Petani Milenial Batang, Dapatkan Banyak Benefit Setelah Berhasil Kembangkan Pisang

Selasa, 14 Februari 2023 Jumadi Dibaca 2.004 kali Pertanian
Petani Milenial Batang, Dapatkan Banyak Benefit Setelah Berhasil Kembangkan Pisang
Batang - Profesi petani sekarang ini jarang diminati, terutama oleh kalangan muda atau milenial. Namun tidak bagi Ade Rika Puspita (25) petani milenial cantik yang tinggal di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, menekuni profesi sebagai petani kurang lebih sudah 2 tahun.

Batang - Profesi petani sekarang ini jarang diminati, terutama oleh kalangan muda atau milenial. Namun tidak bagi Ade Rika Puspita (25) petani milenial cantik yang tinggal di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, menekuni profesi sebagai petani kurang lebih sudah 2 tahun.

Dari menjadi petani, Ade Rika sudah mendapatkan berbagai benefit setelah berhasil kembangkan pisang canvendis dan tanduk gebyar seperti omset yang lumayan sekali panen. Sebutan petani milenial dilihat dari umur 20 hingga 40 tahun anak muda generasi 90 dan 2000an.

"Awal mula saya tertarik menjadi petani, karena melihat kebun orang tua yang kosong begitu saja, tidak dimanfaatkan. Jadi saya inisiatif menanam pohon pisang yang perawatan mudah," kata Petani Milenial Ade Rika Puspita saat ditemui usai panen pisang di Kebun Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (14/2/2023).

Ade si petani milenial cantik membenarkan, jika profesi petani saat ini memang jarang diminati, terutama oleh kalangan muda. Melihat kalangan muda ini banyak yang tertarik menjadi Entrepreneur.

"Padahal menjadi petani milenial banyak keuntungannya seperti kami tidak usah harus memakai baju yang sampai untuk ke kebun dan waktunya santai. Tetapi menjadi petani harus mempunyai hati yang mencintai bidang pertanian," jelasnya.

Pertanian yang Ia miliki yakni ada 400 pohon pisang dengan lahan 2000 meter persegi dengan jenis yang ditanam pisang cavendis dan tanduk gebyar.

"Saya memilih pisang sendiri karena perawatannya cukup mudah tinggal diberikan pupuk kandang, tanah di sekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu, dan penggemburan tanah supaya bonggol pisang berkembang," terangnya.

Sistem panen di kebun Ade Rika ini bertahap, jika sudah ada yang siap panen langsung sudah ada yang menebas atau memborong. 

Sekali menebas atau memborong pisang yang sudah panen bisa mencapai Rp2 juta dan dengan hasil itu bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Semoga ke depan banyak bermunculan petani milenial yang inovatif dan mempunyai jiwa pertanian yang tinggi," ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 163
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 127
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 118