Tradisi Punggahan Ala Skansaka, Siswa Tampilkan Karakter Unik

Sabtu, 01 Maret 2025 Jumadi Dibaca 1.443 kali Aktivitas Pemuda Pramuka dan Organisasi Sosial
Tradisi Punggahan Ala Skansaka, Siswa Tampilkan Karakter Unik
Batang - Ada cara menarik menyambut Ramadan, yakni pawai karakter dalam tradisi Punggahan yang ditampilkan pelajar SMK Negeri 1 Kandeman (Skansaka). Mulai dari karakter mayat dilengkapi keranda, tokoh kartun hingga pahlawan nasional yang mengekspresikan jiwa muda pelajar dalam menyambut bulan suci.

Batang - Ada cara menarik menyambut Ramadan, yakni pawai karakter dalam tradisi Punggahan yang ditampilkan pelajar SMK Negeri 1 Kandeman (Skansaka). Mulai dari karakter mayat dilengkapi keranda, tokoh kartun hingga pahlawan nasional yang mengekspresikan jiwa muda pelajar dalam menyambut bulan suci.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Skansaka, Amri Bustami tak mempermasalahkan ragam karakter yang ditampilkan, karena pendidik memberikan kebebasan dalam berekspresi.

“Biar hasilnya sesuai keinginannya, 1.560 pelajar berkostum unik. Justru kalau kita tentukan anak belum tentu mau, tapi ketika dibebaskan tampilannya sangat total,” katanya saat ditemui di halaman Skansa, Kabupaten Batang, Rabu (26/2/2025).

Amri menekankan, pesan moral pawai dalam tradisi Punggahan, agar anak terbiasa berbagi kepada sesama atau yang membutuhkan.

“Makanya dilengkapi beragam makanan ringan yang siap dibagikan ke anak-anak di jalan. Itu dikumpulkan dari uang saku mereka yang disisihkan, semampunya dibelikan makanan kecil,” jelasnya.

Salah satu siswa, Faik bersama timnya menampilkan karakter tokoh kartun Toys Story Coboy karena mudah ditiru dan tidak merepotkan.

“Tahun ini karakternya makin menarik, ada hantu, Shaun the Sheep, dan kalau menang katanya ada hadiahnya,” terangnya.

Sementara, salah seorang guru Munifah bersama anak didiknya sengaja berpenampilan layaknya tokoh kartun Shaun the Sheep karena persiapan yang singkat.

“Cuma butuh sehari buat kostumnya dari dakron dan karung. Kalau jajan cuma modal Rp20 ribu buat dibagi ke anak-anak kecil, biar siswi mau berbagi,” ujar dia.

Karakter itu dipilih karena menunjukkan keceriaan anak-anak dalam menyambut bulan suci Ramadan. Nggak perlu malu, yang penting Bahagia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 17
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 39
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 86
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 21
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 27
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 65