Warga di Batang Pertahankan Masak Kerupuk Usek Pakai Pasir Pantai

Kamis, 22 Juni 2023 Jumadi Dibaca 1.895 kali IKM UKM UMKM
Warga di Batang Pertahankan Masak Kerupuk Usek Pakai Pasir Pantai
Batang - Kerupuk biasanya digoreng menggunakan minyak goreng pada proses masaknya. Tapi ada salah satu yang berbeda yakni kerupuk usek yang proses masaknya menggunakan pasir pantai.

Batang - Kerupuk biasanya digoreng menggunakan minyak goreng pada proses masaknya. Tapi ada salah satu yang berbeda yakni kerupuk usek yang proses masaknya menggunakan pasir pantai.

Contohnya kerupuk usek khas Kabupaten Batang. Kerupuk usek atau kerupuk yang dimasak dengan pasir memang cukup laris di pasaran. Menurut pendapat masyarakat sekitar, banyak yang menganggap lebih sehat karena tidak digoreng dengan minyak.

Melihat kesempatan itu puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Makmur Jaya di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang untuk membuat usaha kerupuk usek.

KUB Maju Makmur sendiri hingga sekarang sudah mempunyai 21 anggota yang tugasnya dibagi dua yakni ada yang menggoreng dan ada yang menjual. Mereka memasak kerupuk usek dengan cara tradisional menggunakan pasir Pantai Ujungnegoro yang tidak jauh dari lokasi usaha.

“Dimasaknya pakai pasir pantai, pasirnya tetap dipilih-pilih, yaitu yang bagian dalam, bukan yang atas, setelah diambil, pasirnya dibersihkan, dijemur lagi, baru dipakai,” kata Ketua KUB Maju Makmur Astuti saat ditemui di Ruang Produksi Kerupuk Usek Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (22/6/2023).

Dijelaskannya, pasir pantai yang digunakan memasak kerupuk usek hanya dapat dipakai sekali saja. Jika ingin menggoreng lagi harus diganti dengan yang baru supaya hasil kerupuknya tidak gosong.

“Untuk memproduksi 25 Kilogram kerupuk usek membutuhkan sekitar 5 Kilogram pasir pantai dengan waktu memasak hanya 2 jam saja,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa memasak secara tradisional menggunakan pasir sebagai minyak dan kayu bakar sebagai bahan bakarnya, jadi biaya produksinya menjadi lebih murah. Karena semua bahan yang dibutuhkan tadi bisa ditemukan di sekitar lokasi untuk memproduksi kerupuk usek.

“Alat yang digunakan pun masih tradisional, yaitu berupa tungku berbentuk tabung yang diputar dan dipanasi di bagian bawahnya. Kemudian pasir dimasukkan ke salah satu bagian dari tungku itu. Kerupuk dimasukkan ke lubang tungku, sembari diputar, pasir pantai itu sedikit demi sedikit jatuh dalam tungku, ikut mematangkan kerupuk,” terangnya.

Tidak hanya memproduksi satu jenis kerupuk, KUB Makmur Jaya dapat membuat 10 jenis dengan total produksinya saat ini mencapai 3 kwintal atau 300 Kilogram.

Astuti menerangkan, bahwa untuk ibu-ibu menjual hasil produksinya ke sekitar kampung sedangkan para bapak menjual hingga ke luar desa.

Berdirinya KUB Makmur Jaya pada 2014 berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Dengan awal jumlah anggota hanya 15 saja.

“Para ibu-ibu mendapat Rp10 juta sebagai modal awal, rinciannya penggunaan dana yaitu Rp8 juta untuk pembelian alat, lalu sisanya Rp2 juta untuk bahan baku,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 42
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 82
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 82
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Kado Manis HUT Ke-60 Batang, Siswa SMK Sabet Juara 1 Karate FORDA Jateng
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (842026).
09 Apr 2026 Jumadi 99
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Jembatan Kalibelo Dibangun Kembali, Proyek Senilai Rp8,9 Miliar Masuk Tahap Tender Ulang
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan pembangunan Jembatan Kalibelo dapat selesai pada 2026. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses tender ulang setelah lelang sebelumnya belum menghasilkan penyedia yang memenuhi syarat.
09 Apr 2026 Jumadi 511
Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Strategi Disdikbud Batang Wujudkan TKA 2026 yang Jujur dan Menyenangkan
Batang Suasana ruang kelas di berbagai SMP di Kabupaten Batang tampak berbeda pekan ini. Bukan sekadar rutinitas belajar biasa, para siswa kini tengah menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
09 Apr 2026 Jumadi 72