Pendapatan Menurun, Ojol Minta Lubang di Jalur Pantura Segera Diperbaiki

Selasa, 19 Maret 2024 Jumadi Dibaca 1.320 kali Transportasi
Pendapatan Menurun, Ojol Minta Lubang di Jalur Pantura Segera Diperbaiki
Batang - Jalur Pantura Batang yang dipenuhi lubang makin mengancam keselamatan penggunanya. Selain itu, juga mengancam keberlangsungan rezeki para pengemudi ojol, karena berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka setiap hari.

Batang - Jalur Pantura Batang yang dipenuhi lubang makin mengancam keselamatan penggunanya. Selain itu, juga mengancam keberlangsungan rezeki para pengemudi ojol, karena berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka setiap hari.

Pengemudi ojol Rohmat Subarok (61) mengaku sejak jalur Pantura berlubang, pendapatannya tak sebanyak senelumnya. Terlebih selama berkendara selain menjaga harus menjaga keselamatan diri, juga harus menjaga keselamatan penumpang.

“Ban motor saya pernah pecah karena terperosok ke dalam lubang, waktu membawa penumpang. Ya ga enak sama penumpang karena lambat dan berkendaranya sambil memilih jalan supaya ga terperosok lagi,” katanya, saat ditemui, di tepi jalan utama, Kota Batang, Senin (18/3/2024).

Selama berkendara di jalur Pantura yang berlubang, pria yang telah tiga tahun berprofesi sebagai pengemudi ojol itu, sempat jatuh beberapa kali, baik di jalur Pantura maupun perkotaan.

“Sudah tiga kali jatuh, waktu bawa penumpang di jalur Pasekaran sama Jalan Jenderal Sudirman. Karena wilayah jangkauan saya antara Kendal dan Tegal, jalur yang paling bahaya justru di depan Mako Brimob Kota Pekalongan yang banyak lubangnya,” jelasnya.

Ia bersama pengendara ojol lainnya, agar pihak berwenang segera memperbaiki jalur Pantura karena mengancam keselamatan dan mengurangi pendapatan.

“Dulu sebelum ada jalan berlubang bisa dapat Rp150 ribu, sekarang kurang dari Rp100 ribu. Kalau dulu bisa dapat 10 penumpang, sekarang cuma tiga aja sudah mepet banget,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Marto (40) mengatakan, bagi pengendara ojol kondisi jalan berlubang di Pantura saat ini, membuat tidak nyaman. Beruntung selama ada jalan berlubang, belum pernah terjatuh.

“Alhamdulillah belum pernah jatuh, cuma ya berusaha menghindari saja. Tapi tetap saja, berbahaya karena banyak pengendara lain yang terjatuh karena menghindari lubang,” ujar dia.

Sampai saat ini jalur Pantura masih belum sepenuhnya diperbaiki. Hanya sebagian kecil jalur Pantura yang telah ditambal. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 30
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 109
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 120
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 101
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 123
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 189