SMK Peternakan Lembah Hijau Batang, Pertama Jadi Sentra Kewirausahaan Pemuda di Indonesia

Rabu, 11 Januari 2023 Jumadi Dibaca 5.947 kali Pertanian
SMK Peternakan Lembah Hijau Batang, Pertama Jadi Sentra Kewirausahaan Pemuda di Indonesia
Batang - Kabupaten Batang pertama kalinya telah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertama yang membuka jurusan agribisnis secara ruminansia pengolahan peternakan yaitu SMK Peternakan Lembah Hijau di Kecamatan Reban.

Batang - Kabupaten Batang pertama kalinya telah memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertama yang membuka jurusan agribisnis secara ruminansia pengolahan peternakan yaitu SMK Peternakan Lembah Hijau di Kecamatan Reban.

“Sekolah ini sebenarnya adalah bentuk dari keprihatinan, karena banyak pelajar setelah lulus ternyata pada nganggur dan banyak anak anak lulusan SLTP yang tidak punya kesempatan untuk sekolah lagi karena biaya sekolah mahal,” kata Kepala Sekolah Dani Irawati saat ditemui di SMK Peternakan Lembah Hijau, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Rabu (11/1/2023).

Ia menyampaikan bahwa, menyusur mencari anak-anak yang tidak berkesempatan sekolah, karena pembayaran di sekolah ini hanya sebesar Rp50.000,00 per bulan. Itu pun kalau yang mampu, jika yang tidak mampu tidak perlu membayar dan itu sudah bisa plus include tinggal di asrama.

“Konsepnya sendiri tidak seperti sekolah yang seperti pada umumnya, karena pendalaman karakter kemudian antara masukan dengan keluarannya itu harus luar biasa. Pembelajaran disini yang pertama kali diberikan adalah pendidikan pendalaman karakter saat awal masuk selama 3 bulan,” jelasnya.

Aktivitas siswa diajarkan bangun pukul 03.00 WIB sudah memakai seragam, kemudian salat dan wajib hafalan, sehingga siswa mendapatkan pengajaran agama, dan barulah mulai Kegiatan Belajar Mengajar.

“Kebetulan kita ditetapkan sebagai salah satu SMK di Indonesia baru satu menjadi sentra kewirausahaan pemuda yang menyangkup kalau yang lainnya kan pemuda pada umumnya. Kalau ini di SMK kita dicanangkan oleh Kemenpora di tahun 2019 itu sebagai sentra kewirausahaan pemuda,” terangnya.

Jurusan yang kita pilih agribisnis secara ruminansia pengolahan peternakan dimana hewan dipilih yang memiliki 4 lambung seperti sapi, kambing, kerbau dan domba. Nanti dengan hewan tersebut kita olah menjadi barang yang miliki nilai jual contohnya es krim, yoghurt dan susu, sehingga dapat dipasarkan dengan didukung oleh Bank Indonesia Tegal.

Peluang kerja di sekolah cukup baik dengan melihat alumni ada yang dikirim ke luar Negeri Jepang sebanyak dua anak dan New Zealand 2 anak juga. Selainnya diterima diperguruan Indonesia yang rata-rata mendapatkan Bea Siswa.

“Kendala yang dialami, memang siswa yang kita terima masih minim karena sekolah ini satu angkatan saja, karena hanya bisa menerima 25 anak saja. Ke depan dari Kemendikbud meminta untuk ada penambahan kapasitas siswa,” harapnya.

Sementara itu, Salah satu siswa SMK Peternakan Lembah Hijau Irfan mengatakan, bahwa bersekolah disini diajarkan yang pertama kali didapat harus bisa berperilaku sopan kepada orang yang lebih tua dan bahkan kepada teman. Disini memanggil teman harus menggunakan kata siswa baru namanya.

“Kemudian, pembelajaran untuk kelas 10 dan 11 berbeda, karena pada waktu kelas 10 masih mempelajari dasar kesehatan dan pemeliharaan hewan. Barulah masuk kelas 11 sudah mulai bervariasi yang tujuan untuk memahami pembibitan dan aneka ternak itu menjadi alasan saya masuk ke sekolah ini,” ungkapnya.

Disini juga siswa diwajibkan merawat hewan yang ada, hingga dibagikan jadwal piket bertanggung jawab merawat hewan setiap harinya siswa kebagian semua.

“Mulai dari mencari rumput, terus memberi makan, dan sampai kesehatan hewan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Batang, Kini Hadir di Sarinah
Batik Rifaiyah Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium nasional dengan hadir di Mal Sarinah Jakarta setelah melewati proses kurasi dan seleksi ketat. Kehadiran ini menjadi peluang memperluas pemasaran produk kerajinan Batang sekaligus mendorong UMKM lokal meningkatkan mutu dan kualitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
06 Nov 2026 Jumadi 70
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Bukan Sekadar Kain, Jiwa Spiritual Batik Rifaiyah Batang Kini Hiasi Etalase Jakarta
Batik Rifaiyah asal Kabupaten Batang berhasil menembus pasar premium dengan dipasarkan di Mal Sarinah, Jakarta. Keunikan batik yang proses pembuatannya diiringi lantunan syair-syair Islami warisan pengikut KH Ahmad Rifa'i menjadi daya tarik tersendiri untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Batang kepada konsumen kelas menengah atas serta wisatawan mancanegara.
06 Nov 2026 Jumadi 71
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028 Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Respon Keluhan Akses Pekerja KITB, Bupati Batang Dorong Trans Jateng dan Feeder Masuk 2028
Pemkab Batang mendorong penyediaan transportasi publik berupa Trans Jateng dan feeder yang ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk mengatasi persoalan mobilitas ribuan pekerja KITB. Sembari menunggu realisasi layanan tersebut, pemerintah terus memperbaiki infrastruktur jalan dan mengimbau pekerja memanfaatkan akses jalan pelabuhan sebagai jalur alternatif yang lebih aman dan nyaman.
06 Nov 2026 Jumadi 68
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Keteguhan Muyasaroh, Pembatik Muda Batang yang Istiqomah Menjaga Tradisi Rifaiyah
Maulida Muyasaroh, pembatik muda asal Watesalit, Batang, membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga warisan budaya leluhur melalui ketekunan melestarikan Batik Rifaiyah. Berbekal keterampilan yang diwariskan mendiang ibunya sejak kelas IV SD, ia berhasil menghasilkan sekitar 50 karya, mengembangkan motif kontemporer tanpa meninggalkan pakem tradisional, hingga meraih juara pertama Lomba Batik Artisan. Karyanya bahkan telah dipasarkan hingga Singapura dan Belanda.
05 Nov 2026 Jumadi 163
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027 Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Bupati Batang Siapkan 7 Event Wisata Berskala Nasional 2027
Pemkab Batang menyiapkan tujuh agenda event wisata berskala nasional pada 2027 untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Tujuh destinasi yang menjadi prioritas pengembangan meliputi Silurah, Sempang, Puncak Tombo, Curug Ginting, Pantai Jodo, Pantai Sigandu, dan Gombong. Pengembangan dilakukan melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan UMKM di kawasan wisata.
05 Nov 2026 Jumadi 127
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
DPRD Soroti Pariwisata, Bupati Batang Siapkan Anggaran Fantastis Rp30 Miliar
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar melalui Disparpora untuk pengembangan lima destinasi wisata prioritas pada 2027. Program tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan lingkungan. Selain pariwisata, Pemkab Batang juga memaparkan strategi peningkatan PAD, penguatan investasi, pengelolaan belanja daerah, dan pembangunan infrastruktur dalam jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.
05 Nov 2026 Jumadi 118