Sumber Air Rawan Mengering, Petani Terapkan Irigasi Bergilir

Rabu, 02 Agustus 2023 Jumadi Dibaca 2.105 kali Pertanian
Sumber Air Rawan Mengering, Petani Terapkan Irigasi Bergilir
Batang - Musim kemarau yang mulai melanda di Kabupaten Batang membuat petani khawatir mengeringnya sejumlah mata air yang selama ini menjadi sumber irigasi lahan pertanian.

Batang - Musim kemarau yang mulai melanda di Kabupaten Batang membuat petani khawatir mengeringnya sejumlah mata air yang selama ini menjadi sumber irigasi lahan pertanian.

Untuk memenuhi kebutuhan irigasi, para petani masih mengandalkan sistem pengairan manual, yakni sungai-sungai di sekitar desa.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Karanggeneng Kunasir mengatakan, ada dua sungai yang selama ini mengairi 40 hektar lahan pertanian.

“Walaupun ada Sungai Sendang dan Karanggeneng, tapi rawan terjadi kekeringan kalau selama Agustus tidak turun hujan. Biasanya aliran lancar, sekarang agak tersendat,” katanya, saat ditemui di lahan sawah Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (2/8/2023).

Selain rawan kekeringan, permasalahan lain yang rawan dialami oleh petani yakni timbulnya hama wereng dan tikus, sehingga mengoptimalkan obat pemusnah hama. Sedangkan hasil panen saat kemarau diperkirakan 6,5 - 7 ton tiap hektarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Susilo Heru Yuwono menyampaikan, antisipasi terjadinya kekeringan pada sistem irigasi di sejumlah titik, yakni dengan pengairan bergilir.

“Para petani beranggapan kalau mau mengairi sawah itu airnya harus melimpah, jadi strategi kami bersinergi dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jawa Tengah yang sedang diujicobakan di lahan seluas 5 hektar di Desa Gringgingsari, untuk membantu proses tanam yang sedang berlangsung. Rencananya pola serupa juga akan diterapkan di daerah-daerah rawan kekeringan, sehingga memudahkan selama musim tanam,” jelasnya.

Ia meyakini selama tanah masih basah kualitas padi bisa mencapai 60 persen.

“Luas tanam di bulan ini 2.300 hektar, sedangkan secara komulatif selama Januari hingga Juli mencapai 21 ribu hektar, di seluruh Kabupaten Batang,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 70
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 163
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 127
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 118