Menilik Keagungan Astana Pasekaran

Kamis, 04 April 2024 Jumadi Dibaca 1.779 kali Acara Pimpinan Daerah
Menilik Keagungan Astana Pasekaran
Batang - Suasana hening ditemani hembusan sepoi angin pagi itu, menambah suasana tenteram di komplek Makam Astana Pasekaran yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para Adipati atau Bupati di masa pemerintahan Mataram Islam di tahun 1600-an. Di dalamnya disemayamkan lima Adipati Batang yang pernah berkuasa sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Batang - Suasana hening ditemani hembusan sepoi angin pagi itu, menambah suasana tenteram di komplek Makam Astana Pasekaran yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para Adipati atau Bupati di masa pemerintahan Mataram Islam di tahun 1600-an. Di dalamnya disemayamkan lima Adipati Batang yang pernah berkuasa sejak masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Batu nisan bertuliskan nama para Adipati, makin menegaskan bahwa berdirinya Kadipaten/Kabupaten Batang tak bisa dilepaskan dari peran para sesepuh. Makam Astana Pasekaran selalu ramai oleh peziarah baik dari warga setempat, bahkan dari Kabupaten Pekalongan dan Kendal yang memiliki keterikatan yang sangat erat di masa pemerintahan Mataram Islam yang lampau.

Para Bupati yang disemayamkan di komplek tersebut yakni Bupati Pertama Kanjeng Raden Tumenggung Surodiningrat atau Mbah Kyai Sedo Rawuh, Adipati Aryo Suryodiningrat, Tumenggung Pusponegoro, Tumenggung Cokrojoyo dan Adipati Suroadiningrat.

Pagi itu, mentari belum begitu menyilaukan mata, namun wangi harum bunga setaman sudah semerbak menyebar ke seluruh penjuru komplek makam Astana Pasekaran. Benar saja, hari itu merupakan momen sakral para petinggi Kabupaten Batang berziarah ke komplek peristirahatan terakhir para pendiri Kadipaten Batang.

Sayup-sayup lantunan doa dipanjatkan para peziarah, memohon agar para pendiri Kabupaten Batang senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas jasa dan pengorbanannya selama memimpin di masanya.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan, ziarah makam Astana Pasekaran kali ini merupakan bagian dari rangkaian dalam memperingati Hari Jadi Ke-58 Kabupaten Batang. Setelah sebelumnya, juga berziarah ke Makam Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Mandurorejo di Dukuh Protowetan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal.

“Sebelumnya kami bersama rombongan sudah berziarah terlebih dahulu ke makam Kaliwungu dan selanjutnya di Makam Astana Pasekaran. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi para pendahulu terhadap kemajuan Kabupaten Batang,” katanya saat ditemui usai berziarah di Makam Astana Pasekaran, Kabupaten Batang, Kamis (4/4/2024).

Tak hanya saat menjelang peringatan hari jadi saja, Komplek Makam Astana Pasekaran diziarahi. Namun di momen-momen tertentu lainnya juga tak pernah sepi dari lantunan doa para peziarahnya.

Seperti yang dituturkan oleh juru kunci Makam Astana Pasekaran, Suparno. Geliat masyarakat sangat tinggi untuk memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dengan tujuan agar para pendiri Kabupaten Batang selalu dalam naungan-Nya.

“Yang paling sering diziarahi ya makam Kanjeng Raden Tumenggung Surodiningrat atau Mbah Kyai Sedo Rawuh. Biasanya masyarakat umum juga sering,” ungkapnya.

Salah satu yang rutin menggelar doa dan istighosah yakni Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT), tiap malam Sabtu Legi. Pria yang telah tujuh tahun mengabdikan diri sebagai juru kunci sepeninggal leluhurnya Mbah Muchari, berpesan agar selalu berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan Kabupaten Batang.

Komplek Makam Astana Pasekaran makin rindang dengan banyaknya pepohonan, menambah kekhusyukan ketika para peziarah memanjat doa. Mereka yang berziarah tidak bukan dan tak lain, hanya menginginkan agar dapat meneladani semangat perjuangan para pendiri dalam membangun dan menjaga keberlangsungan kehidupan rakyat yang bernaung di bawahnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Dari Canting Sang Ibu, Maulida Muyasaroh Bawa Batik Rifaiyah ke Panggung Juara
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 36
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 65
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 43
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 45
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Musisi Papan Atas Bakal Guncang Wisata Batang dari Gunung Hingga Pantai
Pemkab Batang menyiapkan sekitar tujuh hingga delapan event berskala nasional pada 2027 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari luar daerah. Berbagai destinasi unggulan, mulai dari kawasan pegunungan seperti Silurah, Sikembang, Puncak Tombo, Curug Genting, dan Curug Gombong hingga kawasan pesisir Pantai Jodo dan Pantai Sigandu, diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan musisi papan atas dan seniman nasional, sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM serta peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
05 Nov 2026 Jumadi 49
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang Siapkan Perbaikan Akses Menuju KITB
Pemkab Batang menyiapkan pembenahan akses jalan dan pengembangan transportasi umum untuk mempermudah mobilitas pekerja menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Pembangunan ruas Banyuputih-Kedawung telah dilakukan pada 2025, sedangkan jalan di depan area PTPN ditargetkan rampung pada 2027. Selain itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan berharap layanan Trans Jateng dapat beroperasi pada 2028 dengan dukungan angkutan pengumpan atau feeder untuk menjangkau kawasan industri.
05 Nov 2026 Jumadi 43