Warga di Batang Pertahankan Masak Kerupuk Usek Pakai Pasir Pantai

Kamis, 22 Juni 2023 Jumadi Dibaca 1.916 kali IKM UKM UMKM
Warga di Batang Pertahankan Masak Kerupuk Usek Pakai Pasir Pantai
Batang - Kerupuk biasanya digoreng menggunakan minyak goreng pada proses masaknya. Tapi ada salah satu yang berbeda yakni kerupuk usek yang proses masaknya menggunakan pasir pantai.

Batang - Kerupuk biasanya digoreng menggunakan minyak goreng pada proses masaknya. Tapi ada salah satu yang berbeda yakni kerupuk usek yang proses masaknya menggunakan pasir pantai.

Contohnya kerupuk usek khas Kabupaten Batang. Kerupuk usek atau kerupuk yang dimasak dengan pasir memang cukup laris di pasaran. Menurut pendapat masyarakat sekitar, banyak yang menganggap lebih sehat karena tidak digoreng dengan minyak.

Melihat kesempatan itu puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Makmur Jaya di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang untuk membuat usaha kerupuk usek.

KUB Maju Makmur sendiri hingga sekarang sudah mempunyai 21 anggota yang tugasnya dibagi dua yakni ada yang menggoreng dan ada yang menjual. Mereka memasak kerupuk usek dengan cara tradisional menggunakan pasir Pantai Ujungnegoro yang tidak jauh dari lokasi usaha.

“Dimasaknya pakai pasir pantai, pasirnya tetap dipilih-pilih, yaitu yang bagian dalam, bukan yang atas, setelah diambil, pasirnya dibersihkan, dijemur lagi, baru dipakai,” kata Ketua KUB Maju Makmur Astuti saat ditemui di Ruang Produksi Kerupuk Usek Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (22/6/2023).

Dijelaskannya, pasir pantai yang digunakan memasak kerupuk usek hanya dapat dipakai sekali saja. Jika ingin menggoreng lagi harus diganti dengan yang baru supaya hasil kerupuknya tidak gosong.

“Untuk memproduksi 25 Kilogram kerupuk usek membutuhkan sekitar 5 Kilogram pasir pantai dengan waktu memasak hanya 2 jam saja,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa memasak secara tradisional menggunakan pasir sebagai minyak dan kayu bakar sebagai bahan bakarnya, jadi biaya produksinya menjadi lebih murah. Karena semua bahan yang dibutuhkan tadi bisa ditemukan di sekitar lokasi untuk memproduksi kerupuk usek.

“Alat yang digunakan pun masih tradisional, yaitu berupa tungku berbentuk tabung yang diputar dan dipanasi di bagian bawahnya. Kemudian pasir dimasukkan ke salah satu bagian dari tungku itu. Kerupuk dimasukkan ke lubang tungku, sembari diputar, pasir pantai itu sedikit demi sedikit jatuh dalam tungku, ikut mematangkan kerupuk,” terangnya.

Tidak hanya memproduksi satu jenis kerupuk, KUB Makmur Jaya dapat membuat 10 jenis dengan total produksinya saat ini mencapai 3 kwintal atau 300 Kilogram.

Astuti menerangkan, bahwa untuk ibu-ibu menjual hasil produksinya ke sekitar kampung sedangkan para bapak menjual hingga ke luar desa.

Berdirinya KUB Makmur Jaya pada 2014 berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Dengan awal jumlah anggota hanya 15 saja.

“Para ibu-ibu mendapat Rp10 juta sebagai modal awal, rinciannya penggunaan dana yaitu Rp8 juta untuk pembelian alat, lalu sisanya Rp2 juta untuk bahan baku,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Wacana Mubeng Benteng jadi Destinasi Wisata Kembali Mengemuka di Batang
Batang - Tradisi "Mubeng Benteng" atau mengelilingi tembok luar area Kantor Bupati Batang kembali mengemuka, setelah beberapa tahun menggelar kirab Malam Satu Suro hanya di dalam komplek. Hal ini menjadi wacana dari keluarga besar ahli waris Kyai Tombak Abirawa, sebagai upaya mengembalikan tradisi leluhur sekaligus menjadikan ikon destinasi wisata budaya Kabupaten Batang.
17 Jun 2026 Jumadi 39
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Pemkab Batang dan BRIN Resmikan Budidaya Padi Biosalin di Lahan Rob 32 Hektar
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meresmikan program budidaya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang, Senin (1662026). Program ini menjadi langkah konkret menghidupkan kembali lahan terdampak rob yang selama bertahun-tahun tidak produktif.
16 Jun 2026 Jumadi 478
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi 1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
1 Muharram 1448 H, Kelurahan Proyonanggan Salurkan Bantuan Anak Berprestasi
Batang Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak. Di mana umat Islam dianjurkan melipatgandakan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.
16 Jun 2026 Jumadi 216
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Bupati Batang Pastikan SPMB SD-SMP 2026 Berjalan Bersih, Tanpa Titipan dan Intervensi
Batang - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Batang tahun 2026 dipastikan berjalan ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun. Seiring dimulainya tahapan pendaftaran sekolah yang mayoritas telah menggunakan sistem daring (online). Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan saat ditemui di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Selasa (1662026).
16 Jun 2026 Jumadi 80
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Pembangunan Giant Sea Wall hingga Batang Masih Digodok, Pemerintah Pusat Petakan Solusi
Batang - Rencana pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang membentang hingga wilayah Kabupaten Batang terus dimatangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa. Proyek strategis tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini menghantui kawasan pesisir utara Jawa.
16 Jun 2026 Jumadi 92
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025 DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
DPRD Batang Soroti SILPA dan Anggaran Tak Terserap dalam Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025
Batang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (1562026).
15 Jun 2026 Jumadi 117