung transparan dan akuntabel.
10 Jul 2026 Jumadi 162
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
SE26, BPS Batang Mendata Nenek Usia 100 Tahun
Batang - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Batang menghadirkan kisah menarik. Saat melakukan pendataan di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang menemukan seorang warga lanjut usia bernama Supiyah yang telah berusia 100 tahun 1 bulan 19 hari dan masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.
10 Jul 2026 Jumadi 649
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027 Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Bupati Batang Tetapkan Wisata Prioritas Untuk Program 2027
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan pada tahun 2027. Sejumlah destinasi unggulan akan dikembangkan secara bertahap untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
10 Jul 2026 Jumadi 89
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Pariwisata Jadi Fokus KUA-PPAS 2027, Pemkab Batang Targetkan Dongkrak Ekonomi
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.
10 Jul 2026 Jumadi 109