Dampak Fenomena El Nino, Pemkab Batang Antisipasi Kekeringan

Kamis, 07 September 2023 Jumadi Dibaca 1.814 kali Pertanian
Dampak Fenomena El Nino, Pemkab Batang Antisipasi Kekeringan
Batang - Musim kemarau yang disebabkan oleh El Nino menjadi fenomena alam yang kerap menghantui para petani di Kabupaten Batang. Namun, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Wahyu Budi Santoso, pengaruh El Nino di Kabupaten Batang belum terdampak secara nyata.

Batang - Musim kemarau yang disebabkan oleh El Nino menjadi fenomena alam yang kerap menghantui para petani di Kabupaten Batang. Namun, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Wahyu Budi Santoso, pengaruh El Nino di Kabupaten Batang belum terdampak secara nyata.

“Pada bulan Agustus 2023, beberapa Kecamatan dan Desa di Kabupaten Batang justru mulai memasuki masa panen raya, menunjukkan bahwa hingga saat ini, dampak kekeringan belum secara nyata dirasakan,” katanya saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kabupaten Batang, Kamis (7/9/2023).

Pemerintah Kabupaten Batang, di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Bupati Lani Dwi Rejeki, telah berupaya maksimal untuk mengantisipasi dan mengurangi potensi dampak buruk yang mungkin timbul akibat El Nino.

“Upaya ini melibatkan beberapa strategi yang diterapkan di berbagai kecamatan dan desa di wilayah tersebut,” jelasnya.

Kecamatan Kandeman, khususnya Desa Depok dan Tegalsari, sudah panen sejak bulan Agustus, namun pada bulan berikutnya, tidak ada penanaman padi yang dilakukan. Hal ini disebabkan oleh pengalihan sumber air dari Kedung Kramat ke desa lain, sehingga komoditas pertanian terutama padi tidak terdampak.

“Pemantauan kami menunjukkan bahwa ketersediaan air untuk irigasi pertanian masih relatif stabil di wilayah ini. Meski demikian, tidak semua wilayah di Kabupaten Batang beruntung. Hampir seluruh desa di Kecamatan Gringsing berpotensi mengalami kekeringan, dengan potensi kerugian mencapai sekitar 1.000 Ha,” terangnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memberikan bantuan program Optimalisasi Penambahan Indeks Pertanaman (OPIP), serta mengusulkan kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Prasarana Sarana Pertanian untuk mendapatkan pompa air tambahan guna meningkatkan debit air.

Program OPIP, lanjut dia, dilakukan di Kecamatan Tersono (Desa Kranggan, Rejosari Timur, Kebumen, Harjowinangun Timur, Tersono, Boja, Sendang dan Tanjungsari). Program ini melibatkan pemberian varietas padi tahan kering (Inpari 32), pupuk NPK non-subsidi, pupuk remah, pupuk mikro, dan pupuk hayati untuk menjaga ketersediaan unsur hara agar desa-desa tersebut tetap dapat menanam 3,5 kali dalam setahun.

“Selain Kecamatan Tersono, program OPIP juga diterapkan di beberapa kecamatan, misalnya Kecamatan Gringsing (Desa Lebo, Krengseng, Kebondalem, Kutosari, Yosorejo, Sidorejo, Gringsing, Kutosari, Mentosari, Kecamatan Tulis (Desa Kedungsegong, Jolosekti, Simbangdesa, Kenconorejo, dan Ponowareng), Kecamatan Pecalungan (Desa Bandung dan Gombong), Kecamatan Limpung (Desa Amongrogo dan Ngaliyan), Kecamatan Bandar (Desa Binangun), Kecamatan Wonotunggal (Desa Kedungmalang, Wonotunggal, Brayo, Brokoh, Sendang, dan Siwatu), serta Kecamatan Banyuputih (Desa Bulu dan Kedawung),” tandasnya.

Dengan total bantuan mencapai 3.443 Ha, pemerintah Kabupaten Batang telah melakukan langkah-langkah yang konkret untuk mengatasi dampak El Nino pada sektor pertanian.

“Semoga upaya ini dapat menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Batang dan memberikan perlindungan bagi para petani yang berjuang di tengah tantangan alam yang tak terduga ini,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 70
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 163
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 127
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 118