Pj Bupati Batang Usulkan Perubahan Nomenklatur OPD

Kamis, 30 Maret 2023 Jumadi Dibaca 1.999 kali Acara Pimpinan Daerah
Pj Bupati Batang Usulkan Perubahan Nomenklatur OPD
Batang - Dalam Rapat Paripurna DPRD, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan usulan perubahan nomenklatur dan penyesuaian beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Batang - Dalam Rapat Paripurna DPRD, Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyampaikan usulan perubahan nomenklatur dan penyesuaian beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kedua usulan itu sesuai yang tertuang dalam Perubahan Propemperda Tahun 2023 terkait Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

“Usulan pertama adalah Perubahan nomenklatur Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah,” tuturnya.

Perubahan nomenklatur ini didasari pada Perpres Nomor 78 Tahun 2021. Tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional. Juga Permendagri Nomor 120/5434/SJ tentang Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). OPD tersebut akan bertugas melaksanakan kegiatan riset dan inovasi di daerah.

Pembentukan BRIDA diintegrasikan dengan OPD yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang perencanaan pembangunan. Begitu juga OPD yang menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah di bidang penelitian dan pengembangan daerah.

“Pembentukan BRIDA digabung dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), maka nomenklaturnya adalah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah,” terangnya.

Selanjutnya, ada penggabungan antara bidang di Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) di Dinas Pangan dan Peternakan (Dispaperta). Bidang Peternakan pada Dislutkanak dipindahkan ke Dispaperta. Keputusan ini didasari lampiran UU Nomor 23 Tahun 2014. Bahwa sub urusan peternakan merupakan bagian dari urusan pemerintahan bidang Pertanian.

“Semua rumpun pertanian menjadi satu di Dispaperta. Target disahkan tahun ini,” tegasnya.

Lani juga mengatakan, bahwa penyesuaian OPD merupakan amanat regulasi pemerintah pusat.

“Ini penyesuaian atas regulasi dari pemerintah baik itu Perpres maupun Permendagri yang memang kita harus menyesuaikan. Baik itu nomenklatur, fungsi, tugas di masing-masing OPD kita menyesuaikan regulasi dari pemerintah. Sehingga kita menyusun Perda baru sebagai revisi Perda yang sudah ada,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Nur Untung Slamet menjelaskan, jika Paripurna kali ini membahas beberapa hal.

“Pembahasan kali ini adalah penyampaian LKPJ Bupati Batang akhir tahun anggaran 2022 dan perubahan Propemperda Kabupaten Batang tahun 2023,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Perkuat Peran Strategis Hadapi Bencana, BPBD Batang Adakan Rakor Evaluasi Kerjasama Antar Lembaga Perkuat Peran Strategis Hadapi Bencana, BPBD Batang Adakan Rakor Evaluasi Kerjasama Antar Lembaga
Perkuat Peran Strategis Hadapi Bencana, BPBD Batang Adakan Rakor Evaluasi Kerjasama Antar Lembaga
Batang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kementrian Agama dan unsur Media menggelar Rapat Koordinasi evaluasi tahunan terkait efektivitas kerja sama antar lembaga dan kemitraan strategis dalam sistem penanggulangan bencana di Ruang Ujungnegoro, Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Jumat (2592026).
25 Sep 2026 Jumadi 24
SPPG Bela Batang Sejahtera Disuspend 30 Hari Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan SPPG Bela Batang Sejahtera Disuspend 30 Hari Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan
SPPG Bela Batang Sejahtera Disuspend 30 Hari Usai Ratusan Penerima MBG Diduga Keracunan
Batang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bela Batang Sejahtera di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dihentikan sementara selama 30 hari setelah ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengalami keracunan. Penghentian operasional tersebut disampaikan Kepala KPPG Semarang Hadiriajaya, setelah melakukan pengecekan langsung di SPPG Bela Batang Sejahtera bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
25 Sep 2026 Jumadi 600
Kerap Tangani Kasus Sensitif, Wabup Batang Soroti Kondisi Gedung DP3AP2KB Batang Kerap Tangani Kasus Sensitif, Wabup Batang Soroti Kondisi Gedung DP3AP2KB Batang
Kerap Tangani Kasus Sensitif, Wabup Batang Soroti Kondisi Gedung DP3AP2KB Batang
Batang - Di balik dinding-dinding yang mulai tergerus usia, para petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang setiap hari berhadapan dengan lika-liku persoalan sosial warga. Mulai dari kasus kekerasan, konflik rumah tangga, hingga persoalan sensitif pernikahan dini.
25 Sep 2026 Jumadi 25
Tragedi MBG Bawang Batang, Wabup Batang Panggil Seluruh Pengelola SPPG Tragedi MBG Bawang Batang, Wabup Batang Panggil Seluruh Pengelola SPPG
Tragedi MBG Bawang Batang, Wabup Batang Panggil Seluruh Pengelola SPPG
Batang - Kasus dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang terus membengkak. Hingga Rabu (2392026) malam, tercatat sebanyak 498 warga harus mendapatkan penanganan medis setelah mengeluhkan gejala serupa dari olahan makanan pasokan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.
25 Sep 2026 Jumadi 122
Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda
Bupati Batang Pastikan Biaya Perawatan Korban Keracunan MBG Ditanggung Pemda
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang mendapatkan penanganan medis secara optimal. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung korban yang masih menjalani rawat inap di RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (2492026).
24 Sep 2026 Jumadi 382
Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang
Tangani Intensif, Pasien Keracunan MBG Dirawat di Ruang Diklat RSUD Batang
Batang - Sebanyak 276 pelajar dari jenjang TK hingga SMAMA di Wilayah Bawang mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban yang telah dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, Puskesmas, RSUD Limpung dan RSUD Batang mulai membaik, meski harus terus mendapat pengawasan dari tenaga medis hingga diizinkan kembali ke rumah.
24 Sep 2026 Jumadi 528