Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang

Kamis, 17 April 2025 Jumadi Dibaca 987 kali Acara Mentri
Menteri BKKBN Wihaji Serahkan Sertifikat Elsimil di Batang
Batang - Suasana bahagia menyelimuti pasangan pengantin Arina Mansikana dan H. Muhammad Akmal Muntaafi warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Namun kebahagiaan mereka hari itu tak hanya karena status baru sebagai suami istri.

Batang - Suasana bahagia menyelimuti pasangan pengantin Arina Mansikana dan H. Muhammad Akmal Muntaafi warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Namun kebahagiaan mereka hari itu tak hanya karena status baru sebagai suami istri.

Mereka menerima sesuatu yang tak kalah penting yakni sertifikat Elsimil sebuah tanda kesiapan lahir dan batin untuk membangun keluarga sehat.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji yang hadir langsung untuk menyerahkan sertifikat tersebut, menegaskan pentingnya kesiapan sebelum membina rumah tangga, terutama dalam rangka mencegah stunting.

“Yang penting bukan soal menikah atau tidak, tetapi siap menikahnya. Kapan pun boleh menikah, tapi kesiapan menikah itu yang utama. Kalau perempuan disarankan di usia 21 tahun, laki-laki di usia 25 tahun. Itu menurut teori kedokteran, di usia itu lebih matang dan potensi stunting pun lebih kecil,” katanya usai menyerahkan sertifikat Elsimil di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Rabu (16/4/2025).

Program Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) merupakan salah satu terobosan yang digagas BKKBN bersama Kementerian Agama melalui Bina Masyarakat Islam. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, memastikan setiap pasangan muda benar-benar siap secara fisik, mental, dan sosial untuk menjadi orang tua.

“Kenapa ini kita kerjakan, karena salah satu penyebab stunting, selain gizi, adalah pernikahan dini. Elsimil ini hadir untuk memberikan edukasi, supaya pasangan yang sudah menikah bisa memahami bahwa menjadi pasangan usia subur itu artinya siap untuk hamil dengan kondisi yang sehat,” jelasnya.

Melalui Elsimil, calon pengantin akan mendapatkan edukasi kesehatan, informasi gizi, hingga panduan perencanaan keluarga. Setelah proses itu dijalani, barulah mereka mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa mereka siap menjalani peran sebagai orang tua.

“Intinya bukan cuma soal menikah, tapi bagaimana memastikan yang menikah sudah siap secara komprehensif. Dan ini bagian dari strategi menurunkan angka stunting,” tegasnya.

Selain Elsimil, Wihaji juga menggencarkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), program kolaboratif yang menghubungkan masyarakat mampu dengan anak-anak dari keluarga berisiko stunting.

“GENTING ini targetnya satu juta anak asuh. Dalam empat bulan, kita sudah punya 132 ribu anak asuh dari 15 ribu orang tua asuh. Semuanya didanai oleh CSR perusahaan dan ini akan terus berkelanjutan,” ungkapnya.

Wihaji menyebutkan, program ini menyasar daerah-daerah dengan angka stunting tinggi seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua. Namun secara kuantitas, Jawa Barat menjadi fokus karena jumlah penduduknya yang besar.

“Saya sudah bertemu dengan Gubernur dan Bupati se-NTT, juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. Tujuannya agar kita bisa kerja bareng, kroyaan, untuk percepatan penurunan stunting,” ujar dia.

Apa yang dilakukan pasangan Arina dan Akmal hari itu mungkin terlihat sederhana menerima sertifikat Elsimil. Namun di baliknya, tersembunyi semangat besar untuk menjadi bagian dari perubahan. Sebab, seperti kata Menteri Wihaji, keluarga yang sehat dimulai dari keputusan yang direncanakan.

“Kalau sudah menjadi pasangan usia subur, maka segala sesuatunya harus direncanakan. Kehamilannya direncanakan, kelahirannya direncanakan, dan jika ingin anak kedua, pun harus direncanakan. Konsep kita adalah keluarga berencana. Insyaallah, hidup pun akan sejahtera,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
DPRD Batang Tegaskan Bonus Atlet dan Pelatih Hukumnya Wajib
Batang Badai efisiensi anggaran yang sedang melanda keuangan daerah dipastikan tidak akan menjadi penghalang bagi apresiasi para pahlawan olahraga Kabupaten Batang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang memasang badan dan menegaskan bahwa bonus bagi atlet serta pelatih yang sukses menyumbang medali pada Porprov 2026 Semarang Raya adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.
13 Jun 2026 Jumadi 20
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Intensifkan Sosialisasi, SMA Wonotunggal Pastikan SPMB sesuai Aturan
Batang - SMA Negeri 1 Wonotunggal terus berupaya menyosialisasikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 20262027, agar sesuai dengan prinsip yang dianut, No Titip, No Jastip. Pihak sekolah bersama komite dan perwakilan desa, telah menggelar sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat.
13 Jun 2026 Jumadi 22
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026 Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Pemkab Batang Racik Strategi Fisik, Psikolog, hingga Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2026
Batang Pemerintah Kabupaten Batang memasang target ambisius dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII 2026 di Semarang Raya. Tidak main-main, kontingen Batang dibidik untuk menembus jajaran 10 besar. Demi membakar semangat para pejuang olahraga tersebut, suntikan motivasi berupa bonus bagi atlet dan pelatih kini tengah dimatangkan.
13 Jun 2026 Jumadi 24
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Naik Kelas ke Peringkat 10 Porprov 2026, KONI Jateng Bocorkan Syarat Mutlak untuk Batang
Batang Langkah Kabupaten Batang untuk menembus jajaran 10 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 di Semarang Raya dipastikan tidak akan mudah. Lompatan jauh dari peringkat ke-19 pada Porprov 2023 lalu menuju sepuluh besar diprediksi bakal menemui jalan berliku dan penuh tantangan berat. Tantangan nyata ini diulas secara mendalam dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (1362026).
13 Jun 2026 Jumadi 35
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Bukan Sekadar Angka, Strategi Ekonomi 'Lompatan Besar' Bupati Batang Diakui di Tingkat Nasional
Batang - Bagi Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, sekadar tumbuh saja tidak pernah cukup. Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Jawa Tengah, ia menyadari bahwa Kabupaten Batang harus berani mengambil langkah ekstrem.
12 Jun 2026 Jumadi 105
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Pemkab Batang dan BPS Canangkan SE26, Libatkan 825 Petugas untuk Pendataan Menyeluruh
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Batang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui Apel Siaga di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (1262026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
12 Jun 2026 Jumadi 134