Ekskavasi Candi di Batang, Ditemukan Fragmen Tembikar dan Arang Dipastikan Abad Ke-7

Selasa, 25 Juni 2024 Jumadi Dibaca 3.604 kali Seni dan Budaya
Ekskavasi Candi di Batang, Ditemukan Fragmen Tembikar dan Arang Dipastikan Abad Ke-7
Batang - Ekskavasi dan Delineasi terus berlanjut pada hari kelima dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada candi bata yang diperkirakan memiliki usia paling tua di Jawa Tengah ditemukan beberapa pecahan tembikar.

Batang - Ekskavasi dan Delineasi terus berlanjut pada hari kelima dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) pada candi bata yang diperkirakan memiliki usia paling tua di Jawa Tengah ditemukan beberapa pecahan tembikar.

Candi bata ini awalnya sudah dilakukan pemantauan sejak tahun 2012 tapi waktu itu kondisinya masih tertutup kebun karet. Pada tahun 2019 barulah penelitian dilanjutkan dan BRIN menemukan sebaran batu bata berserakan.

Penggalian berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 21 sampai 30 Juni 2024 dilakukan di area temuan candi yang berada pada lahan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Ketua Tim Peneliti Candi Bata dari BRIN Agustijanto Indradjaja mengatakan, hari ini kami melakukan survei menemukan beberapa pecahan tembikar tidak jauh dari candi yang sedang dilakukan ekskavasi.

“Adanya pecahan tembikar ini menandakan pada masa lalu ada pemukiman manusia. Jika candinya yg sedang dilakukan ekskavasi itu menjadi lokasi pemujaan mereka,” katanya saat ditemui di Perbatasan Desa Sidorejo-Sawangan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (25/6/2024).

Jejak pemukiman itu berada 2 km dari candi yang sedang dilakukan ekskavasi. Lokasinya berada di atas bukit daerah Wisata Balekambang.

“Beberapa hari yang lalu, kami juga menemukan arang disebuah mangkok pada candi tersebut yang menandakan tempat ibadahnya. Arang yang ditemukan langsung dikirim ke New Zealand dan Amerika untuk diteliti yang hasilnya peradabannya abad Ke-7 sebelum Mataram Kuno,” jelasnya.

Untuk ekskavasi candi kedalamannya 1,5 meter dan kelilingnya 8x8 meter dari pondasi candi bisa dipastikan hanya tersisa kaki candi saja jadi badan dan puncaknya sudah tidak ada.

“Mudah-mudahan terbukanya candi yang merupakan cagar budaya dapat dijaga dan dinikmati bersama oleh semuanya,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo menyampaikan, candi ini ditemukan oleh peneliti dari BRIN yang sekarang menjadi Ketua Tim Ekskavasi Candi Bata dan arkeologi dari Prancis.

“Pemkab Batang sangat mendukung adanya ekskavasi candi dengan bentuk pendanaan agar lokasinya bisa jadi cagar budaya,” terangnya.

Bambang juga mengatakan, tujuan dari ekskavasi candi bata menjadi peradaban yang tertua di Jawa Tengah ke depan harus dipelihara dengan baik yang merupakan cagar budaya di Kabupaten Batang.

“Semoga candi bata jadi ikon Kabupaten Batang dan masyarakatnya bisa bersama-sama menjaga peninggalan bersejarah tertua di Jawa Tengah,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 0
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 3
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 6
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Bupati Batang Pastikan Rekrutmen Sekolah Rakyat Berbasis Fakta Lapangan
Pemerintah Kabupaten Batang menerapkan sistem jemput bola dalam rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat tanpa membuka pendaftaran umum. Calon siswa dijaring berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan serta usulan masyarakat, tokoh lokal, dan kepala desa.
04 Nov 2026 Jumadi 121
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Nyadran Gunung Silurah Bakal Disulap Jadi Festival Wisata Megah
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berencana mengembangkan tradisi Nyadran Gunung di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, menjadi festival budaya dan wisata berskala nasional mulai 2027. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Batang akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur berupa pelebaran jalan sekitar 2 kilometer, pengaspalan jalan sekitar 500 meter, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).
04 Nov 2026 Jumadi 132
Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Berdayakan Ekonomi Warga Sembung, Dislutkan Batang Kenalkan Budidaya Lele dan Nila
Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Batang memberikan penyuluhan budidaya ikan lele dan nila kepada masyarakat Desa Sembung melalui kegiatan nonfisik TMMD Reguler ke-130 Kodim 0736Batang. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengembangkan usaha perikanan air tawar sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga.
04 Nov 2026 Jumadi 177