Petani Milenial Batang, Dapatkan Banyak Benefit Setelah Berhasil Kembangkan Pisang

Selasa, 14 Februari 2023 Jumadi Dibaca 1.968 kali Pertanian
Petani Milenial Batang, Dapatkan Banyak Benefit Setelah Berhasil Kembangkan Pisang
Batang - Profesi petani sekarang ini jarang diminati, terutama oleh kalangan muda atau milenial. Namun tidak bagi Ade Rika Puspita (25) petani milenial cantik yang tinggal di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, menekuni profesi sebagai petani kurang lebih sudah 2 tahun.

Batang - Profesi petani sekarang ini jarang diminati, terutama oleh kalangan muda atau milenial. Namun tidak bagi Ade Rika Puspita (25) petani milenial cantik yang tinggal di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, menekuni profesi sebagai petani kurang lebih sudah 2 tahun.

Dari menjadi petani, Ade Rika sudah mendapatkan berbagai benefit setelah berhasil kembangkan pisang canvendis dan tanduk gebyar seperti omset yang lumayan sekali panen. Sebutan petani milenial dilihat dari umur 20 hingga 40 tahun anak muda generasi 90 dan 2000an.

"Awal mula saya tertarik menjadi petani, karena melihat kebun orang tua yang kosong begitu saja, tidak dimanfaatkan. Jadi saya inisiatif menanam pohon pisang yang perawatan mudah," kata Petani Milenial Ade Rika Puspita saat ditemui usai panen pisang di Kebun Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (14/2/2023).

Ade si petani milenial cantik membenarkan, jika profesi petani saat ini memang jarang diminati, terutama oleh kalangan muda. Melihat kalangan muda ini banyak yang tertarik menjadi Entrepreneur.

"Padahal menjadi petani milenial banyak keuntungannya seperti kami tidak usah harus memakai baju yang sampai untuk ke kebun dan waktunya santai. Tetapi menjadi petani harus mempunyai hati yang mencintai bidang pertanian," jelasnya.

Pertanian yang Ia miliki yakni ada 400 pohon pisang dengan lahan 2000 meter persegi dengan jenis yang ditanam pisang cavendis dan tanduk gebyar.

"Saya memilih pisang sendiri karena perawatannya cukup mudah tinggal diberikan pupuk kandang, tanah di sekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu, dan penggemburan tanah supaya bonggol pisang berkembang," terangnya.

Sistem panen di kebun Ade Rika ini bertahap, jika sudah ada yang siap panen langsung sudah ada yang menebas atau memborong. 

Sekali menebas atau memborong pisang yang sudah panen bisa mencapai Rp2 juta dan dengan hasil itu bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Semoga ke depan banyak bermunculan petani milenial yang inovatif dan mempunyai jiwa pertanian yang tinggi," ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa
Sekolah Rakyat di Batang Ditargetkan Mulai Dibangun Oktober 2026, Tampung 270 Siswa
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang, menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Hal tersebut disampaikan Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih saat Sosialisasi Sekolah Rakyat di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1692026).
16 Sep 2026 Jumadi 36
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2 Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2
Pembangunan Sekolah Rakyat di Batang Dirancang Mulai Oktober, Targetkan Anak Kelompok Desil 1 dan 2
Batang Pemerintah Kabupaten Batang menyatakan kesiapannya dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional, salah satunya melalui pembentukan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Batang. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam perluasan akses pendidikan inklusif serta memutus mata rantai kemiskinan bagi keluarga prasejahtera.
16 Sep 2026 Jumadi 33
Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan
Bupati Batang Minta, OPD Kerja Keras Kejar Proyek Fisik APBD Perubahan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD Kabupaten Batang resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Rabu 16 September 2026.
16 Sep 2026 Jumadi 30
Sinergi Pemkab dan BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Rentan Batang Dapat Jaminan Perlindungan Sinergi Pemkab dan BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Rentan Batang Dapat Jaminan Perlindungan
Sinergi Pemkab dan BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Rentan Batang Dapat Jaminan Perlindungan
Batang BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris pekerja rentan di Kabupaten Batang. Program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja, khususnya kelompok pekerja rentan.
16 Sep 2026 Jumadi 32
Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027 Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027
Perusahaan AI Direncanakan Bangun Fasilitas di KITB Batang Mulai 2027
Batang - Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berencana menyambut investasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligenceAI) yang akan membangun fasilitas di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
16 Sep 2026 Jumadi 74
DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun
DPRD dan Pemkab Batang Sepakati Perubahan APBD 2026, Belanja Capai Rp1,95 Triliun
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD Batang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026. Persetujuan bersama tersebut dilakukan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (1692026).
16 Sep 2026 Jumadi 50