Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa

Sabtu, 26 April 2025 Jumadi Dibaca 3.332 kali Acara Mentri
Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa
Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Program yang digagas Kemendukbangga ini mencakup lima aksi nyata: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Layanan Keluarga Indonesia’. Semuanya dirancang sebagai langkah cepat dan terukur menyongsong bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami untuk mengecek kesiapan pelaksanaan lima Quick Wins yang kami desain. Intinya, ini kontribusi dari kementerian kami untuk mengantisipasi bonus demografi,” katanya saat meninjau salah satu lokasi program di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (25/4/2025).

Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah Tamasya. Program ini ditujukan untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak usia dini, terutama dari keluarga yang orang tuanya bekerja di kawasan industri. Di Batang, hal ini menjadi krusial mengingat keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Kalau di satu pabrik dibutuhkan 10 ribu tenaga kerja, tapi yang sesuai hanya lima ribu, maka fungsi pabrik itu tidak maksimal. Ini bukan hanya soal lapangan kerja, tapi juga kesiapan keluarga. Kalau pekerja perempuan punya anak dan tidak ada tempat penitipan, mereka bisa berhenti kerja. Maka kita butuh Tamasya di kawasan industri ini,” jelasnya.

Budi juga menegaskan, keberadaan Tamasya tidak sekadar tempat menitipkan anak. Ada standar khusus yang ditetapkan kementerian, mulai dari pengasuh bersertifikat, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga pendampingan psikologis dan medis, bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan puskesmas.

“Kalau anaknya stunting, pengasuh harus tahu cara menangani dan berkoordinasi dengan puskesmas. Gizi pun harus diperhatikan, makannya harus sesuai standar, termasuk sanitasi ruang dan rasio anak dengan luas ruangan,” tegasnya.

Menurutnya, bonus demografi tidak bisa dipetik begitu saja tanpa strategi. Jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak dikelola secara terpadu.

“Kalau mereka tidak bekerja, tidak produktif, maka bukan jadi bonus, tapi malah disrupsi demografi mereka bisa jadi pelaku kriminal, preman, atau beban negara. Kita harus pastikan mereka mendapatkan pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan yang layak sejak lahir hingga lansia,” terangnya.

Ia juga menambahkan, sejak bayi lahir, negara harus sudah siap dari pelayanan seribu hari pertama kehidupan, pendidikan berkualitas, hingga penyediaan lapangan kerja yang sesuai kompetensi.

“Tidak boleh ada warga negara yang dibiarkan hidup di bawah standar. Semua harus mendapat kesempatan mengembangkan diri secara optimal,” ungkapnya.

Pemilihan Kabupaten Batang sebagai pilot project bukan tanpa alasan. Selain karena KITB yang strategis, Batang juga dianggap memiliki kesiapan infrastruktur dan kemauan kuat dari pemerintah daerah.

“Dari sini kita berharap, muncul satu model pembangunan manusia berbasis keluarga dan kependudukan yang bisa direplikasi ke seluruh Indonesia, hingga ke tingkat desa. Kami ingin ke depan, setiap desa punya tempat penitipan anak, pelayanan lansia, remaja, sampai terbentuk kampung KB yang betul-betul berkualitas,” pungkasnya.

Kami ingin memastikan setiap manusia Indonesia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga subjek yang bisa menentukan arah hidupnya dengan kualitas terbaik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 14
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 41
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
HUT Ke-60 Batang, Bupati Paparkan Capaian Ekonomi hingga Penurunan Pengangguran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatat sejumlah capaian positif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 31
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Upacara HUT Ke-60 Batang, Bupati Ajak Warga Perkuat Semangat Cinta Daerah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar upacara peringatan Hari Jadi Ke-60 di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 39
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Bupati Batang Prioritaskan Penanganan Banjir Rob di Pesisir Barat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memprioritaskan penanganan banjir rob di wilayah pesisir barat sebagai bagian dari upaya perlindungan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (842026).
08 Apr 2026 Jumadi 34
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Bakal Punya Galangan Kapal Terbesar di Jawa, Terintegrasi dengan Proyek GSW
Batang Kabupaten Batang bersiap mencatatkan namanya dalam peta industri maritim nasional. Tak hanya fokus pada penanganan rob melalui proyek tanggul laut raksasa Giant Sea Wall (GSW), wilayah ini diproyeksikan menjadi rumah bagi salah satu galangan kapal terbesar di Pulau Jawa.
08 Apr 2026 Jumadi 78