Ponpes Nashrul Huda II Batang, Hasilkan Berbagai Produk Untuk di Ekspor Luar Negeri

Selasa, 07 Februari 2023 Jumadi Dibaca 3.664 kali Pertanian
Ponpes Nashrul Huda II Batang, Hasilkan Berbagai Produk Untuk di Ekspor Luar Negeri
Batang - Kacang sacha inchi merupakan sejenins kacang, tapi bukan golongan varietas kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pertama kali populer dibudidayakan untuk Asia Tenggara adalah Thailand, disana dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti makanan.

Batang - Kacang sacha inchi merupakan sejenins kacang, tapi bukan golongan varietas kacang-kacangan yang belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Pertama kali populer dibudidayakan untuk Asia Tenggara adalah Thailand, disana dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti makanan.

Melihat potensi itu Pondok Pesantren (Ponpes) Nashrul Huda II Bawang membudidayakan pohon sacha inchi disebelah pondoknya dari 3 tahun yang lalu.

Sampai saat ini sudah menghasilkan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Ponpes Nashrul Huda II Bawang berhasil menghasilkan empat produk unggulan seperti snack makanan, teh, tepung dan minyaknya.

“Kami membudidayakan pohon sacha inchi pertama itu hanya coba-coba saja, setelah berumur 1 tahun ke atas, banyak yang bilang buahnya bisa menghasilkan produk makanan, tepung, dan minyak,” kata Pengasuh Ponpes Nashrul Huda II Batang Syafiq saat ditemui di Ponpes Nashrul Huda II Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (7/2/2023).

Pertama kali eksperimen membuat snack makanan dengan percobaan tiga kali selalu gagal dari segi rasa dan teksturnya kurang, akhirnya percobaan keempat kami berhasil dengan hanya menambah bahan tambahan yakni garam saja dan pemanggangan sampai tiga kali.

Kemudian, barulah kami memproduksi yang lain yaitu tepung dan minyak. Setelah itu ada masukan bahwa daunnya bisa dibuat teh berhasil juga.

“Sacha inchi ini sangat kaya akan asam lemak seperti omega 3, omega 6, dan omega 9 yang sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak,” jelasnya. 

Secara morfologi, lanjut dia, buah sacha inchi memiliki bentuk bintang, di mana dalam satu bintang dapat menyimpan antara 4 sampai 5 butir biji. Buah muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah tua bewarna coklat kehitaman.

Kami menanam disebelah Ponpes dengan luasan lahan 3.000 m dengan sacha inchi ditanam 200 pohon dengan umur 3 tahun dan 10 Ha lahan binaan petani kami.

“Panen pertama pohon mulai umur 2 tahun bisa menghasilkan 1 kg kacang sacha inchi setiap pohonnya. Menuju 3 tahun bisa menghasilkan hingga 2 kg seperti itu terus sampai pohon berumur 10 tahun semakin banyak hasilnya,” terangnya.

Jika harga jual per kilonya yang sudah dikupas kacang sacha inchi kering Rp15.000,00 per kg. Kalau masih biji lebih murah sekitar Rp10.000,00 per kg.

Makanya petani binaan kami sangat senang, karena kacang sacha inchi berpotensi ekonomis tinggi untuk dikembangkan di Indonesia.

Harga jual produksi kacang sacha inchi kami yakni Snack Makanan dijual dengan harga Rp25.000,00 per 100 ml, Teh dijual dengan harga Rp17.000,00 per 100 ml, Tepung dijual dengan harga Rp12.000,00 per 250 ml dan Minyak dijual dengan harga Rp25.000,00 per botol.

“Semua produk kami dipasarkan ke Surabaya mencapai 500 bungkus setiap bulannya yang nantinya di ekspor ke pasar luar negeri,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 70
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 163
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 127
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 118