Dishub Batang Cari Lahan Pengganti Untuk Parkir Truk

Jumat, 22 September 2023 Jumadi Dibaca 2.061 kali Transportasi
Dishub Batang Cari Lahan Pengganti Untuk Parkir Truk
Batang - Kabupaten Batang menjadi titik lelah bagi para sopir truk yang melewati jalur Pantai Utara (pantura). Alhasil, tidak sedikit dari mereka memarkirkan truk tidak pada tempatnya atau di bahu jalan, meskipun pemerintah telah mempersiapkan pangkalan atau kantong-kantong parkir di wilayah Banyuputih dan sekitarnya.

Batang - Kabupaten Batang menjadi titik lelah bagi para sopir truk yang melewati jalur Pantai Utara (pantura). Alhasil, tidak sedikit dari mereka memarkirkan truk tidak pada tempatnya atau di bahu jalan, meskipun pemerintah telah mempersiapkan pangkalan atau kantong-kantong parkir di wilayah Banyuputih dan sekitarnya.

Namun, berkurangnya pangkalan truk yang beralih fungsi turut menambah jumlah truk yang dipakirkan di bahu jalan disepanjang pantura Batang. Sehingga membahayakan pengguna jalan dan juga menambah masalah sosial.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Eko Widianto saat ditemui di kantornya, Jumat (22/09/2023).

“Memang dengan adanya pangkalan truk di Petamanan Banyuputih menjadi Islamic Center. Kemudian nanti sebagian space (ruang) di pangkalan truk Penundan juga digunakan untuk Polsek Banyuputih. Tentu akan menambah jumlah truk yang parkir di bahu jalan,” jelasnya.

Pihaknya saat ini masih mencari solusi untuk penambahan pangkalan truk di wilayah Kabupaten Batang. Hadirnya beberapa Kawasan Industri juga akan menambah jumlah truk yang hilir mudik sehingaga penambahan pangkalan truk sangat penting.

“Kita masih mencari lahan, merintis dan berkoordinasi dengan Pemprov serta Pemerintan Pusat untuk mencari titik-titik lahan sebagai pengganti terminalnya truk-truk besar itu,” terangnya.

Hal ini tentu akan menggangu arus lalulintas, apalagi wilayah pantura. Truk yang parkir di badan jalan juga dikhawatirkan akan merusak kondisi infrastruktur jalan sehingga jalannya bisa jeblos.

Disisi lain, lanjut dia, hal ini akan berdampak pula pada masalah sosial seperti hadirnya penjaja makanan dan lain sebagainya sehingga bisa menuai efek dampak sosial yang tidak diinginkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk penanganan itu. Sehingga arus lalu lintas di pantura khusunya di Batang tetap tertib dan lancar,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Nyadran Gunung Silurah Digelar Turun-temurun, Wujud Edukasi Anak Pelestarian Budaya
Tradisi Nyadran Gunung Silurah di Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, terus dilestarikan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap leluhur. Selain mempertahankan prosesi adat, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan generasi muda agar mengenal, mencintai, serta menjaga warisan budaya lokal supaya tidak hilang ditelan zaman.
30 Okt 2026 Jumadi 37
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Panjat Tebing Batang Panen Medali, Asa Tambahan Emas Terbuka Lebar di Nomor Perorangan
Batang - Dinding tinggi bukan lagi sekadar rintangan, melainkan panggung pembuktian bagi ketangguhan para atlet muda. Kontingen Kabupaten Batang kembali mengukir tinta emas di ajang PORPROV XVII Jawa Tengah 2026. Cabang olahraga panjat tebing sukses memecah kebuntuan dengan mempersembahkan medali emas perdana lewat aksi luar biasa di nomor Speed Relay Putri.
29 Okt 2026 Jumadi 111
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jateng Rangkul Nelayan Batang Lewat Pancanaka, Halau Narkoba Hingga Laka Laut
Polda Jawa Tengah meluncurkan program Pancanaka di Desa Depok, Kabupaten Batang, untuk memperkuat kemitraan polisi dengan nelayan dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut, meningkatkan keselamatan saat melaut, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir melalui bantuan sosial dan penebaran benih ikan bandeng.
29 Okt 2026 Jumadi 121
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Jelajahi Hutan hingga Tanam Pohon, Sidawung Camp Usung Ekowisata Berkelanjutan
Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, mengembangkan wisata berbasis ekowisata melalui kegiatan berkemah, hiking, dan canyoning yang dipadukan dengan edukasi lingkungan serta penanaman pohon. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mendorong partisipasi pengunjung dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan.
29 Okt 2026 Jumadi 102
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Jabat Kepala SMA Bhakti Praja Limpung, Eko Susilowati Jaga Kualitas Pendidikan
Batang - Ketua yayasan Bhakti Praja Korpri Batang Retno Dwi Irianto, mengukuhkan Eko Susilowati, sebagai kepala sekolah SMA Bhakti Praja Limpung masa Bhakti 2026 - 2030 menggantikan Suripah, yang telah habis masa Bhaktinya, di SMA Bhakti Praja Limpung, Kabupaten Batang, Kamis (29102026).
29 Okt 2026 Jumadi 125
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Akses Terputus, Bupati Batang Prioritaskan Kajian Perbaikan Jembatan Ngroto
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menginstruksikan Bappeda dan DPMPPR untuk segera melakukan survei terhadap jembatan penghubung di Desa Ngroto, Kecamatan Reban, yang ambrol akibat hujan deras pada 24 Oktober 2026. Pemkab Batang akan mengkaji kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan jembatan. Sementara itu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif hingga 10 kilometer dari rute normal 3 kilometer, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat.
28 Okt 2026 Jumadi 190