Berharap Perbaikan Nasib, Keluarga Musabihun Pilih Jadi Transmigran

Kamis, 07 Desember 2023 Jumadi Dibaca 1.395 kali Acara Pimpinan Daerah
Berharap Perbaikan Nasib, Keluarga Musabihun Pilih Jadi Transmigran
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akhirnya kembali memberangkatkan satu kepala keluarga untuk mengikuti program transmigrasi. Setelah sempat terhenti dikarenakan anggaran yang difokuskan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang akhirnya kembali memberangkatkan satu kepala keluarga untuk mengikuti program transmigrasi. Setelah sempat terhenti dikarenakan anggaran yang difokuskan untuk penanganan Pandemi Covid-19.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang terus melakukan sosialisasi untuk menarik minat masyarakat mengikuti program transmigrasi, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengapresiasi, keikutsertaan warga dalam menyukseskan program pemerintah yakni transmigrasi.

“Semoga sukses di tempat transmigrasi dengan mengolah lahan agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan,” katanya, saat ditemui, usai menyerahkan bantuan bagi calon transmigran, di Rumah Dinas Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (7/12/2023).

Lani mengimbau, agar mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat dengan baik Pemkab Batang akan selalu memantau perkembangan untuk memastikan keberlangsungan hidup di daerah transmigrasi.

Sementara itu, Kepala Disnaker Batang Rahmat Nurul Fadilah menyampaikan, sebelumnya secara intensif Disnaker bekerja sama dengan pihak aparat desa untuk menyosialisasikan program tersebut. Hasilnya, mampu menarik minat satu kepala keluarga untuk diberangkatkan ke Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Yang diberangkatkan memang cuma satu kepala keluarga, yakni suami, istri dan dua anak,” ungkapnya.

Ke depan, Disnaker akan kembali menggelar program transmigrasi dengan persyaratan yang harus terpenuhi, yakni Warga Negara Indonesia berusia maksimal 48 tahun, sehat jasmani/rohani dan keluarga yang akan diberangkatkan harus dalam satu kartu keluarga.

“Bagi warga yang ingin bertransmigrasi, tidak perlu khawatir. Karena sebelum pemberangkatan, pihak Disnaker telah melakukan pengecekan terhadap lokasi transmigrasi. Di sana sudah disiapkan satu unit rumah, lahan usaha seluas 2,5 hektar yang bisa diolah menjadi kebun coklat, kopi maupun palawija,” terangnya.

Sementara itu, Keluarga Ahmad Musabihun, dari Desa Banteng, Kecamatan Tersono tertarik untuk mengikuti program transmigrasi setelah mendapatkan sosialisasi dari pihak desa setempat. Alasan terbesar ia bersama anak dan istrinya bertransmigrasi adalah untuk mengubah nasib dan meningkatkan perekonomian keluarganya.

“Dulu saya cuma tukang kayu, penghasilannya tidak tentu, kadang juga kerja serabutan. Semoga setalah bertransmigrasi penghasilannya lebih baik dari pekerjaan sebelumnya,” ujar dia.

Tahun 2019 lalu, Disnaker telah memberangkatkan lima kepala keluarga ke Sumatera Barat. Tahun 2024 mendatang tetap akan memberangkatkan calon transmigran ke daerah yang ditentukan dengan menunggu arahan dari Provinsi Jawa Tengah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
Tanamkan Nilai Kebangsaan, MGMP Pendidikan Pancasila Batang Gelar LCC 4 Pilar dan Lomba Orasi
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.
07 Nov 2026 Jumadi 28
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 77
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 79
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 173
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 131