Shuttlecock Asal Batang Jadi Rujukan Pengrajin Tegal

Kamis, 07 September 2023 Jumadi Dibaca 2.618 kali IKM UKM UMKM
Shuttlecock Asal Batang Jadi Rujukan Pengrajin Tegal
Batang - Industri shuttlecock di Indonesia makin menjamur, karena hampir di setiap daerah menjadi sentra produksi. Namun tidak semuanya mampu merambah pasar ekspor.

Batang - Industri shuttlecock di Indonesia makin menjamur, karena hampir di setiap daerah menjadi sentra produksi. Namun tidak semuanya mampu merambah pasar ekspor.

Melihat potensi sentra produksi shuttlecock IND Shuttlecock Kabupaten Batang, yang telah mampu menembus pasar internasional, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah berupaya menjembatani para pengrajin yang tergabung dalam Koperasi Shuttlecock Lawatan Sejahtera dari Kabupaten Tegal, untuk mendapatkan pembelajaran langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga mencapai pangsa pasar internasional.

Analis Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Riyan Fadhilah menyampaikan, IND Shuttlecock dipilih jadi salah satu rujukan karena produknya yang telah menjangkau pasar internasional, sehingga para perajin dapat mengadopsi pola produksi hingga pemasaran.

“Respons mereka sangat positif, ditunjukkan lewat diskusi yang interaktif. Saya yakin ini bisa memicu semangat mereka supaya lebih meningkatkan kualitas produk mereka,” katanya, saat mendampingi perajin shuttlecock, di pusat produksi IND Shuttlecock, Desa Padekaran, Kabupaten Batang, Rabu (6/9/2023).

Pemilik IND Shuttlecock, Ahda Al Faizu menyampaikan, beberapa jenis shuttlecock yang berstandar nasional maupun internasional serta strategi pemasaran hingga mampu menembus pasar ekspor.

“Nanti kami bantu mendapatkan konsumen termasuk bahan baku seperti bulu angsa yang sesuai standarisasi internasional,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, para perajin lokal ini akan dikenalkan dengan konsumen dari Negeri Jiran.

“Kebutuhan pasar di sana sangat potensial, berkisar 12 ribu tabung, apalagi belum ada yang memproduksi. Jadi ini peluang besar dan langkah awal buat pengrajin shuttlecock dalam negeri, supaya dapat melebarkan jangkauan pasar hingga mancanegara,” ungkapnya.

Salah satu anggota Koperasi Shuttlecock Lawatan Sejahtera dari Kabupaten Tegal Ade mengatakan, selama ini pangsa pasar dan kapasitas produksi yang hanya untuk lingkup lokal.

“Sementara ini produksi kami baru 50-100 yang didistribusikan ke wilayah Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Cirebon. Kendalanya bahan baku bulu yang cuma mengandalkan lokal, jadi kualitasnya belum standar,” terangnya.

Melalui studi tiru ini, para pengrajin berharap agar ada sinergi yang terbangun, sehingga dapat membuka jaringan dalam memperoleh bahan baku sesuai standar hingga mampu menembus pasar ekspor. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 8
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 203
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 324
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 84
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 71
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Pertamax Naik, Konsumsi Pertalite di Batang Meningkat
Batang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  jenis Pertamax dari Rp12.300,00 menjadi Rp16.250,00 ternyata berdampak pada peningkatan konsumsi Pertalite, karena pengendara memilih harga yang ekonomis. Peningkatan tersebut terjadi sejak pekan lalu, yakni ditandai dengan bertambahnya jumlah pembeli BBM jenis Pertalite.
15 Jun 2026 Jumadi 317