Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa

Sabtu, 26 April 2025 Jumadi Dibaca 3.416 kali Acara Mentri
Batang Jadi Pilot Project Program “Quick Wins”, Tamasya Jadi Harapan Baru Cegah Stunting di Kawa
Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Batang Di tengah geliat pembangunan dan geliat kawasan industri yang makin tumbuh, Kabupaten Batang kini bersiap menjadi wajah baru pembangunan manusia Indonesia. Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Budi Setiyono turun langsung ke Batang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan lima program unggulan bertajuk "Quick Wins".

Program yang digagas Kemendukbangga ini mencakup lima aksi nyata: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Layanan Keluarga Indonesia’. Semuanya dirancang sebagai langkah cepat dan terukur menyongsong bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami untuk mengecek kesiapan pelaksanaan lima Quick Wins yang kami desain. Intinya, ini kontribusi dari kementerian kami untuk mengantisipasi bonus demografi,” katanya saat meninjau salah satu lokasi program di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jumat (25/4/2025).

Salah satu program yang menjadi perhatian serius adalah Tamasya. Program ini ditujukan untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anak usia dini, terutama dari keluarga yang orang tuanya bekerja di kawasan industri. Di Batang, hal ini menjadi krusial mengingat keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Kalau di satu pabrik dibutuhkan 10 ribu tenaga kerja, tapi yang sesuai hanya lima ribu, maka fungsi pabrik itu tidak maksimal. Ini bukan hanya soal lapangan kerja, tapi juga kesiapan keluarga. Kalau pekerja perempuan punya anak dan tidak ada tempat penitipan, mereka bisa berhenti kerja. Maka kita butuh Tamasya di kawasan industri ini,” jelasnya.

Budi juga menegaskan, keberadaan Tamasya tidak sekadar tempat menitipkan anak. Ada standar khusus yang ditetapkan kementerian, mulai dari pengasuh bersertifikat, pemenuhan gizi, sanitasi, hingga pendampingan psikologis dan medis, bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan puskesmas.

“Kalau anaknya stunting, pengasuh harus tahu cara menangani dan berkoordinasi dengan puskesmas. Gizi pun harus diperhatikan, makannya harus sesuai standar, termasuk sanitasi ruang dan rasio anak dengan luas ruangan,” tegasnya.

Menurutnya, bonus demografi tidak bisa dipetik begitu saja tanpa strategi. Jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak tidak otomatis menjadi keuntungan jika tidak dikelola secara terpadu.

“Kalau mereka tidak bekerja, tidak produktif, maka bukan jadi bonus, tapi malah disrupsi demografi mereka bisa jadi pelaku kriminal, preman, atau beban negara. Kita harus pastikan mereka mendapatkan pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan yang layak sejak lahir hingga lansia,” terangnya.

Ia juga menambahkan, sejak bayi lahir, negara harus sudah siap dari pelayanan seribu hari pertama kehidupan, pendidikan berkualitas, hingga penyediaan lapangan kerja yang sesuai kompetensi.

“Tidak boleh ada warga negara yang dibiarkan hidup di bawah standar. Semua harus mendapat kesempatan mengembangkan diri secara optimal,” ungkapnya.

Pemilihan Kabupaten Batang sebagai pilot project bukan tanpa alasan. Selain karena KITB yang strategis, Batang juga dianggap memiliki kesiapan infrastruktur dan kemauan kuat dari pemerintah daerah.

“Dari sini kita berharap, muncul satu model pembangunan manusia berbasis keluarga dan kependudukan yang bisa direplikasi ke seluruh Indonesia, hingga ke tingkat desa. Kami ingin ke depan, setiap desa punya tempat penitipan anak, pelayanan lansia, remaja, sampai terbentuk kampung KB yang betul-betul berkualitas,” pungkasnya.

Kami ingin memastikan setiap manusia Indonesia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi juga subjek yang bisa menentukan arah hidupnya dengan kualitas terbaik. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Finish di Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi Atlet
Kontingen Kabupaten Batang menempati peringkat ke-30 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan raihan 4 medali emas, 13 perak, dan 14 perunggu, belum mencapai target 10 besar. Meski demikian, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tetap memberikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan seluruh tim. Ke depan, KONI bersama pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet dan fasilitas penunjang sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga Batang pada kompetisi berikutnya.
31 Okt 2026 Jumadi 222
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa SMK Bintara Batang Juara 1 Kejuaraan Boxing Gladiator Season 3 di Pekalongan
Siswa kelas XII SMK Bintara Batang, Ivan Slamet Kurniawan, berhasil meraih juara pertama kategori boxing putra kelas 51 kilogram dalam Kejuaraan Pekalongan Gladiator Season 3. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan dan persiapan fisik, sekaligus menambah pengalaman serta melatih mental untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar.
31 Okt 2026 Jumadi 78
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Reban Jadi Opsi, Pemkab Batang Rencanakan Pembangunan Rumah Sakit di Wilayah Selatan
Pemkab Batang merencanakan pembangunan rumah sakit daerah di wilayah selatan dengan mempertimbangkan Kecamatan Bawang, Reban, dan Bandar untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, Pemkab Batang menargetkan kembali mencapai status Universal Health Coverage (UHC) pada November 2026 dengan dukungan anggaran sekitar Rp90 miliar per tahun untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.
30 Okt 2026 Jumadi 115
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Langkah Tegas Bupati Batang Tekan Kebocoran PAD Dapat Acungan Jempol dari BI
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi langkah Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mendorong digitalisasi pembayaran retribusi parkir dan objek wisata melalui QRIS untuk menekan kebocoran PAD. BI menilai tantangan utama bukan pada penyediaan sarana, melainkan membangun kebiasaan transaksi non-tunai bagi petugas dan masyarakat. Pendapatan yang terkumpul secara transparan diharapkan dapat dikembalikan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan wisata.
30 Okt 2026 Jumadi 195
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Sambang Desa Candirejo, Bupati Batang Tampung Aspirasi Perbaikan Jalan dan RTLH
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono menyerap aspirasi warga Desa Candirejo terkait perbaikan jalan desa dan bantuan RTLH. Pemkab Batang akan mempertimbangkan usulan tersebut dalam perencanaan anggaran 2027, sekaligus menyiapkan pemasangan 9.100 titik lampu penerangan jalan mulai Desember 2026. Bupati juga mendorong pemerintah desa mengoptimalkan anggaran melalui gotong royong masyarakat agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran desa terbatas.
30 Okt 2026 Jumadi 147
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 9077