Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengusulkan program prioritas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendapa Kabupaten Batang, Kamis (24/4/2025).
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengusulkan program prioritas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendapa Kabupaten Batang, Kamis (24/4/2025).
Musrenbangwil
untuk wilayah eks Keresidenan Pekalongan yang terdiri dari Kabupaten Batang,
Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal dan Kabupaten
Brebes. Kegiatan ini sebagai rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah 2026.
Bupati
Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, prioritas usulan Kabupaten Batang dalam
rangka mensukseskan ketahanan pangan yakni rehabilitasi daerah irigasi,
pembuatan embung, dan rekontruksi jalan.
“Melihat
potensi hamparan sawah hingga pertanian hortikultura di daerah atas, kami terus
mendorong peningkatan produktivitas petani melalui inovasi pertanian ramah
lingkungan, program pemberdayaan petani milenial, dan perbaikan sarana irigasi,â€
jelasnya.
Tidak
hanya itu, kami juga sedang mengembangkan ekosistem agribisnis yang
terintegrasi dengan sektor industri dan pariwisata agar pertanian Batang tidak
hanya mampu menghasilkan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi
bagi masyarakat.
“Makanya,
rehabilitasi daerah irigasi di Tersono dan Kenconorejo supaya membantu
pengairan jaringan sawah didaerah sekitar pengairan. Jika pengairan sawah
lancar dapat mempengaruhi yang semula masa tanamnya hanya dua kali menjadi tiga
kali dalam setahun,†terangnya.
Selanjutnya,
pembuatan embung di Desa Kalipucang dengan volume tampungan maksimal 53.900
meter kubik sebagai sumber pengairan untuk lima desa. Selain itu, embung dapat
digunakan sebagai penyimpanan air yang digunakan untuk aliran sungai.
Faiz
menyebutkan, usulan terakhir ada rekontruksi jalan di Bandar-Gerlang yang
panjangnya 9 km dengan beton untuk pendistribusian sayur mayur dalam waktu
cepat.
Melihat
data di Kabupaten Batang hasil produksi pertanian utama beras setiap tahun
sebanyak 102.000 ton. Penggunaannya oleh masyarakat Batang itu di 85.000 ton,
sehingga masih surplus sekitar 20 ribu ton.
“Di
sisi lain, kami menyadari bahwa tantangan di sektor pertanian dan ketahanan
pangan semakin kompleks karena dapat perubahan iklim,†ungkapnya. (MC Batang,
Jateng/Roza/Jumadi)