Batang - Usia 19 tahun menjadi momen berharga bagi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Batang untuk makin dekat dengan masyarakat. Alih-alih merayakannya secara seremonial belaka, para penyuluh KB memilih turun langsung ke lapangan membagikan paket gizi untuk 17 keluarga berisiko stunting di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (3072026).
Batang - Usia 19 tahun menjadi momen berharga bagi Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Batang untuk makin dekat dengan masyarakat. Alih-alih merayakannya secara seremonial belaka, para penyuluh KB memilih turun langsung ke lapangan membagikan paket gizi untuk 17 keluarga berisiko stunting di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Aksi kepedulian ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Paket yang dibagikan pun dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi harian harian keluarga mulai dari beras, daging ayam, telur, santan, margarin, hingga sembako lainnya.
Momen hangat kebersamaan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Joko Prasetijo, jajaran dinas, Sekcam Bandar Aji Setiawan yang mewakili Camat Bandar Riski Bayu Aji, Kepala Desa Tombo Mustajab, serta para penerima manfaat.
Namun, pembagian bantuan ini tak sekadar menyerahkan barang. Sebelum paket gizi berpindah tangan, para keluarga diajak berbincang hangat lewat sesi penyuluhan ketahanan keluarga dan Program Keluarga Berencana. Di sana, para penyuluh membagikan edukasi seputar pentingnya pola asuh anak, pemenuhan gizi, hingga perencanaan keluarga sebagai benteng utama pencegahan stunting sejak dini.
Ketua DPC IPeKB Batang Yuli Widi Nugroho menegaskan, bahwa aksi ini adalah bentuk komitmen nyata para penyuluh dalam mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah Batang.
“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting,” jelas.
Inisiatif ini pun disambut hangat oleh pihak desa. Kepala Desa Tombo Mustajab menyampaikan, apresiasinya atas kepedulian IPeKB yang telah memilih desanya sebagai fokus perhatian.
“Terima kasih kepada DPC IPeKB yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. Bantuan yang diberikan menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang, khususnya di Desa Tombo,” tuturnya.
Dukungan serupa mengalir dari jajaran Pemerintah Kecamatan Bandar. Melalui Sekcam Bandar Aji Setiawan menilai sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IPeKB menjadi kunci utama memajukan kesehatan masyarakat.
“Sebagai pemungkas rasa syukur atas perjalanan 19 tahun organisasi, tumpeng pun dipotong bersama. Namun, cerita hari itu tak berhenti di balai desa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Batang Joko Prasetijo bersama para penyuluh KB melangkah menyusuri pemukiman warga. Mereka mengetuk pintu satu per satu, menyerahkan bantuan secara door to door sembari menyapa dan berdialog langsung dengan warga di rumah mereka.
Joko Prasetijo menjelaskan, bahwa peninjauan langsung ini penting dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sekaligus menyisipkan edukasi secara personal mengenai pola hidup sehat.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, dan bersama-sama mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)